Lindarti Purwaningsih: Doktor Nano Technology Max Planck Institut Asal Sragen
Di sebuah tempat terpencil, sekitar 20 km utara kota kabupaten Sragen, hidup seorang wanita Indonesia pertama pemegang gelar doktor (Dr) dari Max Planck Institut di Jerman dalam bidang nano technology.
Wanita itu adalah Lindarti Purwaningsih, yang berdomisili di Dusun Sendangrejo RT 20 RW 7, Desa Jati, Sumberlawang, Sragen.
Salah satu penelitian wanita yang baru saja genap 30 tahun ini adalah tentang alat diagnosa kanker.
“Alat diagnosa kanker tersebut memanfaatkan hasil teknologi nano yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, sehingga hasil diagnosanya sangat akurat,” ujar Lindarti.
Teknologi Nano adalah teknologi yang mengembangkan pembuatan berbagai alat dengan ukuran sangat kecil, yakni 10.000 mm, dengan kemampuan sangat besar dan luar biasa.
Contoh pemanfaatan teknologi nano adalah kamera yang dimasukkan ke pembuluh darah sehingga mampu mendeteksi penyakit. Contoh lainnya, alat pengintai dengan ukuran sekecil lalat, namun mampu memberikan informasi yang besar.
Dengan demikian, keberadaan teknologi nano bisa digunakan dalam segala bidang baik kesehatan, pendidikan, alat tempur, maupun kepentingan lainnya.
Lajang yang menyelesaikan S1 dan S2 nya di program studi (prodi) Ilmu Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan, dia juga kini mengembangkan alat anti pantul terhadap sinar memanfaatkan teknologi nano. Alat tersebut diharapkan mampu menyerap sinar seperti matahari.
“Penelitian itu kini dalam proses mendapatkan hak paten. Prosesnya memang panjang,” tutur anak ketujuh dari sembilan saudara pasangan Purwoadmojo-Sumarti ini.
Lulusan SD Jati, Sumberlawang, Sragen itu melanjutkan, karena ilmu yang diperolehnya belum bisa dipraktikkan di Indonesia, dia terpaksa akan kembali ke Jerman untuk melanjutkan penelitiannya.
Di Indonesia memang belum ada wadah penelitian yang memadai bagi para ilmuwan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun masih terbatas pada riset saja.
“Saya ingin mencari wadah bagi ilmu saya ini di Indonesia. Hanya saja, biaya penelitian sangat besar. Maka untuk mewujudkan hasil ilmu, saya terpaksa harus kembali ke Jerman,” ujar Lindarti pasrah.
Kakak kandung Lindarti, Setyo Budiyarto, menambahkan, sebenarnya gelar doktor yang dicapai Lindarti bukanlah satu-satunya hal yang harus terus dibanggakan.
Namun, hasil tersebut diharapkan mampu memacu warga Sragen maupun Indonesia untuk mampu mengejar pendidikan setinggi-tingignya tanpa harus takut dan ragu kendati mereka dari desa terpencil.
“Niat yang tinggi dan tekad yang keras, akan membantu kita mencapai ilmu meski kita dari desa. Selain itu, tidak harus masuk sekolah elit atau mahal. Selama ada sekolah di desa, pendidikan yang diiginkan akan tercapai, “ kata lulusan ITB ini menandaskan.
Sumber: OkeZone.com, mf.mpg.de




















Luar biasa, PR besar bagi pemerintah Indonesia untuk menampung para pakar agar bisa mengembangkan ilmunya untuk negara kita.
Ilmuwan di negara Indonesia cukup langka, tapi saya melihat/mendengar banyak ilmuwan yg patah arang dengan tidak adanya dukungan di negara ini.
Makasih udh menambah wawasan.
Anak – Anak SMK Pelita Bangsa Sumberlawang harus terinspirasi dengan Ibu Lindarti Purwaningsih, Sumberlawang mampu menorehkan tinta emas untuk menuliskan prestasi yang luar biasa.
SMK Pelita Bangsa Sumberlawang sebagai embrio yang terlahir tidak normal, telah tumbuh menjadi anak ajaib dan nantinya akan menjadi profesor – profesor luar biasa….amin.
Guru Mapel Matematika
Sri Kusnanto, S.T.
Lulusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta
Kemenangan ini adalah untuk warga sragen terkhusus keluarga besar Purwoatmodjo sunarti yang hanya wong ndeso tapi menjadi wong negoro artinya dari desa memimpin negara salam kebahagiaan dan kemerdekaan jaya binangun indonesiaku berkibarlah garudaku !!!!!
Hebat memang indonesia itu kaya raya
Saya ucapkan selamat buat mbak lin maju terus. Terima kasih sudah ngangkat negara Indonesia ini dan makasih sudah bawa Desa Sendang Rejo, kampung kita ini.
Selamat buat mbak lin, dusun sendang rejo dan SDN Jati 1
boleh minta alamat email atau blog pribadi bu Linda P? saya ingin berdiskusi lebih lanjut untuk penelitian dibidang nano teknologi. (agung, pengajar)