Skip to content

Andre Valentino: Sepatu Indonesia yang Pimpin Pasar Sepatu Moccasin Dunia

Februari 25, 2011

Marga Singgih

Perancang sepatu dan tas asal Italia, Sergio Rossi, punya kalimat bijak, “Sebagai alas kaki, sepatu juga menyempurnakan penampilan.” Namun, di mata Marga Singgih, General Manager Andre Valentino Shoes, Andre Comfort Shoes, dan Studio Nine Shoes, sepatu tak hanya bermakna sebagai alas kaki.

“Sepatu itu seperti ayunan langkah kehidupan. Sepatu melengkapi penampilan seseorang dalam setiap kegiatannya. Ke kantor, undangan, acara santai, atau saat di rumah. Setidaknya, tiap orang memiliki empat pasang sepatu,” kata pria yang biasa disapa Marga ini.

Pria yang meretas karier panjang di label lokal–tapi orang sering salah dan kecele menyangka produk sepatunya berasal dari luar negeri–ini mengaku bangga atas anggapan orang yang keliru. Dia berterus terang bahwa pada awalnya produk tersebut memang terkenal justru di Singapura dan Malaysia.

“Produk kami memang beredar di sana terlebih dulu. Lalu menjadi incaran serta kebanggaan pencinta belanja di sana, termasuk warga Indonesia yang suka bepergian dan belanja. Mereka kepincut, lalu menyangka impor,” kata pria yang sering disangka pemilik label ini. “Padahal, saya cuma pegawai, ya orang kedualah,” ucapnya terbahak sambil menyebutkan, pemiliknya adalah William Jong dan Ayu Puji.

Produk sepatu asli Indonesia “Andre Valentino”, yang mampu memberikan kesan buatan Italia, kewalahan memenuhi permintaan pasar regional Asia dan dalam negeri. Boleh jadi anggapan orang yang menyangka produknya impor benar, karena melihat kemasan, kualitas, model, kampanye, dan tagline yang diusungnya, yakni chic & comfortable serta when ever you go, sangat pas mengesankan label impor.

Di dunia alas kaki, produk Andre Valentino (AV), Studio Nine (SN), dan Andre Comfort (AC) sejajar dengan label seperti Schol, Hush Pupies, Clark, Ever Best, Charles & Keith, VNC, Rohde, dan Kiekers. “Strategi pasar kami berhasil. Pertama, kami mencoba uji nyali kekuatan di luar. Ternyata sukses, lalu masuk ke Indonesia hingga berhasil seperti sekarang.”

“Perkembangan positif itu bukan hanya oleh faktor nama merek yang mampu memberikan kesan keitali-italian, tetapi lebih karena adanya jaminan kualitas dan model yang mampu memenuhi kebutuhan pasar,” kata General Manager PT Cipta Sumber Sejahtera ini.

Produsen sepatu kasual dan resmi buatan tangan asal Tangerang dan kantor di Jakarta itu dihadapkan keterbatasan tenaga perajin yang memerlukan pelatihan bertahun-tahun sehingga tak bisa menaikkan produksi sesuai permintaan pasar.

Marga menjelaskan, usaha tersebut dirintis sejak 1993 dengan langsung mencoba pasar di Singapura. Kemudian merambah Malaysia pada 1995 dan baru dipasarkan untuk segmen kelas atas Indonesia pada 1996. “Awalnya kami hanya membuka toko di Sogo, Jakarta. Kini merambah berbagai kota di Jawa dan Bali hingga Banjarmasin, Balikpapan, Medan, Palembang, dan Bandar Lampung,” ujarnya.

Dia menyebutkan, banyak perusahaan di Indonesia mencoba strategi membangun pasar seperti yang diterapkan Andre Valentino, tetapi gagal karena persaingan pasar di Singapura sangat ketat. Dengan jaminan kualitas dan model produk terkini, Andre Valentino dikenal dan diminati konsumen Singapura, kemudian Malaysia, dan kini merambahVietnam, Jepang, Kepulauan Mauritius, Korea, Filipina, hingga Hongkong.

Menurut Marga Singgih, perusahaannya mempekerjakan 300 perajin sepatu dengan produksi rata-rata satu pasang per orang atau 300 pasang per hari. Proporsi produknya 65 persen untuk wanita, 25 persen pria, dan hanya 10 persen segmen anak-anak. Produksi yang dipasarkan di dalam negeri terus meningkat, kini mencapai 8.000 pasang per bulan, dengan harga sekitar Rp 900.000 hingga Rp 1,7 juta per pasang.

Moccasin: World Market Leader

Di dunia alas kaki, label grup AV menjadi leader yang sangat diperhitungkan dari sisi desain dan bahan. Produk jenis moccasin menjadi produk sepatu unggulan terbaik di antara produk sepatu berjenis sama.

“Andre Valentino telah menjadi leader yang sangat diperhitungkan di dunia alas kaki, terutama disain dan bahan sepatu untuk moccasin yang selalu menjadi produk unggulan di antara semua produk sepatu terbaik, jenis yang sama,” ucap William Jong, Product Executive Andre Valentino.

Sepatu moccasin awalnya dibuat oleh suku Indian Amerika Utara untuk digunakan berburu, mengembara dan berdagang. Namun kini dengan desain Andre Valentino, sepatu moccasin polos layak dikenakan untuk ke kantor namun memungkinkan untuk dikenakan untuk berbagai kesempatan. Padukan moccasin dengan jins dan kaos atau kemeja berbahan flanel untuk melengkapi gaya kasual Anda.

Sumber: Kompas, TEMPOinteraktif, MediaIndonesia

4 Komentar leave one →
  1. Agustus 23, 2011 11:35 am

    Mantap ya sepatu mocassin. Saya juga suka model sepatu jenis ini, supaya produk dalam negeri bisa maju dan memajukan bangsanya sendiri.

  2. wahyu Ratna permalink
    Februari 26, 2012 11:35 pm

    sy penggemar produk andre maupun studio nine, sayang di yogya sdh tutup, tp sy masih dapatin kl pas ke semarang, bandung, jakarta, atau surabaya. masalah sy sekarang salah satu sandal favorit sy ujung haknya lepas, pertanyaannya bisakah di repair, kl bs ke mana?tk

  3. Januari 22, 2013 11:35 am

    Saya suka sepatu Moccasin, sepatu klasik dengan model yang simple

Trackbacks

  1. produk unggulan « Blog Archive « ekha99

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.432 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: