Langsung ke isi

Kedelai Mutiara 1: Kedelai Superbesar Karya PPTN Batan

September 3, 2010

Impian untuk menuju kemandirian dalam pemenuhan kedelai nasional akan terwujud sebentar lagi. Pusat Pengembangan Tenaga Nuklir (PPTN) Batan memperkenalkan varietas kedelai terbaru, yaitu kedelai Mutiara 1, di kawasan PPTN Batan, Jakarta Selatan, 31 Agustus 2010.

Menteri Pertanian Suswono mendeskripsikannya sebagai kedelai superbesar. Varietas kedelai hasil iradiasi nuklir itu dikerjakan para periset Badan Tenaga Nuklir Nasional selama enam tahun antara 2004 dan 2010.

“‘Riset ini mengikuti tuntutan pasar yang menghendaki kedelai varietas lokal, tetapi berbiji besar seperti kedelai impor,” kata Harry Is Mulyana di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (Patir) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Jakarta.

Harry bersama Arwin, Tarmizi, Masrizal, dan Muchlis Adie merupakan para periset kedelai Mutiara 1 yang diluncurkan sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian Suswono pada 22 Juli 2010. Deskripsi kedelai Mutiara 1 yang superbesar didasarkan pada bobot rata-rata 23,2 gram per 100 biji. Ini lebih besar daripada kedelai impor Amerika Serikat yang hanya sekitar 18 gram per 100 biji.

Harry menyebutkan bahwa Mutiara 1 merupakan hasil iradiasi sinar gamma. Iradiatornya yang dimiliki disebut Gammacell-220. Kapasitas penyinarannya hanya untuk 1 kilogram biji kedelai. Ini disebut iradiasi nuklir, yaitu penyinaran memanfaatkan radioisotop untuk mengubah sifat kimiawi dan sifat fisis yang memancarkan sinar radioaktif.

Istilah iradiasi berbeda dengan radiasi. Radiasi adalah pancaran sinar radioaktif ke segala arah tak menentu, sedangkan iradiasi adalah radiasi itu sendiri yang diarahkan pada fokus tertentu.

”Dari 1 kilogram biji kedelai yang diiradiasi di Gammacell-220 itu kemudian ditanam. Biji kedelai sudah mengalami mutasi gen. Benih yang dihasilkan lalu diseleksi untuk mendapatkan kedelai yang sesuai dengan yang dikehendaki,” kata Harry.

Kedelai Mutiara 1 telah diuji coba di 16 daerah berbeda dan pada dua cuaca yang berbeda. Selain itu, kedelai ini juga telah dicoba untuk dijadikan tempe dan tahu. “Untuk tahu satu kilo kedelai bisa menjadi tiga kilo tahu,” ujar Zaenal Abidin, Kepala Pusat Aplikasi Teknologi Isotop Radiasi Batan.

Hasil panen kedelai Mutiara 1 tak ubahnya dengan varietas kedelai lokal lain yang memiliki kadar protein 37,7 persen dan kadar lemak 13,8 persen. Kedelai ini sangat cocok untuk produksi tahu dengan rendemen sangat tinggi sampai 373,3 persen. Cocok pula untuk produksi tempe dengan rendemen 193,3 persen. Kedelai varietas lokal justru lebih disukai cita rasanya untuk tahu-tempe ketimbang kedelai impor.

Potensi rata-rata kedelai ini mencapai 4,2 ton per hektar. Varietas baru ini juga tahan terhadap penyakit karat daun dan hama penggerek pucuk. Biji kedelai Mutiara 1 ini dikembangkan dengan teknik iradiasi sinar gamma dengan kekuatan 150 gray dalam keadaan kering.

“Kadar air paling banyak 10 persen supaya bisa disinari,” ucap Harry. Lama iradiasi kedelai sekitar 15 menit. “Iradiasi ini berguna memecah inti sel untuk mendapatkan variasi keragaman genetik,” papar Harry.

Walaupun menggunakan teknik iradiasi, masyarakat tidak perlu khawatir akan terkena efek zat radioaktif karena bibit yang diradiasi adalah bibit induk. “Yang kita makan itu sudah turunan ke-4 dan ke-5, sedangkan yang masih ada efek radiasinya itu hanya sampai turunan ke-2,” ucap Zaenal.

Kedelai Mutiara merupakan varietas keenam hasil pengembangan PPTN Batan. Varietas sebelumnya adalah kedelai Muria, Tengger, Meratus, Rajabasa, dan Mitani. Varietas pertama telah dikembangkan sejak tahun 1987.

Sumber: Kompas

2 Komentar leave one →
  1. Prihananda permalink
    Maret 29, 2011 11:35 am

    Di mana bisa mendapatkan kedelai Mutiara 1 di daerah Yogyakarta dan harganya berapa per kilogram? Terima kasih

  2. faris permalink
    Mei 12, 2011 11:35 pm

    Saya sangat tertarik. berapa 1 kg bibitnya hub. 085233339747

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 591 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: