Skip to content

Ken K. Soetanto: Profesor Penyandang Gelar 4 Doktor di Jepang

Desember 10, 2009

Lantaran kejeniusannya, profesor yang menyandang 4 gelar doktor ini sempat ditawari menjadi warga negara Jepang dan Cina. Namun, hal itu ditolaknya. Ken Kawan Soetanto adalah putra asli Indonesia yang menjadi dosen tetap di  Waseda University, Jepang. Ia sudah tinggal di Jepang selama 35 tahun.

Soetanto adalah satu di antara sekian banyak ilmuwan Indonesia yang sukses berkarier di Jepang. Tidak main-main, 4 gelar doktor sudah ia kantongi selama belajar di luar negeri. Gelar doktor itu antara lain di bidang applied electronic engineering (Tokyo Institute of Technology), medical science (Tohoku University), pharmacy science (Science University of Tokyo), dan education science (Waseda University).

Kisah kesuksesan Soetanto tidak bisa lepas dari sentimen politik kebijakan pemerintah Orde Baru. Pada saat itu penguasa sempat meminggirkan hak-hak sipil warga keturunan Tionghoa. Bahkan sekolah untuk warga Tionghoa tempat belajar Soetanto ditutup. Karena tidak bisa meneruskan pendidikan, Soetanto memutuskan untuk fokus mengurus toko elektronik di Surabaya bersama kakaknya, karena pria ini memiliki keterampilan mengotak-atik peralatan elektronik.

Suatu ketika, keahlian Soetanto tersebut menarik perhatian seorang pelanggan yang berkewarganegaraan Jepang. Orang itu kagum melihat cara Soetanto menganalisis sekaligus memperbaiki kerusakan radionya. Di luar dugaan, orang Jepang itu menawari Soetanto belajar elektronika ke Jepang. Meski begitu, orang itu tidak menyediakan dana, hanya fasilitas sekadarnya. Mendengar tawaran itu, Soetanto langsung menyatakan ketertarikannya. Setelah membobol celengan, Soetanto yang ketika itu berusia 23 tahun nekat terbang ke Jepang, tanpa kemampuan komunikasi berbahasa Jepang sedikit pun. “Saya belajar bahasa Jepang langsung di sana saja,” katanya sambil tertawa.

Impian Soetanto baru terpenuhi setelah 3 tahun hidup menggelandang di Tokyo. Ia termasuk 30 orang yang menerima beasiswa mahasiswa asing dari pemerintah Jepang. Soetanto kuliah di Tokyo University of Agriculture and Technology mengambil jurusan teknik elektro. Selepas mengambil gelar sarjana, ia melanjutkan ke program master dan doktor. Yang menarik, Soetanto mengambil 2 program doktor, yaitu doktor bidang teknik di Tokyo Institute of Technology (1985) dan bidang kedokteran  di Tohoku University (1988). Hanya selang beberapa tahun, ia kembali meraih gelar doktor pada bidang farmasi di Science University of Tokyo. Gelar doktor keempat diperolehnya dari AS.

Pada 1993, Soetanto diminta Prof. Motoyosi Okujima untuk membesarkan Toin University of Tokyo (TUY). Di sana, ia mendapat posisi sebagai profesor dan ketua program Biomedical Engineering, Department of Control and Systems Engineering. Pria yang kini berusia 58 tahun itu juga menjabat Direktur Center for Advanced Research of Biomedical Engineering di TUY yang dibiayai Kementrian Pendidikan Jepang. Jabatan lain yang dijabat hingga saat ini adalah Wakil Dekan di International Affairs of Waseda University.

Popularitas Soetanto di kalangan akademisi Jepang sampai ke telinga Menristek RI BJ Habibie di era 1980-an. Habibie bertemu hingga empat kali untuk meminta Soetanto pulang kampung, memperkuat jajaran akademisi di Indonesia. Ia ditawari bergabung di BPPT dan LIPI. Namun, Soetanto menolak. Ia belum tertarik pulang karena perhatian pemerintah terhadap akademisi saat itu dinilai kurang.

Kendati menolak tawaran pulang, kecintaan Soetanto terhadap Indonesia tak sedikit pun berubah. Hal itu terbukti hingga saat ini ia masih mempertahankan kewarganegaraan Indonesianya. Padahal ia pernah ditawari menjadi warga negara Jepang. Ia juga pernah ditawari menjadi warga negara Cina oleh dubes Cina di Jepang. Namun, semua itu ditolaknya karena ia masih cinta Indonesia. Untuk melepas kerinduan dengan sanak familinya di Surabaya, ia pulang sekali dalam setahun.

Saat ini Soetanto tercatat sebagai profesor di School of International Liberal Studies (SILS) Waseda University dan profesor tamu di Venice International University, Italia.

Sumber: Media Indonesia

Lihat wawancaranya di Kick Andy:

3 Komentar leave one →
  1. ryan permalink
    April 11, 2010 11:35 am

    ada yang tau alamat email atau kontak nomer Prof soetanto ini??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.395 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: