Skip to content

LIPI Menghasilkan Sengon Transgenik Pertama di Dunia

Mei 23, 2010
Pohon Sengon

Pohon Sengon

Fasilitas Uji Terbatas Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menghasilkan tanaman sengon (Albazia Falcataria) transgenik pertama di dunia. “Insersi gen xyloglucanase telah berhasil dilakukan ke dalam tanaman sengon,” kata pakar bioteknologi Dr. Enny Sudarmonowati seusai dikukuhkan LIPI menjadi Profesor Riset di Jakarta, 21 Mei 2010.

Tanaman sengon transgenik yang mengandung gen xyloglucanase terbukti tumbuh lebih cepat dan mengandung selulosa lebih tinggi daripada tanaman kontrol. Tanaman ini berpotensi tumbuh lebih cepat saat dipindah ke lapangan.

Kayu sengon bernilai ekonomis yang digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, perabotan rumah tangga, pagar, hingga pulp dan kertas. Akar tunggangnya yang kuat, sehingga baik ditanam di tepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah (Sengonisasi) di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Dengan insersi gen tersebut tanaman sengon ini juga lebih mudah dihidrolisis dan menghasilkan ethanol lebih tinggi. “Gen yang telah dikloning dari sengon, yaitu sucrose synthase dan gen penyandi lignin 4-CL akan ditransformasikan lebih lanjut,” katanya.

Indonesia, ujarnya, sangat ketinggalan dalam penelitian transgenik di sektor kehutanan, bahkan sampai sekarang belum ada yang diujikan ke lapangan terbatas, dari tahap sebelumnya diuji di laboratorium dan diuji di FUT.

Ia juga memaparkan, hasil penelitian rekayasa genetika tanaman kini semakin banyak dimanfaatkan, dimana pada 2009 jumlah negara yang sudah menanam tanaman transgenik secara komersial ada 25 negara dengan luas 800 juta hektar.

“Untuk saat ini masih didominasi tanaman pertanian seperti jagung, kedelai dan kapas, dengan gen pembawa sifat ketahanan terhadap serangga dan herbisida, dengan negara yang paling banyak mengembangkan transgenik adalah Amerika Serikat,” katanya.

Sumber: Antara, LIPI

15 Komentar leave one →
  1. Nursamsi Kusuma Putra. permalink
    Mei 24, 2010 11:35 am

    Saya ikut BANGGA (Proud) dan mengucapkan selamat atas prestasi Sengon Transgenik Pertama di Dunia.

    Semoga bisa dibantu bagaimana cara mendapatkan bibitnya sehingga saya bisa segera menanam di lahan kecil kami (3.000 m2), untuk selanjutnya ditularkan kepada tetangga dan masyarakat sekitar kami, sekaligus mendukung program pemerintah membangun Waduk-Mijen di Semarang.

    Wassalam,
    Samsi.

  2. didi suharyadi permalink
    Agustus 22, 2010 11:35 pm

    Saya praktisi budidaya sengon, sangat mengharapkan usaha ini bisa segera dapat diaplikasikan di lapangan karena akan mengerem laju deforestasi hutan alam kita. Saya punya lahan di sekitar cianjur jabar, di kaltim dan di sulteng siap dipakai u/ uji kesesuaian di lapangan.

  3. RUDI APRIASI permalink
    Januari 8, 2011 11:35 pm

    Salut dengan LIPI ..
    Mesti cepat dikembangkan, saya juga punya tanah di Sumatera Barat dan siap ditanami sengon. Berapa harga bibitnya? Kita mau membeli.

  4. Indira Riastiwi permalink
    Januari 27, 2011 11:35 am

    Saya sangat senang dengan penemuan ini…semoga bermanfaat. Oh ya…apakah sengon ini tahan terhadap hama dan penyakit? mengingat penyakit karat tumor yang mewabah saat ini.

  5. mutakim arief permalink
    Februari 14, 2011 11:35 am

    Kami dinas pertanian dan kehutanan kabupaten Lamongan Jawa Timur, siap bekerja sama baik sebagai uji coba dan pengembanganya.

  6. dr. Nursyam Ibrahim, MKes permalink
    Maret 14, 2011 11:35 am

    Saya ingin kerja sama penanaman sengon transgenik di lahan 15 Ha, milik sendiri sebagai bgn dari kontribusi kami pada upaya penurunan suhu bumi, mohon contact person Anda, Salam

  7. Bustal Nawawi permalink
    April 25, 2011 11:35 am

    Selamat atas prestasi para peneliti. Semoga maju terus.
    Saya ingin bertanya, di mana bibit pohon sengon bisa saya dapatkan.
    Terima kasih atas perhatiannya.

  8. Nur Wati permalink
    Oktober 5, 2011 11:35 am

    Salut n Applause bwt LIPI.
    Semoga bisa terealisasikan juga di Wilayah Binaan saya.
    Bgmn cara mendapatkan bibitnya?

  9. Februari 13, 2012 11:35 am

    Jangan bangga saja, pertimbangkan juga efek jangka panjang jika pohon transgenik ditanam di Indonesia (baca: http://www.alternet.org/environment/58477/). Seringkali efek negatif dari tanaman transgenik baru terlihat belakangan setelah kita udah sebarkan di alam…

    Trees are fine just the way they are. Why fix what’s not broken?

  10. heri permalink
    Oktober 14, 2012 11:35 pm

    Selamat atas penemuan ini….. bagaimana caranya saya mendapatkan bibit tersebut? ….bibit pohon apa saja yang ada di LIPI ???

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.586 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: