Skip to content

Albertha Aceng Dani Setyawan: Gitaris Tanpa Tangan yang Meraih The Best Bass Player & Masuk Rekor MURI

September 23, 2011

Albertha Aceng Dani Setyawan alias Aceng. Laki-laki yang lahir tanpa tangan ini memiliki banyak talenta. Mulai dari menjalankan aktivitas kesehariannya, bermain alat musik seperti gitar, bass, dan drum, bahkan menyetir mobil standar tanpa modifikasi. Semua aktivitas dilakukannya seperti manusia normal.

Ketika melakukan banyak hal, Aceng menggunakan kedua kakinya sebagai pengganti fungsi tangan. Kelincahannya menggunakan kaki sudah dilatih Aceng sejak masih kanak-kanak.

Untuk menyetir mobil misalnya, mulai dari membuka pintu, menginjak pedal, memutar kunci, memasukkan gigi porsneling, memegang kemudi, seluruhnya dilakukan dengan kaki. Sungguh menakjubkan. Kemampuan menyetir mobil, Aceng kuasai sejak tahun 2002, setelah sebulan belajar. Jarak menyetir terjauh yang pernah dilaluinya hingga kini adalah dari Solo menuju Wonosobo, Jawa Tengah.

Meski Aceng mampu mengendarai motor dan mobil menggunakan kaki, tetapi tak lantas membuatnya mudah mendapatkan Surat Ijin Mengemudi atau SIM.

Pelecehan dan cemooh yang ia terima sejak kecil, tak menjadikan pria beranak satu ini patah semangat, minder, atau rendah diri. Justru ejekan dan padangan meremehkan dari orang-orang normal membuatnya menjadi lebih bersemangat untuk membuktikan kemampuan dan prestasinya.

Kepiawaiannya bermain gitar dengan menggunakan kaki telah membuat Aceng mendapatkan Penghargaan MURI. Festival musik jalanan di tahun 2004 yang pernah ia ikuti, bahkan menjadikan Aceng berhasil meraih gelar the best bass player se-Wonosobo.

Otodidak

“Kemampuan bermain musik dan menyetir mobil saya peroleh secara otodidak. Saya siap mengendarai mobil dari Wonosobo-Jakarta, Karena tahun 2006 lalu saya sudah mencoba menyetir mobil dari Wonosobo- Solo pulang pergi. Mobil yang digunakan mobil biasa, bukan yang khusus untuk orang cacat,” ujarnya.

Menurut suami Ny. Irawati ini, walaupun tidak memiliki dua tangan ia tidak akan mengalami kesulitan mengendarai mobil. Teknisnya, kaki kanan akan memegang setir dan persneleng. Sedang kaki kirinya khusus memegang peralatan kendaraan yang ada di bawah, seperti gas, rem dan kopling.

Aceng mengaku apa yang dilakukannya untuk menunjukkan kepada publik bahwa orang defabel atau cacat fisik mempunyai keahlian. Ia berharap kaum defabel tidak harus tersingkir dan bisa hidup dengan masyarakat umum. Ia bertekad melalui kerja nyata bisa menaikan harkat para penyandang cacat.

Sumber: Kick Andy.com, jelajahunik.blogspot.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.464 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: