Skip to content

Kartika: Hovercraft Buatan TNI-AD

Februari 21, 2011

TNI-AD telah mampu menciptakan hovercraft sendiri. Hovercraft ini merupakan hasil karya Litbang Bekang TNI AD yang bekerja sama dengan Kabindo dan PT Sri Rejeki Isman, dan diberi nama Kartika. Hovercraft Kartika pernah dipamerkan di pelataran display statis depan Hall pameran Indo-Defence 2010, pada 10-13 November 2010 lalu.

Hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Kendaraan ini dapat berjalan di atas lumpur, air maupun daratan dengan membawa beban yang cukup berat. Karena tidak adanya kontak langsung antara hovercraft dan permukaan daratan atau air, maka hambatan yang terjadi kecil sehingga hovercraft dapat melaju dengan kecepatan tinggi.

Berbeda dengan Landing Craft Air Cushion (LCAC) yang digunakan marinir AS, Kartika menggunakan struktur material sandwich composite pada lambungnya dan open loop dengan Finger Skirt pada bantalan craft-nya.

Digerakkan oleh 2 buah mesin diesel berkekuatan 330Hp dengan thrust engine 2x502Hp, hovercraft ini ditengarai mampu dipacu hingga kecepatan 20-25 knot (cruising speed) dengan endurance 7 jam. Muatan maksimum yang bisa diangkut hingga 3 ton, sehingga sanggup membawa 1 mobil truck 3/4.

Hovercraft Kartika ini memiliki dimensi panjang 14,2m, lebar 7m dan tinggi 3,1m. Untuk propeller menggunakan variabel pitch control dengan sistem belt transmision, sedangkan daya angkatnya (lifter) dan pengendalinya memakai sistem centrifugal fan yang terhubung dengan hydraulic motor.

Fungsi utamanya untuk mengangkut pembekalan TNI. Tapi Hovercraft ini juga bisa dimanfaatkan untuk misi kemanusian, misalnya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Hovercraft ini juga mampu menerjang ombak dengan ketinggian 1,2 meter dan mampu beroperasi hingga 7 jam, dengan bahan bakar 1,2 ton Solar, juga masih mampu menerjang ombak di atas ketinggian tersebut.

Mengenai daya angkut Hovercraft Kartika dapat mengangkut beban 5,5 ton. Meski dalam spesifikasinya tertulis 3 ton, namun itu juga masih dapat ditambah.

Sumber: ditbekangad, DefenseStudies

7 Komentar leave one →
  1. Wayne Coutts permalink
    Maret 9, 2011 11:35 am

    Interesting, was this designed by the Army or by PT. Kabindo. I ask this as we were tender’s for an Indonesian Army contract to build 4 hovercraft to carry 20 tonne each.

    The contract dragged out for 18 months, during this time we flew to Indonesia from Australia and educated the Indonesian Army on design and build techniques for just such a hovercraft, albeit a bit larger. Anyway I have all original design drawings for a hovercraft that looks just like this one. Original designs go back to before 2009.

    Just goes to show what can happen when you educate someone and not get paid for doing it, we loose a contract, educate the army and they do it themselves.

    • Dicka Oky permalink
      Maret 17, 2011 11:35 am

      @Wayne Coutts : Actually, we also tender too at the same time with you, with different design (our original design of course). And until now, they don’t determine who is the winner.

      The Kartika Hovercraft is not a continuation from that tender.

      I just want to know, are you sure you educated the Indonesian Army to design and build a hovercraft? I don’t think so, because before this, we’ve been designing and producing many types of hovercrafts. We are not the Army, we’re just a group of peoples who want to develop Indonesian hovercraft industry, and more of 15th years we working on it.
      “Hovercraft Indonesia” on youtube as one example of proof our existential.

      Regards

  2. Febri permalink
    Januari 12, 2012 11:35 am

    Sekedar sharing…demi pencerahan

    • Aoki Ryanto permalink
      Januari 16, 2012 11:35 am

      @Febri : Terus terang saya tidak mengenal anda maupun Basri Hasan yang menulis artikel tersebut, tapi terus terang ..SEMUA YANG DUTULISNYA ADALAH BENAR..!!!

      Sampai saat ini Tim Hovercraft yang dari awal personil ya itu2 saja (meskipun dengan bendera perusahaan yang berbeda-beda), masih terus BERJUANG dan BERUSAHA agar kami selaku engineering hovercraft di Indonesia (yg notabene adalah Putera Bangsa) masih dapat meneruskan dan mengembangkan Hasil Karya Kami…

      Nafas dan kesabaran memang ada batasnya, semoga “tunas” semangat ini akan “berbuah” suatu saat nanti, dan semoga “MENTAL BURUK” mayoritas para pejabat birokrat maupun teknokrat negeri ini dapat menjadi POSITIF.., some day..(hopefully)..

      Salam.

  3. Oktober 6, 2013 11:35 am

    MERDEKA

  4. Adolf permalink
    Desember 20, 2013 11:35 am

    halah……..faktanya prajurit tni-ad yg berpatroli di sungai rawa daerah perbatasan RI-png saja tidak difasilitasi dengan hovercraft. malah mereka harus menyewa kapal kayu kecil milik penduduk asli setempat. padahal sungai rawa di perbatasan RI-png itu banyak rumput alang-alangnya & banyak buaya muaranya. jadi sulit menggunakan kapal bermotor biasa.
    Tolong dong kalau tni nanti membeli hovercraft harus ditempatkan di sungai rawa.

Trackbacks

  1. Hovercraft Kartika « e-Okta Yoga

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.573 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: