SMP Labschool Jakarta Raih The Best Performance & The Best Participation pada International Bodrum Folkdance Festival di Turki
Kontingen Indonesia yang diwakili oleh SMP Labschool Kebayoran, Jakarta, berhasil meraih 2 penghargaan, yakni “The Best Performance” dan “The Best Participation” pada International Bodrum Ortakent Yahşi Folkdance Festival di kota Bodrum, Turki yang diselenggarakan pada 13-18 September 2011.
Penghargaan tersebut diterima kontingen Indonesia dalam acara penutupan festival pada Sabtu malam (17/9) waktu setempat atau ahad (18/9) dini hari WIB. Festival seni budaya internasional tersebut diikuti belasan negara.
Kontingen SMP Labschool Kebayoran yang beranggotakan 22 murid dalam festival itu menyajikan beragam pertunjukan seni dan budaya Indonesia dan selalu mendapat sambutan hangat hadirin saat menampilkan kebolehan mereka.
Tarian yang mereka persembahkan antara lain, Tari Lenggang Nyai, Tari Giring-Giring, Tari Saman dan Tari Piring yang diiringi oleh musik tradisional Indonesia.
“Semua tarian itu mencuri perhatian publik, terlebih lagi Tari Saman yang energik disambut hangat penonton dengan tepuk tangan meriah,” tutur Afrizal Akmal dari unsur orang tua murid SMP Labschool Kebayoran.
Panitia festival menyatakan sangat puas dengan penampilan dari para penari dan pemusik dari Indonesia serta meminta mereka untuk dapat melakukan pementasan tambahan di luar acara festival di kota Didim Belediyesi, sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Bodrum.
Media massa setempat juga memuat berita meriahnya penampilan kontingen Indonesia tersebut. Bahkan, beberapa kontingen negara lain meminta kontingen Indonesia untuk memberikan pengenalan tari-tarian dan alat musik yang dibawakan dan sempat dilakukan kolaborasi dadakan secara bersama.
Kepala Sekolah SMP Labschool, Ukim Komarudin, MPd, dalam sambutan pelepasan kontingen pada 12 September, mengemukakan bahwa kegiatan tari dan musik tradisional di sekolah itu merupakan salah satu aktivitas ekstra kurikuler yang sangat aktif.
“Kegiatan penampilan tari dan musik tradisional itu selain dilakukan untuk mengisi acara-acara internal sekolah, juga di luar sekolah seperti mengisi kegiatan UNESCO, Lembaga Pertukaran Budaya dan di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.” katanya
Selain itu, mereka ikut pula kejuaraan tari di Jakarta dan kegiatan pertukaran pelajar, baik antar propinsi maupun dengan negara lain seperti “Sister School Program” di Sydney dan Melbourne, Australia.
Menurut Dina Bayundani, Ketua Tim Orang Tua Murid SMP Labschool Kebayoran, keikutsertaan festival di Turki ini merupakan salah satu kontribusi untuk memperkenalkan budaya seni tari dan musik Indonesia di dunia Internasional.
Disebutkan, pendanaan kontingen pimpinan Wahyudi Sumantoro ini diperoleh dari swadaya sekolah dan sumbangan dari para orang tua murid serta dukungan dari para sponsor setelah berkoodinasi dengan Instansi terkait, seperti Kementerian Budpar dan KBRI Ankara.
KBRI Ankara menyampaikan apresiasi kepada kontingen SMP Labschool Kebayoran yang telah berupaya melakukan penampilan terbaik, sehingga nama negara dan budaya Indonesia lebih dikenal oleh masyarakat Turki dan di mata dunia.
Usai festival di Kota Bodrum, Kontingen SMP Labschool Kebayoran bertolak ke Istanbul pada 18 September 2011 untuk melanjutkan kegiatan study tour selama tiga hari di kota perlabuhan bersejarah tersebut. Selama di Istanbul, kegiatan akan mencakup kunjungan ke situs-situs kebudayaan dan beberapa kegiatan city tour.
Dengan kegiatan studi tour ini diharapkan agar para siswa-siswi SMP Labschool Kebayoran selain mengemban misi sebagai duta bangsa Indonesia, juga memahami kebudayaan Turki, salah satu negara sahabat erat Indonesia itu.
Sumber: AntaraNews.com



















Kunjungan dan komentar balik gan. Sekalian tukaran link.
salam persahabatan
Salam persahabatan..tolong informasikan yang penting biar kita bisa sharing. thanks.
Biar kita bisa go international akan kebudayaan yang kita miliki.