Skip to content

Taruna Ikrar: Doktor yang Pernah Bekerja di Puskesmas Jatinegara

Februari 11, 2010

Namanya berkesan tegas, Taruna Ikrar, MD, Ph.D. Dokter yang satu ini memang lahir di daerah pesisir, tipikal tempat lahirnya orang-orang keras dan tegas. Namun  ternyata Taruna Ikrar  adalah sosok yang lembut dan sederhana. Pria kelahiran 15 April 1969 ini lahir dan besar di Makassar. Di usianya yang ke-40,  ia telah bergelar MD, Ph.D dari Universitas Niigata, Jepang.

Sedari kecil, orang tua Ikrar yang bekerja sebagai guru selalu memberi motivasi akan penting dan besarnya arti pendidikan. Bahkan sebelum SD, mereka telah ditanamkan ilmu pengetahuan alam, matematika, serta bagaimana berinteraksi dengan sesama. Aspek pendidikan inilah yang akhirnya membentuk karakter Ikrar dan saudara-saudaranya menjadi haus akan ilmu pengetahuan.

Anak ke-5 dari 10 bersaudara ini berupaya mengejar cita-citanya. Sejak kecil ia bercita-cita ingin menjadi dokter. “Waktu itu saya bertemu seorang dokter yang sangat baik hati. Dari situlah saya termotivasi untuk menjadi dokter yang baik, yang senantiasa menolong orang yang menderita tanpa pamrih,” ungkap Ikrar.

Sejak remaja, Ikrar gemar berorganisasi, menulis, dan berpidato yang akhirnya mengantarnya menjuarai lomba Minat Baca Tulis tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Tulisannya juga sering tampil di surat kabar Harian Kompas, Detik.com, Harian Fajar dan Harian Pedoman Rakyat.

Walaupun sempat bercita-cita menjadi tentara, namun setelah lulus SMA ia telah mantap berkeinginan menjadi dokter. Ikrar mengecap ilmu kedokteran di Universitas Hasanuddin, Makassar. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan Master Farmakologi (M. Pharm) di Universitas Indonesia. Karena kemauan kerasnya untuk meraih cita-cita, ia diganjar dengan beasiswa dari pemerintahan Jepang (Mombukagakusho) untuk meneruskan pendidikan Ph.D dengan spesialisasi penyakit jantung di Universitas Niigata, Jepang.

Namun Ikrar tidak sepenuhnya belajar saja. Setelah memperoleh gelar Master di UI, ia menikah dengan Elfi Wardaningsih, rekan sesama dokter yang kebetulan bertemu di perpustakaan UI saat mencari referensi untuk tesisnya. Kini Ikrar telah dikaruniai dua anak, yaitu Agilla Safazia Ikrar dan Athallah Razandhia Ikrar.

Saat kuliah, hobi berorganisasinya juga tak berhenti. Ia sempat menjabat Ketua MPA ISMKI (Majelis Pertimbangan Agung Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) tahun 1994-1996, Ketua PB HMI (Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam) 1997-1999 dan Wakil Ketua PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia) periode 2000-2003.

Sedangkan aktivitasnya secara internasional antara lain berperan aktif di CFIS (Center For Interregional Study), KAPPIJA-21 (Alumni of Friendships Program 21ts the Japan International Cooperation Agency), APHRS (Asia Pacific Heart Rhythm Society), ISHR (International Society for Heart Research), IHTP (International Health Training Program), PUCA (Postdoctoral University of California Association), IMSA (International Moslem Society of America) dan Group Luar Negeri Berdiskusi.

Selain itu pada tahun 2000-2003 ia menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kel. Jatinegara, padahal saat itu statusnya adalah sebagai PTT (Pegawai Tidak Tetap). Selama tiga tahun ia mengabdikan diri untuk masyarakat. Sewaktu jadi Kepala Puskesmas, ia mengembangkan sistem Posyandu (Pusat Pelayanan Kesehatan Terpadu) yang menjadi percontohan nasional. Bahkan memenangkan lomba posyandu tingkat nasional dan mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia pada saat itu.

“Konsep Posyandu yang saya kembangkan berupa konsep yang Membumi, Mengakar dan Menjulang, yaitu: Fungsi Pendidikan dan pengkaderan, Fungsi Kebersamaan, dan Fungsi Pencegahan Penyakit dan Kekurangan Gizi. Ketiga fungsi utama diatas diramu dalam konteks kerja nyata di tengah-tengah masyarakat Ibukota, yang sudah mulai pupus perasaan kebersamaannya. Dan ternyata konsep tersebut masih berjalan sampai sekarang. Saya sangat gembira mendengarnya,” paparnya.

Menjadi dokter adalah anugerah untuknya. Baginya membantu orang banyak untuk keluar dari penderitaan dengan keterampilan yang ia miliki adalah suatu kepuasan yang tidak dapat dibeli.

Lalu pada tahun 2008, ia memutuskan ke Amerika untuk memperdalam keahlian yang telah ia terima dari pendidikannya di Jepang. Ia mengikuti Postdoctoral Scholar di Inter Departemental of Neurosciences, University of California, Amerika. Ikrar mendapatkan beasiswa ini menyisihkan sekitar 170 Ph.D yang juga mengajukan beasiswa ini. Ia tidak henti-hentinya menuntut ilmu. Kini ia meneliti mengenai pemetaan otak dan berhasil mematenkan hasil penemuannya.

Ikrar mengaku idolanya adalah BJ Habibie dan Muh. Hatta. Menurutnya kedua tokoh tersebut mempunyai wawasan yang luas baik dari segi ilmu pengetahuan maupun dalam konteks birokrasi kenegaraan. Selain itu keduanya mempunyai rasa cinta terhadap tanah air yang begitu besar.

Ketika ditanyakan niatnya untuk kembali ke Indonesia, Ikrar tentu ingin kembali ke tanah air. “Saya akan kembali setelah semua tugas-tugas di sini selesai, dan tentunya jika ada undangan khusus dari pemerintah Indonesia untuk mengabadikan ilmu keterampilan yang saya miliki.”

Sumber: Chika, Kabarinews

4 Komentar leave one →
  1. Ardi permalink
    Maret 10, 2010 11:35 am

    Senang ada orang indonesia yg sukses seperti Dr. taruna

  2. Mei 11, 2010 11:35 pm

    Sukses untuk Dr. Taruna, kawan seperjuangan di BPOM dan HMI.

  3. Abdurrahman Zuhri permalink
    Februari 22, 2012 11:35 am

    bangga memiliki senior dari ISMKI yg berdedikasi tinggi thd dunia penelitian dan kedokteran.. maju terus dok

Trackbacks

  1. Tweets that mention Taruna Ikrar: Doktor yang Pernah Bekerja di Puskesmas Jatinegara « Indonesia Proud -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.457 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: