Politeknik Seni Yogyakarta Mengenalkan Budaya Lewat Game Wayang Golek di Korea Selatan
Politeknik Seni Yogyakarta memperkenalkan game animasi wayang golek dalam konferensi pemuda internasional ”Youth Forum 2nd World Conference on Arts Education” di Seoul, Korea Selatan, 21–25 Mei 2010. Game yang dikembangkan ini dirancang sebagai permainan pendidikan untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Game bertema ”Umar dan Amir” tersebut diputar di hadapan sekitar 100 peserta konferensi dari 89 negara. Permainan komputer tiga dimensi tersebut menggunakan musik latar gending-gending Jawa serta bahasa Jawa yang diberi terjemahan bahasa Inggris.
Selain wayang golek, gim petualangan itu juga memperlihatkan sejumlah seni tradisi Indonesia lainnya, seperti keris, warok, dan busana daerah yang dikenakan para karakternya.
”Game ini cocok untuk memperlihatkan seni tradisi dan budaya Indonesia. Kemasannya yang modern membuat generasi muda lebih tertarik,” kata Venny Kuspriyanti (21 tahun), duta Indonesia di Yogyakarta.
Dalam konferensi itu, Indonesia yang diwakili Venny terpilih dalam 10 besar peserta terbaik dan berhak menjadi panitia penyelenggara tahun 2011. Selain permainan komputer, Venny juga mempresentasikan batik, filosofi di balik motif batik, serta pengembangan motif-motif batik sekarang.
Koordinator Tim Produksi Pembuatan Animasi dan Permainan Politeknik Seni Yogyakarta Rusmono Yulianto mengatakan, game tersebut dikembangkan untuk mengenalkan seni tradisi, budaya, dan sejarah lokal kepada generasi muda dengan cara yang menarik.
”Sasarannya para pelajar SD, SMP, dan SMA yang memang sedang senang-senangnya bermain game,” katanya.
Menurut rencana, game ”Umar dan Amir” akan diluncurkan Agustus mendatang. Permainan komputer tersebut merupakan satu dari 12 game yang dikembangkan Politeknik Seni Yogyakarta.
Sebagian besar permainan yang dikembangkan sejak tiga tahun lalu mengangkat cerita-cerita rakyat, seperti Legenda Candi Prambanan dan pengenalan Aksara Hanacaraka. Ke depan, game direncanakan dikembangkan pada cerita-cerita wayang berdasarkan kitab Mahabharata ataupun Ramayana.
Direktur Politeknik Seni Yogyakarta Mohammad Lazim mengatakan, saat ini Politeknik Seni Yogyakarta tengah merancang pembuatan film animasi berjudul ”Panglima Wang” dan ”Panglima Panembahan Senapati”. Pembuatan direncanakan Agustus bekerja sama dengan Malaysian Institute of Information Technology.
Sumber: Kompas



















Pertahankan prestasi.
Mau tanya, apa punya image yang Hi res pada gambar pandawa 5 di atas?
Mohon informasinya.
Maaf Lumy… Saya hanya punya image dg ukuran 320 x 274 pixel, 72 dpi saja.