Langsung ke isi

Nando & Nurul: Lewat Air Seni Raih Emas di International Young Inventors Project Olympiad, Georgia

Mei 3, 2012

nando dan nurul di indonesiaproud wordpress com

Nando Novia dan Nurul Inayah, siswa SMA Negeri 10 Malang, Jawa Timur, berhasil meraih medali emas bidang engineering di ajang kompetisi International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) ke-6 yang dilaksanakan pada 27-29 April 2012 di Tbilisi, Georgia.

IYIPO merupakan kompetisi internasional untuk para peneliti atau penemu muda. Ajang ini digelar untuk meningkatkan visi dan ambisi kreativitas para ilmuwan muda di bidang Kimia, Biologi, Fisika, Ilmu Lingkungan, dan Teknologi Informasi yang pada tahun ini diikuti oleh siswa dari 29 negara, di antaranya Malaysia, Nigeria, Pakistan, Albania, Austria, Azerbaijan,  Estonia, Jerman, Irak, Romania, Slowakia, Thailand, Turki, Ukraina, Amerika Serikat, Vietnam, dan Jordania.

Nurul, yang masih duduk di kelas 11, jurusan IPA I dan Nando, jurusan IPA II membawakan hasil penelitiannya bertema “Photoelectrosystem”. Hasil penelitian mereka tersebut berupa energi alternatif untuk bahan bakar mobil.

Nurul memaparkan, hasil penelitian mereka itu dikerjakan selama tiga bulan. Mereka memanfaatkan listrik tenaga surya dan mengubah air seni manusia atau urine menjadi hidrogen penghasil tenaga listrik untuk menggerakkan mobil. Mobil listrik bertenaga urine tersebut mempu melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

“Maksimal satu liter urine bisa menghasilkan listrik untuk melaju sejauh 17 kilometer,” katanya.

Adapun prinsip kerjanya, listrik bertenaga surya itu disimpan dalam baterai. Sebanyak 75 persen energi yang disimpan itu bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan motor. Sementara sisanya dapat digunakan dalam proses elektrolisasi.

“Dengan alat elektrolizer tersebut elektrolit berupa urine mampu menghasilkan gas hidrogen dan nitrogen sebagai limbah yang dilepaskan ke udara,” jelasnya.

Selanjutnya, lanjut Nurul, adalah proses elektrolisasi. Ia mengatakan, untuk satu liter urine membutuhkan waktu selama 1,5 menit. Selain itu, urine yang digunakan hanya urine dari manusia sehat.

“Yang punya penyakit tak bisa digunakan,” ujarnya, sembari tersenyum.

Alasannya, kata Nurul, kandungan unsur gula atau kimia lain dalam urine dapat mengganggu proses elektrolisasi.

“Kita memilih urine karena proses elektrolisasinya lebih efisien, yaitu hanya membutuhkan daya 0,37 volt. Bandingkan dengan air yang membutuhkan listrik 1,2 volt,” kata siswa kelahiran Pasuruan, 11 September 1995 ini.

Sumber: kompas.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 690 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: