Lanjut ke konten

Tim Indonesia Raih Medali, Best Presentation & Best Cooperation di International Earth Science Olympiad, Taiwan

Desember 2, 2009

Tim Olimpiade Kebumian Indonesia yang diwakili 4 orang siswa, yaitu Sarah Sausan (SMAN 3 Malang), Fraga Luzmi Fahmi (SMA Terpadu Madani Palu), Urwatul Wusqa (MAN Insan Cendekia Gorontalo), dan Tri Mujianto (SMAN 1 Gemolong, Sragen, Jateng) berhasil meraih prestasi gemilang dengan perolehan 1 perak dan 2 perunggu dalam ajang International Earth Science Olympiad (IESO) di Taipei, Taiwan, 14 – 21 September 2009.

Medali perak berhasil dipersembahkan oleh Sarah Sausan, sedangkan dua perunggu diraih oleh Fraga Luzmi Fahmi dan Urwatul Wusqa. Selain medali, Sarah dan Urwatul turut pula memboyong penghargaan Best Presentation. Tak mau ketinggalan, Fraga Luzmi Fahmi juga meraih penghargaan Best Cooperation.

IESO tahun ini diikuti oleh 17 negara yakni Argentina, Kamboja, India, Indonesia, Filipina, Inggris, Thailand, Amerika Serikat, Singapura, Nepal, Srilanka, Jepang, Korea, Perancis, Italia, Ukraina dan tuan rumah Taiwan.

IESO adalah ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) bidang ilmu kebumian yang meliputi geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi. Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan sebuah organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik di tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

Koordinator tim Pembina Dr. D. Hendra Amijaya menjelaskan, siswa diuji kemampuannya dalam tes tertulis dan praktek di laboratorium dan lapangan. Tes tertulis dan praktek meteorologi dan astronomi dilaksanakan di National Taiwan Normal University, Taipei. Sedangkan tes praktek lapangan untuk geologi dilakukan di kawasan Bitou Cape Geopark, Taiwan.

Selain itu terdapat pula kompetisi yang disebut ITFI (International Team Field Investigation). Dalam kompetisi ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa siswa dari berbagai negara untuk melaksanakan tugas berupa investigasi lapangan sesuai materi yang telah ditetapkan. Dalam kompetisi ini, kerjasama dan kreativitas presentasi menjadi penilaian utama untuk menentukan kelompok yang mendapatkan penghargaan tambahan.

ITFI dilakukan di Taiwan barat yaitu di daerah Chichi yang pernah mengalami gempa bumi pada tanggal 21 September 1999 dengan kekuatan 7,4 SR. Para siswa ditugaskan menyelidiki pergerakan sesar Chelungpu yang merupakan penyebab gempa bumi ini.

Lebih lanjut Hendra menuturkan, dari lima medali emas yang diperebutkan. Empat diantaranya berhasil direbut oleh tuan rumah Taiwan, dan satu emas lainnya di raih oleh Korea. Dari sisi penguasaan materi, siswa Indonesia dapat menyesuaikannya dengan proses pelatihan yang diberikan. Namun, yang masih perlu diperhatikan adalah lamanya waktu pembinaan yang masih kurang.

Prestasi tahun ini sudah lebih baik karena persaingannya terasa lebih berat dan bobot soalnya juga jauh lebih sulit dari tahun sebelumnya. Bahkan prestasi tim Indonesia lebih baik dari negara Amerika, Italia, dan negara-negara Eropa. “Untuk ke depan kita akan merancang strategi pelatihannya. Dari segi materi saya rasa tidak ada masalah, waktu pelatihan tingggal kita tambah lagi,” demikian ujar Hendra.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: