Lanjut ke konten

Chris Lie: Ilustrator Komik Kelas Dunia

Februari 21, 2010

Anda pecinta komik? Jika jawabannya adalah “ya”, anda pasti tak asing dengan tokoh GI Joe, Return to Labirynth atau Ninja Tales. Ya…itu adalah serial komik yang diproduksi di luar negeri.

Namun, tahukah anda bahwa penggambar atau ilustratornya adalah orang Indonesia. Salah satunya adalah Christiawan Lie atau lebih dikenal Chris Lie, alumni Arsitektur ITB yang melanjutkan lewat Fulbright Scholarship 2003-2007 di Savannah College of Art and Design (MFA in Sequential Art; Excelsus Laureate-2006).

Sesuai dengan profesi Chris sebagai komikus, kegiatannya setiap hari adalah menggambar dan mengelola beberapa proyek komik. Kebanyakan proyek yang Chris kerjakan terbit di luar negeri, baik dalam bentuk komik, action figures (mainan), game card, ataupun PC game. Untuk komik antara lain serial Return to Labyrinth (Tokyopop), Drafted series (Devil’s Due), dan beberapa cover untuk komik GI Joe. Sedangkan untuk toys dan game, Chris bekerja sebagai concept designer, kebanyakan untuk perusahaan mainan Hasbro. Setahu Chris sudah lumayan banyak orang Indonesia yang ikut dalam project komik di luar negeri terutama di bidang pewarnaan komik.

Cita-cita pria kelahiran Bandung 5 September 1974 ini sebenarnya ingin menjadi astronot, tetapi ketika SMA ia baru sadar bahwa sekolahnya tidak ada di Indonesia. Kemudian ia ingin menjadi pelukis, tetapi kurang direstui. jadilah Chris mengambil jurusan Arsitektur di ITB. Ketika kuliah, ia mulai mengenal dunia komik dari teman-teman kuliah. Keingintahuannya berubah menjadi tekadnya untuk “bisa hidup” dari membuat komik, tidak hanya membuat komik sebagai hobi, tetapi sebagai profesi. Ternyata tidaklah mudah melakukan hal tersebut di Indonesia, butuh 8 tahun untuk bisa mencapai apa yang ia impikan itu.

Menurutnya, mengapa industri komik dalam negeri kita ngga bisa maju dapat dilihat dari sisi komikusnya sendiri. Hanya segelintir orang yang bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Namun harus dipahami bahwa miskinnya jumlah komikus di Indonesia juga karena iklim industrinya yang tidak mendukung. Profesi komikus tidak bisa hidup layak di Indonesia sehingga tidak bisa disalahkan apabila mereka yang awalnya tertarik menjadi komikus terpaksa banting setir menjalani profesi lain yang bisa menghidupi keluarga.

Akibat soal kualitas, penerbit kurang berminat menerbitkan komik lokal. Di lain pihak penerbit besar juga tidak mau berkorban untuk membiayai komikus menghasilkan karya yang baik dan mempromosikan secara maksimal. Hal ini pun bisa dimaklumi karena sebagai pengusaha, penerbit harus bisa menghasilkan keuntungan, sementara komik Indonesia kurang laku.

Dengan minimnya jumlah komik Indonesia yang beredar di toko buku, pembaca tidak tahu dengan keberadaan komik Indonesia. Kita tidak bisa menyalahkan pembaca yang punya hak untuk memilih komik mana yang bagus menurut selera mereka.

Kesimpulannya, ini adalah merupakan lingkaran setan. Harus ada usaha dan kesadaran bersama antara penerbit, komikus, pembaca, plus ada dukungan dana dan kebijakan dari pemerintah supaya komik Indonesia punya peluang untuk bangkit dan bertarung dengan komik luar. Istilahnya harus ada bantuan dari pemerintah.

Menurut pengidola komikus Leinil Yu ini, komik adalah salah satu media informasi dan pembelajaran yang efektif, seperti pengenalan sains dan teknologi melalui komik, Akan tetapi komik tetaplah harus didukung oleh media yang lain. Chris mengetahui bahwa banyak LSM yang telah menggunakan komik sebagai media penyuluhan mereka ke daerah-daerah. Dengan bertambah maraknya LSM menggunakan komik dalam waktu 10 tahun terakhir ini, kemungkinan besar keefektifan komik sudah terbukti.

Chris tentu saja memiliki obsesi dan terus bertambah tiap hari. Sebagian sudah terealisasi, sebagian belum. Komik terbarunya, Drafted yang mulai terbit bulanan di Amerika, adalah hasil kolaborasinya dengan mantan editor X-Men, Mark Powers.

Sumber: Merry Magdalena, NetSains, GNFI

Video Chris Lie saat menjadi pembicara di Workshop 1001 IDF

2 Komentar leave one →
  1. marssandy guwo wijoyo permalink
    Maret 8, 2016 11:35 am

    apa saja medsos dari kak chris lee karna saya ingin blajar dgnnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: