Lompat ke isi

Ainun Chomsun: Inisiator Akademi Berbagi, Gerakan Berbagi Ilmu Secara Gratis

Januari 29, 2012

Ainun Chomsun di indonesiaproud wordpress comDalam Islam, salah satu amal jariyah, yaitu amal yang akan terus mengalir pahalanya meskipun yang bersangkutan sudah wafat, adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu tersebut disebarkan kepada banyak orang dan digunakan untuk kebaikan di dunia maupun di akhirat. Salah satu gerakan di Indonesia untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat itu diinisiasi oleh Ainun Chomsun.

Keinginan Ainun Chomsun memperdalam ilmu periklanan menjadi kunci pembuka gudang ilmu bernama Akademi Berbagi, sebuah gerakan berbagi ilmu cuma-cuma kepada siapa saja yang mau belajar.

“Waktu itu saya memberanikan diri menyapa salah satu tokoh advertising, Bapak Subyakto. Beliau itu CEO Hotline. Lalu saya bertanya pada beliu, Pak saya ingin belajar copy writing. Kalau belajar di mana ya? Lalu sama beliu langsung dijawab. Padahal saya tidak kenal sebelumnya. Dia bilang, saya mau ngajarin, asalkan kamu kumpul 10 orang,” ujar Ainun Chomsun, inisiator Akademi Berbagi.

akademi berbagi di indonesiaproud wordpress comPerkembangan media sosial yang sangat pesat membantu pertumbuhan gerakan yang didirikan wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 39 tahun lalu itu. Berawal dari sebuah kelas di Jakarta pada Juli 2010, kini Akademi Berbagi sudah tersebar di 23 kota di Indonesia dan Singapura. Lebih dari 100 relawan dan lebih dari 1.500 orang anggota bergabung di dalamnya.

Salah satunya di Kota Depok, Jawa Barat, menggelar kelas dua minggu sekali, yang sedang mengangkat tema Menulis Buku Dalam 30 Hari.

“Ternyata masih banyak kok orang baik di negeri ini. dulu orang bilang, belajar mahal, apa-apa mesti bayar. ke toilet aja bayar. Tapi ternyata banyak kok guru yang mau mengajar dan tidak dibayar. Dan itu bukan guru sembarangan lho,” kata Ollie, penulis buku.

Ollie percaya, jika sering berbagi, dirinya juga akan mendapat lebih banyak dari situ. Selain bisa dapat pelajaran baru, juga memperoleh pengalaman baru.

Materi yang disampaikan guru dengan semangat berbagi dari hati langsung dirasakan para peserta. “Selama ini saya blogger. Sering menulis tidak terstruktur dan tidak pernah terpikir menuliskan sesuatu untuk media yang lain, yang lebih serius, dalam hal ini buku. Sesudah ini saya akan terpicu untuk menantang diri sendiri menulis sebuah buku,” kata Bradley Marlissa, peserta.

Di tiap kota, Akademi Berbagi memiliki seorang relawan yang ditunjuk sebagai kepala sekolah. Dia juga bertugas mencari guru, mencari tempat, dan menyusun jadwal kelas.

“Di setiap kelas itu tradisi kita adalah berbagi dengan live tweet. Atau setelah kelas teman-teman membuat artikel, blog, kemudian bisa dibagi melalui social media,” ungkap Dhanasmoro Brahmantyo, Kepala Sekolah Akber Depok.

Pendaftaran kelas Akademi Berbagi ternyata tak sulit. Menurut Astrid Sipayung, pendaftaran bisa melalui website. “Awalnya tahu dari twitter. Itu juga ketemunya tidak sengaja. Terus menurut aku, kenapa enggak. Ini kan kelas gratis dan pembicaranya juga lumayan terkenal dan memang andal di bidangnya. Lalu aku coba daftar aja. daftarnya juga tinggal hanya masuk ke website Akademi Berbagi. Cari yang kita mau, lalu tinggal daftar deh. Mudah banget. Tapi kalau kita kalah cepat, kelasnya sudah penuh,” ujar Astrid.

Akademi Berbagi telah meraih sejumlah penghargaan dari beragam instansi. Ainun pernah mendapat penghargaan sebagai Digital Community Leader dalam Bubu Award tahun 2011. Dia juga termasuk dalam One Hundred Young Women Netizen dari Marketeers 2011. Single parent dan ibu dari Haiqa Matahati ini berharap, ke depan komitmen kuat bukan hanya milik guru dan relawan.

“Kalau dia sudah daftar, berartikan sudah menjadi murid. Kalau pendaftaran sudah ditutup, orang lain kan gak bisa. Tapi kalau dia tidak hadir, berarti kursi itu kosong. Ini kasihan (calon peserta lain), soalnya yang waiting list masih ada. Itu yang menjadi kendala,” tambah Ainun.

Dalam waktu dekat, Ainun yang berprofesi sebagai Social Media Director di sebuah agen periklanan di Jakarta berniat untuk pertama kalinya mengumpulkan semua relawan Akademi Berbagi dari seluruh kota dalam Local Leadership Days.

Sumber: liputan6.com

3 Komentar leave one →
  1. Januari 29, 2012 11:35 am

    Di daerah Kalsel, khususnya bjb…ada gak ya? Pengen ikut sebenarnya, apalagi untuk informasi terkini agak masih susah di dapat meskipun ipteknya sudah berkembang pesat. Cuman segelintir orang saja yang memahaminya dan saya masih ingin sangat belajar.

  2. Januari 29, 2012 11:35 am

    Masya Allah…benar benar mulyo apa yg telah di berikan oleh Ainun Chomsun. Apa dia adiknya Ainun Najib bukan yo? Semoga akademi berbagi ini hadir di bandung dan pasti saya akan jadi peserta pertamanya ya.. semoga di Bandung sudah dibuka pendaftarannya ya…

  3. Januari 29, 2012 11:35 pm

    Reblogged this on Indonesia Mengangkasa.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 260 pengikut lainnya.