Lanjut ke konten

Film Indonesia Jawara di The International Catholic Film and Multimedia Festival 2009, Polandia

Desember 23, 2009

Anda pernah dengar atau menonton film Indonesia yang berjudul “Cerita dan Cita Rehabilitasi Berbasis Masyarakat?” Film berdurasi 24 menit yang menceritakan tentang semangat solidaritas dari gereja Katholik untuk kaum miskin dan yang tertindas karya Haryo Sentanu Murti tersebut berada di peringkat pertama dari 18 film peserta festival kategori “Award of Distinction” dalam The International Catholic Film and Multimedia Festival ke-24 di Niepokalanow, Polandia 15-17 Mei 2009.

Juru bicara KBRI Warsawa Any Muryani mengatakan pengumuman itu disampaikan dewan juri setelah menilai keunggulan film yang diproduksi Studio Audio Visual Puskat dari kota Yogyakarta tersebut. Film ini diproduksi bekerja sama dengan CARITAS Germany, Ford Foundation, KARINA Keuskupan Agung Semarang dan Lembaga Studi Realino (LSR).

Menurut Any Muryani, lebih dari 179 film, 47 program radio, 35 program multimedia dari 21 negara, menjadi peserta festival tersebut.

“Persaingan berlangsung ketat”, ujar Ketua Juri Jan Szafraniec, Rektor Bogdan Janski College.

Selama tiga hari dari kegiatan festival, penonton mempunyai kesempatan melihat 18 film yang mendapat penghargaan. Kategori karya dalam festival itu meliputi film, program TV, animasi, dokumenter, dan amatir.

Menurut Any, karena banyaknya film yang diikutsertakan dalam festival, penyelenggara dari Asosiasi Film Katholik memutuskan memberikan tambahan penghargaan bagi film-film dari Indonesia, Kroasia, Italia, Polandia, Kanada, dan Spanyol.

“Film Indonesia unggul karena menampilkan semangat solidaritas yang ditunjukkan dalam program CBR (community-based rehabilitation) “, kata Any Muryani mengutip penjelasan panitia.

Menurut dia, festival tersebut membuka semua kesempatan bagi pengarang, penulis cerita dan sutradara mempresentasikan dan mempromosikan hasil karyanya seperti film yang menyentuh masalah aktual seperti aborsi, narkotika.

Sebelumnya, film Indonesia yang mendapat penghargaan pada festival tersebut pada tahun 2006 lewat “Kasih yang Tak Henti Mengalir” karya Isti Purwi Tyas Utami.

Any yang juga kepala Pensosbud KBRI Warsawa, pihaknya telah menerima Piagam dari panitia dan mengirimkannya ke Haryo Sentanu Murti, sutradara film tersebut.

“Panitia berharap Indonesia dapat tampil kembali dalam festival berikutnya yang akan diselenggarakan pada Mei 2010″, kata Any.

Berikut video cuplikannya.

http://www.youtube.com/festiwalniepokalanow#p/u/52/TkTOyvTrlUA

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: