Langsung ke isi

Virtualizing Gamelan: Aplikasi Komputer Gamelan Virtual Karya Pelajar SMAN 1 Yogyakarta

Oktober 18, 2010

Saat ini, makin banyak warga dari negara asing mempelajari gamelan. Namun, pada saat yang sama, semakin banyak pula generasi muda Jawa meninggalkan seni musik tradisi leluhurnya tersebut. Fakta ironis ini mendasari tiga pelajar SMA Negeri 1 Yogyakarta menciptakan aplikasi komputer gamelan virtual yang disebut “Virtualizing Gamelan.”

Virtualizing Gamelan menyajikan gamelan dalam bentuk aplikasi komputer yang ringkas dan menarik. Tiga penggagasnya adalah Annisa Fitriani (17), Miftah Adiyaksa Luckyarno (16), dan Ninda Frisky Rahmawati (17).

Pada kompetisi penelitian Indonesia Young Scientists (Inays) di Bandung pekan lalu, karya ilmiah ini meraih medali emas di bidang komputer dalam. Karya ini juga menjadi salah satu kandidat untuk ikut International Conference of Young Scientists yang berlangsung di Moskwa, Rusia, tahun 2011.

”Saya lihat teman-teman saya lebih tertarik pada musik klasik Barat atau musik tradisional daripada gamelan. Kalau ditanya alasan mereka sama, belajar gamelan mahal dan tidak praktis. Karena itulah, kami ingin membuat aplikasi komputer yang membuat belajar gamelan menjadi lebih murah dan mudah dipelajari,” kata Annisa di Yogyakarta (13/10).

Annisa mengatakan, pembuatan gamelan virtual juga terinspirasi aplikasi angklung virtual yang sebelumnya dibuat pelajar Bandung, Jawa Barat. Keinginan membuat gamelan virtual semakin kuat ketika mereka menemukan banyak aplikasi gamelan virtual di internet yang telah dibuat warga asing.

”Masak kita malah kalah sama mereka,” kata Annisa menambahkan.

Aplikasi ini menyediakan gamelan dalam versi pelog (gamelan tujuh nada) dengan delapan instrumen, yaitu bonang, gong, gambang, kempul, kenong, gender, saron, dan slenthem.

Menurut Annisa, gamelan virtual versi pelog ini dipilih karena masih jarang. Sebagian besar visual gamelan yang telah ada merupakan versi slendro (gamelan lima nada).

Aplikasi tersebut mempunyai empat menu, yaitu perkenalan gamelan, bermain dengan orang lain, bermain sendiri, dan menu main. Pilihan ”bermain dengan orang lain” memungkinkan permainan dilakukan beberapa orang sekaligus melalui sambungan internet. Pada menu ”main”, pemain dapat berlatih gamelan dengan iringan lagu lancaran ”Kebo Giro” dan lancaran ”Udan Mas”.

Sebelum membuat karya ilmiah ini, Annisa dan Miftah Adiyaksa Luckyarno, yang biasa disapa Yayak, mengaku harus mempelajari seluk beluk musik gamelan. Maklum, keduanya termasuk generasi masa kini yang lebih akrab dengan musik modern. Di antara ketiganya, hanya Ninda yang lumayan dengan musik tersebut karena mengikuti ekstrakurikuler gamelan di sekolah.

Mereka juga merekam setiap nada pada gamelan secara manual di studio rekam. Proses perekaman ini memakan biaya tak sedikit, yaitu mencapai Rp 800.000. Padahal, dana penelitian ini hanya Rp 1 juta.

Pembuatan aplikasi dikerjakan oleh Yayak. Pembuatan dilakukan menggunakan Flash Macro Media dan bahasa pemograman Pascal. Program ini dikerjakan dalam waktu hanya dua bulan mengingat tenggat untuk mengikuti Inays sudah begitu dekat.

”Jadinya memang kurang sempurna karena waktunya memang mepet sekali,” kata pelajar kelas XI itu.

Karena berbentuk aplikasi komputer, ”Virtualizing Gamelan” juga diharap lebih mampu menarik generasi muda saat ini yang memang akrab dengan teknologi informatika dan komputer. Ke depan, aplikasi direncanakan akan diluncurkan di internet sehingga dapat diakses dari seluruh dunia.

Penyempurnaan program masih terus dilakukan. ”Kami berusaha membuat pengodean setiap nada dengan keyboard sehingga mainnya nantinya bisa dimainkan seperti main piano. Rencananya, aplikasi juga akan dilengkapi lirik dan notasi,” kata Annisa.

Yayak pun mempunyai ambisi untuk menyempurnakan ”Virtualizing Gamelan” tersebut. Dia berharap, nantinya akan dapat memasukkan gamelan versi keraton Yogyakarta yang dikenal rumit.

Tidak saja meringkas gamelan, ketiga pelajar ini juga berupaya mendokumentasikan berbagai versi gamelan sehingga nantinya musik klasik Jawa tersebut tetap dikenal oleh masyarakat luas.

Sumber: Kompas

6 Komentar leave one →
  1. nanang permalink
    Oktober 18, 2010 11:35 am

    Kreatif dan top banget. Cepetan diurus hak patennya, nanti diakui orang lain, sekarang lagi musimnya. Teruskan bakatnya dan tetap semangat. Terima kasih.

  2. WILD-ANT permalink
    Desember 1, 2010 11:35 am

    Idenya bagus, tapi saya rasa bagi masyarakat indonesia sendiri (khususnya Jawa) aplikasi ini kurang diminati. Pasalnya aplikasi yang dibuat tersebut, jika memang disukai oleh remaja toh mereka akan hanya pandai bermain gamelan secara elektronik, namun tidak pandai dalam memainkan secara realitanya.

  3. Mas Gandring permalink
    Oktober 29, 2011 11:35 pm

    Ide sangat bagus. lanjutkan! Bentuk kepedulian terhadap kelestarian budaya bangsa yang semakin tersisihkan. Maju Terusss!!!

  4. ANAK PAMONG permalink
    Desember 9, 2011 11:35 pm

    bisa mencoba ndak virtualnya

  5. Februari 27, 2013 11:35 am

    bisa di coba gk???
    ada bedax gk dg Fl Studio 9????
    tolong infonya ya…

Lacak Balik

  1. Tweets that mention Virtualizing Gamelan: Aplikasi Komputer Gamelan Virtual Karya Pelajar SMAN 1 Yogyakarta « Indonesia Proud -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 580 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: