Langsung ke isi

“The Raid” Dinobatkan Film Terbaik di Dublin Film Critics Circle, Irlandia

Februari 27, 2012

The Raid di indonesiaproud wordpress comFilm “The Raid” atau “Serbuan Maut” terus mengoleksi penghargaan dari masyarakat film internasional. Setelah sukses di Toronto International Film Festival (TIFF), Kanada, kini film besutan sutradara Gareth Evans tersebut mendapatkan penghargaan sebagai film terbaik di ajang bergengsi Dublin Film Critics Circle (DFCC) di Irlandia.

“Honoured that the Dublin Film Critics gave The Raid the award for Best Film. We couldn’t have been happier in this beautiful city”. Demikian tulis Gareth Evans yang di Twitternya, Minggu (26/2) yang menghadiri ajang bergengsi tersebut di Irlandia bersama Iko Uwais (pemeran utama The Raid).

Tak hanya itu, “The Raid” juga mendapatkan standing ovation dari penonton di ajang Dr. FrightFest di Skotlandia. “Kita dikabarkan, setelah film tersebut diputar. Penonton langsung berdiri dan standing ovation selama dua menit,” ungkapnya.

Penghargaan ini melengkapi penghargaan yang diterima “The Raid” sebelumnya dalam ajang Midnight Madness TIFF 2011 pada September 2011 lalu yang memenangkan The Cadillac People’s Choice di ajang yang berlangsung 8-18 September itu dengan menyisihkan film keren lainnya, “Kill List”, “Lovely Molly”, dan “You’re Next”.

Film ini sendiri rencananya akan diputar secara serentak di bioskop beberapa negara, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat pada  23 Maret mendatang.

Berikut hasil dari DFCC:

BEST FILM
The Raid

BEST IRISH FILM
Nuala: A Life and Death

BEST ACTOR
Michael Fuith – Michael

BEST ACTRESS
Greta Gerwig – Damsels in Distress

BEST SCREENPLAY
Footnote

BEST DOCUMENTARY
Samsara

BEST DIRECTOR
Nuri Bilge Ceylan – Once Upon A Time In Anatolia

MICHAEL DWYER DISCOVERY AWARD
Eoghan Mac Giolla Bhride

SPECIAL JURY AWARDS
Ivan Kavanagh – Tin Can Man
Ruben Östlund – Play
Aisling Loftus – Death of a Superhero
Vincent Paronnaud & Marjane Satrapi – Chicken with Plums

Sumber: okezone.com, irishtimes.com

Satu komentar leave one →
  1. faye permalink
    Februari 29, 2012 11:35 am

    lebih baik terlambat untuk memenangkan semua perang, dibanding merangsek lebih dahulu untuk jadi medioker.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 694 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: