Parlemen Belgia Pakai Mebel Indonesia
Mungkin hal ini terlihat lucu, di saat para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sibuk melengkapi kenyamanan duduk di ruang kerja Badan Anggaran (Banggar) dengan kursi buatan Jerman seharga Rp 24 juta, di Parlemen Belgia kursi para anggota parlemennya justru menggunakan produk Indonesia.
“Ketika saya mengunjungi Belgia, kursi parlemennya justru pakai produk Indonesia. Mebel kita di sana malah diakui kualitasnya bagus,” kata Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Ambar Tjahyono, kepada wartawan di Jakarta (15/2).
Kenyataan tersebut, bagi Ambar, cukup mengecewakan, karena mebel produk Indonesia justeru disambut baik di kawasan Asia dan Eropa, namun kurang mendapatkan apresiasi di negeri sendiri.
“Jelas, saya kecewa. Kenapa anggota dewan kita demi mencari yang ‘wah’ harus impor? Padahal, di negeri sendiri produk mebelnya tak kalah bagus. Mereka tidak mengerti karena tidak pernah turun dan tahu kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Ambar menambahkan, mebel produk Indonesia memiliki potensi strategis di kawasan Asia seperti Turki, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pergerakan di pasar Asia ini, lanjut Ambar, dapat mengisi permintaan yang kosong di Eropa dan Amerika Serikat akibat krisis ekonomi.
“Kita harus mengambil kesempatan bagus ini untuk mengisi permintaan pasar Asia. Indonesia punya potensi untuk masuk di dalamnya,” ujar dia.
Sumber: kompas.com



















Konten yang unik. Salut untuk admin. Makin kreatif ya…
Ya sungguh ironis apa yang terjadi di Indonesia karena lebih menyukai produk import dibandingkan dalam negeri. Kita perlu belajar menghargai apa yang dimiliki oleh Indonesia. Satu hal Indonesia adalah negara yg kaya raya dalam segala hal tetapi sayang TIDAK dikelola dengan baik&banyak ditipu oleh negara asing. Jbu ^_^
Terdengar ironis dah… Semoga parlemen kita semakin cinta produk Indonesia.
Parah….
kita di suruh cintai produk dalam negeri tapi kenapa yang nyuruh kita malah pake produk luar negeri,
Ya ampun padahal produk dalam negeri aja diakui oleh luar negeri kenap harus menggunakan produk luar negeri?
biasa…gengsi oh .