Skip to content

Film Suku Bajo Raih Penghargaan Honorable Mention dari Global Film Initiative

April 27, 2011

Film The Mirror Never Lies yang mengangkat kisah Suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, meraih penghargaan Honorable Mention dari Global Film Initiative pada 14 April 2011.

Penghargaan Honorable Mention diperoleh berdasarkan kriteria penyajian artistik, alur cerita, dan perspektif budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Film tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Wakatobi, organisasi konservasi World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia dan rumah produksi SET Karya Film.

Film ini mengajak penonton untuk mengenal kehidupan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan keindahan terumbu karang Indonesia. Wakatobi merupakan bagian dari The Coral Triangle yang menjadi rumah bagi 750 spesies karang dari total 850 spesies di dunia.

Film The Mirror Never Lies bukanlah film dokumenter, tetapi film drama keluarga yang dikemas dalam sebuah pendekatan metafora untuk menciptakan kecintaan publik terhadap laut Indonesia. “Ini film cerita, bukan film dokumenter yang mengangkat tema kelautan,” jelas Garin Nugroho, salah satu produser film ini.

Film itu juga diproduseri Nadine Chandrawinata dan dibintangi Atiqah Hasiholan, Reza Rahadian, dan tiga anak suku Bajo Wakatobi, Gita Novalista, Eko, serta Zainal.

Film itu menceritakan sosok anak perempuan suku Bajo, Pakis (Gita). Dia kehilangan ayahnya yang sedang melaut dan Pakis berusaha mencari keberadaan sang ayah. Sebaliknya, sang ibu (Atiqah) lebih pesimis dan realistis dalam menghadapi kenyataan. Disitulah terlibat konflik antara mereka terjadi.

“Ini cerita pencarian diri dan harapan seorang anak yang ditinggal ayahnya, yang hilang di laut,” kata Kamila Andini, sang Sutradara.

“Ini merupakan film pertama saya, setelah melewati proses pembuatan selama 3 tahun,” kata Kamila saat peluncuran gala premiernya di XXI, FX Life Style, Jakarta pada 26 April 2011. Sebelumnya ia sudah menghasilkan berbagai karya berupa video klip dan FTV.

“Ide film ini terinspirasi dari keadaan laut kita dan saya juga sebagai salah satu pencinta laut ingin mengangkat tentang kebudayaan Suku Bajo,” kata Kamila. “Suku Bajo adalah pelaut andal dan lingkungan tinggal mereka di kawasan terumbu karang,” katanya.

Kamila dan Garin

Kamila dan Garin

Garin Nugroho mengatakan film ini akan mengingatkan penonton tentang kebudayaan laut di daerah tersebut terlebih Indonesia adalah negara maritim.  “Ini tentang kisah mereka yang hidup mengikuti laut. Laut memberikan kabar dengan caranya sendiri, inilah yang terpenting dari film ini,” kata Garin.

Film ini membutuhkan waktu lebih dua tahun untuk penyelesaiannya. “Butuh lebih dua tahun proses pembuatannya karena banyak keputusan  yang diambil dan harus melakukan riset, sedangkan dokumentasi tentang Suku Bajo sangat sulit didapat. Selain itu proses syuting juga terkendala cuaca,” kata Kamila.

Ia mengemukakan, film tersebut merupakan film keluarga yang mengangkat kearifan lokal Suku Bajo melalui kehidupan sehari-hari dan budayanya. Film tersebut rencananya tayang perdana di berbagai bioskop di lima kota termasuk nonton bersama masyarakat di Wakatobi. Selain itu, sudah ada beberapa negara yang memesan untuk penayangan film itu di antaranya Australia, India, Hong Kong, dan Malaysia.

para pendukung foto bersama

Direktur Marketing dan Komunikasi WWF-Indonesia, Devy Suradji, mengharapkan, melalui The Mirror Never Lies semakin banyak pihak memberi perhatian lebih untuk menjaga kekayaan hayati di kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia itu.

“Ini merupkan film WWF pertama yang bukan dokumenter, alasan mengangkat Suku Bajo di Wakatobi karena mereka yang paling siap meskipun sebenarnya WWF ingin mengangkat semua kebudayaan dan kekayaan hayati di daerah lainnya,” kata Devy.

Sumber: Antara, entertainment.kompas.com

4 Komentar leave one →
  1. Agustus 14, 2011 11:35 am

    Saat kecil saya pernah diajak ortu bertamu ke rumah kenalan suku bajo. Kehidupan mereka yg tengah lautan seolah2 berada di dunia tersendiri. Saya ingat sementara ortu berbincang2 dgn mereka, sy sendiri sibuk memperhatikan air laut dibalik lantai rumah bambu mereka. Tak ada penerangan. Tak ada televisi. Mereka hidup dengan penuh kesederhanan dan kearifan. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

  2. Oktober 19, 2011 11:35 am

    Saya seorang anak suku Bajo yg sekolah di Kupang. Saya sengaja sekolah jauh” krn cita2ku untuk menjadikan suku Bajo dpt diangkat tinggi di tengah masyarakat Indonesia karena sdh bnyk dr suku Bajo mnjadi sukses, salah satunya kakak sepupu saya sekarang dia sukses bisnis di bali dng menjual bnyak brg unik dan di intrnasional. Dan juga paman saya menjadi dosen di UGM jogja, dan masih bnyk anak anak bajo lainnya. Cita2 saya mnjd presiden dan setinggi-tingginya.

  3. Xandariah permalink
    Desember 25, 2011 11:35 am

    Salam Bajau dari Malaysia…
    Sebenarnya bangsa Bajau itu sudah lama jauh mencapai kemajuan dan berprofesi pejabat, doktor, saintis, peguam, ahli politik, semestinya sebagai guru-guru di sekolah dan sebagainya. memang ada Bajau yang hidup di laut. Justeru itu, jangan melihat bangsa Bajau itu hanya tinggal di lautan, malah ada yang tinggal dan bermukim berabad lama di kaki gunung, pedalam, hutan, sungai dan sebagainya. pekerjaannya bukan hanya sebagai nelayan, Bajau juga berprofesi sebagai petani, peternak, bercucuk tanam, pakar pertukangan, pakar teknologi, dan sebagainya…dan yang sudah berjaya menebusi Universitas Oxford dan Harvard. malah kebanyakan bangunan yang megah di negeri Sabah ini dibina dan dibangunkan oleh suku kaum Bajau. Proud to be Bajau.

  4. basyar permalink
    Juli 14, 2012 11:35 am

    bagaimana cara mendapatkan film the mirror never lies

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.586 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: