Langsung ke isi

Biopremium: Bahan Bakar dari Singkong yang Setara Pertamax Pertamina

Mei 31, 2010

Komisi Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) bersama PT Energy Karya Madani berhasil menciptakan bioetanol yang disebut Biopremium ramah lingkungan. Uniknya, bahan bakar pengganti bensin tersebut diolah dari tanaman singkong.

“Kami sudah uji coba ke 1.200 kendaraan selama beberapa bulan terakhir dan tidak ada kerusakan mesin, baik-baik saja,” ujar S. Adibrata, sang penemu yang juga Dirut PT Energy Karya Madani, pada 24 Mei 2010 di Jakarta.

Menurut Kepala Bidang Ekonomi KNMI Endy Priyatna, kelebihan dari etanol berbahan singkong ini adalah kandungan alkohol atau etil etanolnya bisa mencapai 96 persen, bahkan bisa ditingkatkan hingga 99 persen.

“Bisa dibandingkan dengan rata-rata kandungan alkohol pada bahan bakar yang ada sekarang, yang hanya sekitar 70 persen,” ungkapnya kepada para wartawan.

Meski dinamakan Biopremium, kualitas bioetanol ini setaraf dengan pertamax keluaran Pertamina. Hal ini sudah diuji pada mobil-mobil mewah yang memiliki cc besar.

“Kemarin sudah juga dilakukan test drive dari Jakarta ke Subang dengan jarak sekitar 200 km, dan tidak ada masalah,” ujar Endy.

Selain kualitas yang tak kalah baik dengan yang dihasilkan bensin dari bahan bakar fosil, biopremium ini juga dinilai ekonomis. Menurut Endy, untuk menghasilkan satu liter etanol diperlukan enam kilogram singkong.

Harga singkong Rp 400 per kilogram. Itu berarti, satu liter etanol hanya menghabiskan Rp 2.400 ditambah ongkos produksi Rp 1.000. Total harga satu liter etanol singkong menjadi Rp 3.400. Harga ini jauh lebih murah dengan yang ada di pasaran.

Adapun siang ini sekitar pukul 11.00, tujuh mobil berbendera KNMI dilepas dari Sekretariat KNMI di Jalan Tebet Utara III menuju Surabaya. Ketujuh mobil tersebut sudah berbahan bakar singkong dengan persentase kandungan etanol dari 25 hingga 100 persen.

Perjalanan ini selain ditujukan untuk mengetes kemampuan Biopremium tersebut pada perjalanan jarak jauh, juga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sumber daya alternatif ini.

Sumber: Kompas

14 Komentar leave one →
  1. Agustus 19, 2010 11:35 am

    Alhamdulillah..Allah telah menunjukkan jalan bagi orang-rang yang berfikir dan tidak putus asa…. kapan kira-kira biopremium dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia..dengan adanya biopremium ini Negara dapat menghemat…lebih banyak lagi…..semoga Pimpinan dinegara kita dapat tanggap dengan hasil penemuan anak bangsa ini………amin

    • mega permalink
      April 29, 2012 11:35 am

      setuju…..sebenarnya banyak ide cemerlang dari anak2 bangsa andai saja pemerintah bantu2 dikit perkembangannya… indonesia jadi maju IPTEKnya…

  2. Arini permalink
    September 15, 2010 11:35 am

    Saya sedang membayangkan realisasi pelaksanaannya.. maka (kira2) akan didirikan pabrik2 pengolahan yang besar di daerah/kota (tentunya menyerap tenaga kerja yang besar) lalu akan ada jalur distribusi dan penjualan di tiap-tiap kota… dan karena mutu dan kualitas yang baik (harapan kita) pada perkembangannya akan banyak permintaan dan pemakai. jadi akan banyak juga dibuka lahan2 perkebunan singkong di daerah-daerah… ujung2nya ekonomi daerah juga ikut terdongkrak naik… Subhanallah… Semoga Allah SWT meng’ijabahi segala niat yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat… amin.
    Sukses terusss pak Endi….

  3. Bradja Muhammad Helmy permalink
    Maret 15, 2011 11:35 am

    Salam Super,
    saya Bradja, saya ingin tahu bagaimana cara mengolah kulit singkong sampai menjadi bio etanol. Apakah memakai alat destilasi? Mohon beritahu saya langkah langkahnya sampai hasil akhir. Saya ingin menerapkan pada sekolahan saya. Terima kasih.

    Kirim jawaban kakak di email saya: bmhtaurus94@gmail.com

  4. September 10, 2011 11:35 am

    Assalamu alaikum, saya do’a kan semoga semua usaha anda berkelanjutan dan bermanfaat bagi petani singkong pada khususnya dan Indonesia secara umum.
    Eeh…kalo mau usaha nanam singkong untuk dijual kepada perusahaan anda gimana ya? Nuhun.

  5. Muhammad Jaja permalink
    Januari 25, 2012 11:35 am

    Saya sangat mendukung terhadap apa yang bapak kembangkan semoga bisa berkembang di Republik Indonesia, dan saya punya lahan 2.000 ha siap dikerjasamakan dapat dihubungi Koperasi serba usaha lukmanulhakim. Hp. 081221543662. Drs. Muhammad Jaja lokasi di Bogor.

  6. faturahman permalink
    Januari 28, 2012 11:35 am

    saya fatur dari sulawesi mau nanya berapa harga alat pembuat bahan bakardari singkong tersebut ini nomor hp 081354389987

  7. ari@ziku-ziku permalink
    Maret 29, 2012 11:35 am

    pada saat saya tulis komentar ini, sedang marak demo anti kenaikan harga BBM, salut buat KNMI yang sudah bisa membuat inovasi baru bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil…alhamdulillah , sesuatu buat KNMI

  8. mad stone permalink
    April 30, 2012 11:35 am

    Saya Ahmad Salahudin mau mengajukan penanaman singkong di daerah Palembang dng luas 10H. Gimana caranya saya memasok ke pabrik bapak/ibu? dan kemana saya menghubungi perusahaan bpk? Tlp saya 081322938680.

  9. ahmad permalink
    Mei 2, 2012 11:35 am

    Luar biasa dg model varietas mukibat bisa-bisa mendongkrok produktivitas n luar biasa…..n sama pa g nilai jualnya dg ubi kayu yng enak dimakan pada umumnya.

  10. bila permalink
    Juni 10, 2012 11:35 pm

    Seharusnya sekarang ini pertamina mampu membuat bio bahan bakar yg dimana dulu bisa sukses dengan perbaru solar yg dibuat dari biji jarak yg dimanfaatkan dengan bio solar, namun sepertinya produk ini mungkin sama dengan pertamax dari pertamina jadi kemungkinan harga samakah dengan pertamax semoga jgn krn masih byk gb yg membutuhkan untuk menopang kehidupan berekonomi

  11. Februari 7, 2013 11:35 am

    bagus bgt tuh…. soalxa sekarang banyak org2 yg tdk suka makan singkong,tetapi sekarang singkong bisa di jadikan bahan bakar….
    semoga sukses dan berkelanjutan…amin

  12. cahyo permalink
    Februari 26, 2013 11:35 am

    kira kira kapan mass productnya nih

    bbm dunia kan udah nipis

Lacak Balik

  1. BBM-Bahan Bakar Mukibat (Bahan Bakar Singkong) - white shadows

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 694 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: