Langsung ke isi

Cancrocaeca Xenomorpha: Kepiting Gua Laba-laba Palsu dari Maros-Pangkep, Sulawesi

Mei 10, 2012

Cancrocaeca Xenomorpha di indonesiaproud wordpress com

Kawasan karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan adalah salah satu daerah karst yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Wilayah ini sering disebut hotspot biodiversitas karst dunia.

Salah satu keanekaragaman yang terdapat di Maros-Pangkep adalah krustasea, yaitu golongan hewan yang mencakup jenis udang, kepiting, dan lobster. Salah satu ciri khas golongan ini adalah memiliki karapas dan kaki beruas-ruas.

Kepiting gua laba-laba palsu (cancrocaeca xenomorpha) adalah satu krustasea unik di antara beragam jenis krustasea yang ada di Maros-Pangkep. Seperti namanya, kepiting ini mirip laba-laba.

“Jenis kepiting ini hanya ditemukan di dalam gua di kabupaten Maros saja,” tulis Daisy Wowor dan Cahyo Rahmadi, biolog dari Puslit Biologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Jenis kepiting gua laba-laba palsu ini memiliki karapas dengan ukuran panjang sekitar 5,6 mm dan lebar 6,2 mm. Permukaan karapasnya halus dan tidak memiliki tonjolan yang disebut rostrum.

Mata kepiting ini juga tidak berkembang baik, hanya berupa tonjolan membulat yang menyatu dengan karapas dan tak dapat digerakkan. Tak ada tanda adanya kornea dan pigmen.

Uniknya lagi, kaki kepiting ini tidak bercapit, dan langsing bak kaki laba-laba. Dengan alasan inilah jenis Cancrocaeca xenomorpha disebut sebagai kepiting gua laba-laba palsu.

Kepiting gua laba-laba palsu adalah jenis endemik Maros. Spesies ini tersebar di Lubang Batu Neraka, Gua Tanette, Gua Samanggi dan Gua Sulaiman. Jenis ini tinggal di air dan sungai-sungai dalam gua.

Seperti kebanyakan hewan gua lainnya, kepiting ini tak memiliki pigmen. Tak adanya pigmen dan mata yang juga kurang berkembang adalah salah satu bentuk adaptasi di lingkungan gua yang gelap.

Adapun Cancrocaeca xenomorpha adalah salah satu fauna yang terdata dalam eksplorasi LIPI ke Maros-Pangkep. Hasil eksplorasi diterbitkan dalam buku “Fauna karst dan Gua Maros, Sulawesi Selatan” yang diluncurkan baru-baru ini.

Sumber: kompas.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 580 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: