LIPI Menghasilkan Sengon Transgenik Pertama di Dunia
Fasilitas Uji Terbatas Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menghasilkan tanaman sengon (Albazia Falcataria) transgenik pertama di dunia. “Insersi gen xyloglucanase telah berhasil dilakukan ke dalam tanaman sengon,” kata pakar bioteknologi Dr. Enny Sudarmonowati seusai dikukuhkan LIPI menjadi Profesor Riset di Jakarta, 21 Mei 2010.
Tanaman sengon transgenik yang mengandung gen xyloglucanase terbukti tumbuh lebih cepat dan mengandung selulosa lebih tinggi daripada tanaman kontrol. Tanaman ini berpotensi tumbuh lebih cepat saat dipindah ke lapangan.
Kayu sengon bernilai ekonomis yang digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, perabotan rumah tangga, pagar, hingga pulp dan kertas. Akar tunggangnya yang kuat, sehingga baik ditanam di tepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah (Sengonisasi) di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
Dengan insersi gen tersebut tanaman sengon ini juga lebih mudah dihidrolisis dan menghasilkan ethanol lebih tinggi. “Gen yang telah dikloning dari sengon, yaitu sucrose synthase dan gen penyandi lignin 4-CL akan ditransformasikan lebih lanjut,” katanya.
Indonesia, ujarnya, sangat ketinggalan dalam penelitian transgenik di sektor kehutanan, bahkan sampai sekarang belum ada yang diujikan ke lapangan terbatas, dari tahap sebelumnya diuji di laboratorium dan diuji di FUT.
Ia juga memaparkan, hasil penelitian rekayasa genetika tanaman kini semakin banyak dimanfaatkan, dimana pada 2009 jumlah negara yang sudah menanam tanaman transgenik secara komersial ada 25 negara dengan luas 800 juta hektar.
“Untuk saat ini masih didominasi tanaman pertanian seperti jagung, kedelai dan kapas, dengan gen pembawa sifat ketahanan terhadap serangga dan herbisida, dengan negara yang paling banyak mengembangkan transgenik adalah Amerika Serikat,” katanya.
Sumber: Antara, LIPI




















Saya ikut BANGGA (Proud) dan mengucapkan selamat atas prestasi Sengon Transgenik Pertama di Dunia.
Semoga bisa dibantu bagaimana cara mendapatkan bibitnya sehingga saya bisa segera menanam di lahan kecil kami (3.000 m2), untuk selanjutnya ditularkan kepada tetangga dan masyarakat sekitar kami, sekaligus mendukung program pemerintah membangun Waduk-Mijen di Semarang.
Wassalam,
Samsi.
Coba Nursamsi hubungi Dr. Enny Sudarmonowati di enny.sudarmonowati@ lipi.go.id atau s_enny@yahoo.com utk info lebih lanjut.
Saya praktisi budidaya sengon, sangat mengharapkan usaha ini bisa segera dapat diaplikasikan di lapangan karena akan mengerem laju deforestasi hutan alam kita. Saya punya lahan di sekitar cianjur jabar, di kaltim dan di sulteng siap dipakai u/ uji kesesuaian di lapangan.
Salut dengan LIPI ..
Mesti cepat dikembangkan, saya juga punya tanah di Sumatera Barat dan siap ditanami sengon. Berapa harga bibitnya? Kita mau membeli.
Silakan Rudi hubungi Dr. Enny Sudarmonowati di enny.sudarmonowati@ lipi.go.id atau s_enny@yahoo.com
Saya sangat senang dengan penemuan ini…semoga bermanfaat. Oh ya…apakah sengon ini tahan terhadap hama dan penyakit? mengingat penyakit karat tumor yang mewabah saat ini.
Silakan Indira kontak Dr. Enny Sudarmonowati di enny.sudarmonowati@ lipi.go.id atau s_enny@yahoo.com utk info lebih lanjut.
Kami dinas pertanian dan kehutanan kabupaten Lamongan Jawa Timur, siap bekerja sama baik sebagai uji coba dan pengembanganya.
Saya ingin kerja sama penanaman sengon transgenik di lahan 15 Ha, milik sendiri sebagai bgn dari kontribusi kami pada upaya penurunan suhu bumi, mohon contact person Anda, Salam
Coba Nursyam Ibrahim hubungi Dr. Enny Sudarmonowati di enny.sudarmonowati@ lipi.go.id atau s_enny@yahoo.com
Selamat atas prestasi para peneliti. Semoga maju terus.
Saya ingin bertanya, di mana bibit pohon sengon bisa saya dapatkan.
Terima kasih atas perhatiannya.
Coba Bustal Nawawi hubungi Dr. Enny Sudarmonowati di enny.sudarmonowati@ lipi.go.id atau s_enny@yahoo.com
Salut n Applause bwt LIPI.
Semoga bisa terealisasikan juga di Wilayah Binaan saya.
Bgmn cara mendapatkan bibitnya?
Jangan bangga saja, pertimbangkan juga efek jangka panjang jika pohon transgenik ditanam di Indonesia (baca: http://www.alternet.org/environment/58477/). Seringkali efek negatif dari tanaman transgenik baru terlihat belakangan setelah kita udah sebarkan di alam…
Trees are fine just the way they are. Why fix what’s not broken?
Selamat atas penemuan ini….. bagaimana caranya saya mendapatkan bibit tersebut? ….bibit pohon apa saja yang ada di LIPI ???