Skip to content

Tarian Anak Gandrang Bulo Goyang Yauza Palace, Rusia

Oktober 27, 2010

Penampilan tari yang dibawakan oleh anak-anak memiliki daya tarik tersendiri. Ada kelucuan dan hiburan dalam melihat polah tingkah mereka, apalagi jika tarian itu diramu secara  profesional.

Hal tersebut terlihat dalam paduan pertunjukkan musik dan tari “Gandrang Bulo” membuat penonton yang memenuhi gedung pertunjukan paling magis yang didirikan tahun 1912 di Moskow ini memberikan applause dengan tepuk tangan panjang.

Penampilan anak anak itu menjadi pertunjukkan utama dalam rangkaian penampilan Budaya Sulawesi Selatan di Rusia yang digelar di Yauza Palace pada 25 Oktober 2010, ujar Councellor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow, M. Aji Surya.

Gandrang Bulo yang merupakan permainan anak-anak di Makassar dan sekitarnya menjadi atraksi yang menarik karena dimainkan puluhan anak kecil yang terlahir di luar negeri dan diiringi pemain musik professional dari Sulsel.

Baju biru, kain sarung sutra dan topi merah menjulang menghiasi anak-anak di bawah 10 tahun yang dengan “pede” nya menyanyi lagu daerah dan menari dengan riang di atas panggung sambil memukul dua bambu pendek yang dibawanya, seolah-olah suara gemertik bambu-bambu itu merupakan petikan gitar yang mengiringi gerak dan suara nyaring mereka.

Dalam penampilan itu empat pemain kendang dimainkan oleh para profesional berfungsi sebagai bas bagi alunan bambu yang membuat suasana yang lebih lengkap. Seolah-olah suara gemertik bambu-bambu itu merupakan petikan gitar yang mengiringi gerak dan suara nyaring mereka.

Sajian selama tujuh menit oleh siswa-siswa kelas satu hingga tiga Sekolah Dasar Sekolah Indonesia Moskow (SIM) itu membuat ratusan penonton girang dan ikut menggoyangkan kaki mereka.

Adegan pertunjukan Gandrang Bulo berakhir dengan tertinggalnya salah seorang dari para penari tersebut di atas panggung. Anak tersebut seolah keasyikan menari sehingga tidak sadar teman-temannya telah pulang ke rumah. “Tidak ada yang lebih lucu dalam hidup ini kecuali anak-anak. Saya suka tarian mereka,” ujar salah seorang penonton.

Menurut Ketua Tim Kesenian Sulsel, Pancawati Baso Mappa, Gandrang Bulo merupakan salah satu andalan dalam pagelaran budaya di empat kota Rusia, selain Rabbana Jepeng, prosesi adat Appasiori Waju, dan simponi kecapi. “Permainan anak ini selain terus dilestarikan karena memang unik dan memiliki daya pikat bagi masyarakat asing,” ujarnya.

Setelah sukses di kota Vladimir peragaan busana dengan bahan sutra Bugis oleh designer Toto Supangat kembali digelar di Moskow dan selanjutnya pertunjukan budaya Sulsel akan digelar di kota santri Rusia, Kazan.

Sumber: Antara, Deplu (KBRI Moskow)

No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.637 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: