Lanjut ke konten

Paduan Suara AMA HKBP Menteng Raih Gold Diploma di 27th Franz Schubert International Choir Competition and Festival, Austria

November 29, 2010

Di bawah derasnya hujan salju yang mengguyur kota Wina, Kelompok Paduan Suara AMA HKBP Menteng yang baru pertama kalinya mengikuti “Franz Schubert International Choir Competition and Festival” ke-27 di Austria pada 28 November 2010 berhasil meraih kemenangan dengan memperoleh penghargaan Diploma Emas (Gold Diploma) Level 2 untuk kategori Koor Pria.

Kompetisi ini diikuti oleh 17 kelompok paduan suara yang berasal dari 15 negara, yaitu Argentina, Armenia, Austria, Brazil, Bulgaria, China, Finlandia, Hungaria, Indonesia, Korea Selatan, Kroasia, Norwegia, Rumania, Rusia dan Singapura. Tim Juri yang menilai peserta, berasal dari Austria, Malta, dan Jerman.

Gedung Konzerthaus Wina, Austria, pada hari itu seolah-olah menjadi saksi bagaimana publik dan penonton Austria dan internasional memberikan applaus dan apresiasi tinggi terhadap penampilan AMA HKBP Menteng  yang sangat memukau dipandu oleh conductor Untung P. Siahaan yang sangat dinamis dan sekali-sekali terlihat jenaka.

Tim Paduan Suara AMA HKBP Menteng yang dipimpin oleh Dany Pasaribu ini merupakan wakil Indonesia untuk pertama kalinya ikut dalam kompetisi internasional yang sudah berlangsung sejak tahun 1984 ini mendapatkan giliran tampil pada 27 November 2010, dengan membawakan nomor Die Nacht (the night) karya Franz Schubert, Sigulempong (lagu daerah Sumatera Utara) dan What Shall I do with the Drunken Sailor.

Pada babak penentuan di hari Minggu, (28/11) mereka kembali tampil dengan penuh percaya diri bersama 6 (enam) kelompok paduan suara lain, dari Kroasia, China, Korea Selatan, Singapura, Hongaria dan Austria yang memperoleh penilaian sangat bagus dari juri dengan membawakan nomor “Soon Ah Will be Done” (lagu spiritual Afro American) dan “Bagi Dia yang Berkuasa” karya Jerry Silangit.

Perjalanan AMA HKBP Menteng ke Wina yang mengambil tema “Koor Ama HKBP Menteng Goes To Vienna” merupakan perjalanan ke luar negeri dalam rangka mempromosikan budaya Indonesia sekaligus memperingati berdirinya paduan suara AMA HKBP Menteng ke-13 pada 23 November 2010 lalu.

Sumber: Deplu (KBRI Wina), interkultur

6 Komentar leave one →
  1. Desember 2, 2010 11:35 pm

    Selamat dan sukses….
    Sebagai sesama Koor Ama di HKBP, saya sgt bangga dan sgt bahagia mengetahui berita besar ini.
    Smg Pemerintah dan HKBP mengapresiasi karya dan pencapaian nilai besar ini.
    Sekali lagi…Selamat, Sukses dan Horas…

  2. Hans permalink
    Desember 3, 2010 11:35 am

    Salut buat koor ama hkbp menteng! Sungguh anugerah luar biasa bagi sluruh umat dan bahkan negara. Penghargaan ini sangat berarti untuk lebih memacu semangat generasi muda untuk berbuat sesuatu yg membanggakan agama dan negara! Tuhan memberkati.

  3. Pdt. Mika Purba permalink
    Desember 7, 2010 11:35 am

    Selamat atas penghargaan yang diterima oleh Punguan Ama HKBP Menteng di Vienna
    Pastinya, kami salut dan bangga. Biarlah Paduan Suara Ama HKBP Menteng terus menjadi berkat bagi bangsa Indoensia, terutama untuk gereja kita HKBP. Teruslah Berkarya, menjadi sukacita bagi banyak orang dan untuk kemuliaan nama Tuhan! Glory to the Lord.

  4. Pdt. Mika Purba permalink
    Desember 7, 2010 11:35 am

    Selamat datang kembali, Punguan Ama HKBP Menteng di Indonesia. Kami menyambut dengan sukacita dan doa syukur kepada Tuhan. All the best for you. God Bless You!

  5. ringo sitorus permalink
    Desember 9, 2010 11:35 am

    Selamat buat Koor Ama HKBP Menteng.
    Luar biasa prestasinya. Sudah go international. Semakin Jaya.
    Mudah2an kami yang muda2 ini semakin bersemangat memberikan yang terbaik buat Tuhan, dunia, dan bangsa ini.
    Tuhan memberkati.

  6. Oktober 18, 2011 11:35 pm

    Selamat buat Koor Ama HKBP Menteng atas keberhasilannya di “Franz Schubert International Choir Competition and Festival” Saya bangga sekali dengan keberhasilan ini semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya HKBP, untuk lebih memacu kita untuk berprestasi, tidak hanya di Indonesia tapi di masyarakat Dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.235 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: