Skip to content

Khoirul Anwar: Pemilik Paten Sistem Telekomunikasi 4G Berbasis OFDM di Jepang

Maret 6, 2010

Siapa pernah mengira bahwa bangkai burung, balsam gosok, dan kisah mumi Firaun itu ada gunanya. Tapi hal itulah yang “menghidupkan” pria kampung seperti Khoirul Anwar menjadi ilmuwan top di Jepang.

Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya.

Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertama Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

Khoirul adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cum laude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan 2008. Ia menerima IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.

Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat.

“Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” kata dia.

Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI).

“Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Istilah ilmiahnya, terjadi interferensi yang luar biasa. Namun, dengan algoritma yang dikembangkan di laboratorium, Khoirul mampu menghilangkan interferensi tersebut dan mencapai performa (unjuk kerja) yang sama. “Bahkan lebih baik daripada sistem biasa dengan GI,” kata pria ini.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang.

Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok.

Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul.

Itulah yang mengantarkan alumnus ITB tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang. Dia mengajar mata kuliah dasar engineering, melakukan penelitian, dan membimbing mahasiswa.

Saat ini Khoirul sedang menekuni dua topik penelitian yang dilakukan sendiri dan enam topik penelitian yang digarap bersama enam mahasiswanya.

Selama tinggal di Jepang, pria kelahiran Kediri, 22 Agustus 1978  ini menyatu dengan atmosfer penelitian. “Di Jepang, saya benar-benar merasakan level kita sama dengan ilmuwan Amerika Serikat dan Eropa,” kata ayah tiga anak ini.

“Perasaan percaya diri seperti ini muncul mungkin karena fasilitas penelitian semuanya lengkap, bahkan mungkin lebih baik.” ujarnya.

Meski berprestasi di Jepang, Khoirul tak ingin selamanya tinggal di sana. Suatu saat ia dan keluarganya akan boyongan ke Indonesia. “Saya bermimpi pulang setelah menjadi orang penting di bidang (telekomunikasi),” katanya.

“Ketika di Jepang, saya merasakan akselerasi ke sana begitu besar, dan setelah punya nama, nanti baru berencana pulang ke Indonesia.” Kapan? Itu yang Khoirul juga tak bisa memprediksinya.

Kini, sembari menunggu harapannya itu terwujud, Khoirul akan terus membenamkan diri di laboratorium. Di luar itu, tentu ia tak akan melupakan keluarganya. Kini, bersama istri tercinta, Sri Yayu Indriyani, dan tiga buah hatinya, Khoirul tinggal di Daigaku Shukusha B-31, Asahidai 1-50, Nomi, Ishikawa, Jepang.

Sumber: VIVAnews.com, Koran Tempo

Video wawancara Khoirul Anwar saat di Conference of Indonesian Students Association in Korea (CISAK) 2010

14 Komentar leave one →
  1. Maret 6, 2010 11:35 pm

    sebenarnya indonesia juga memiliki orang2 jenius seperti pak Khoirul tapi sayangnya dana penelitian indonesia terlalu banyak tersedot pada saat proses administrasi alias dikorupsi dulu sebelum turun kepada peneliti

  2. Agustus 1, 2010 11:35 am

    Semoga yg punya nama sama dg pak prof satu ini menyusul patenkan, sistem auto penggerak motor/tanpa bahan bakar, doakan!

  3. Agustus 1, 2010 11:35 am

    Ada yg punya dana pa ga ya? Untuk donatur penerusan penelitian?

  4. Agustus 17, 2010 11:35 am

    Saya bangga dengan mas Khoirul, masih mudah sudah jadi doktor dan karyanya sangat berguna untuk masyarakat. Oh ya mas…mau tanya, gimana ya agar bisa dapat Beasiswa S3 dan kuliah di Jepang?

  5. Ian Yosef M Edward permalink
    Agustus 24, 2010 11:35 am

    Bagaimana cara mengundang untuk mengisi kuliah kapita selekta tema-nya membangun motivasi dari ide yang ada di sekitar kita?

  6. wisnubrata permalink
    November 22, 2010 11:35 am

    Maaf prof apabila saya lancang. Langsung saja, saya mahasiswa fakultas hukum UNPAD, saat ini saya sedang mengerjakan TA yg berjudul waris paten. Saya kesulitan memperoleh data pemegang paten. Di indonesia blm ada peraturan mengenai waris hak paten, barangkali prof bisa bantu dengan berdiskusi melalui e-mail. Sungguh saya sangat berterima kasih apabila prof bisa membantu saya. Terima kasih.

  7. November 22, 2010 11:35 am

    Namaku sama seperti dia, semoga saja aku menemukan hal-hal yang baru. AMIN

  8. ezzuhadka permalink
    Januari 14, 2011 11:35 pm

    CONGRATULATION…….

  9. Mei 25, 2011 11:35 pm

    Tolong doakan.. smoga q dan semua orang Indonesia sukses.

  10. dea permalink
    Juli 29, 2012 11:35 am

    alhamdulilah, semoga semangat pak khoirul anwar menular ke anak2 muda yg nantinya jadi penerus bangsa! (: *semangat semoga nanti aku sukses seperti pak khoirul dan bu sri mulyani. amin

  11. Agustus 22, 2012 11:35 am

    Man Jadda Wa Jadda, prinsip seperti itulah kiranya yang di pegang Prof. Khoirul Anwar sehingga bisa mereih prestasi akademik yang membanggakan Masyarakat Indonesia. Bayangkan kalau anggaran penelitihan di Indonesia sama dengan anggaran pengembangan sepakbola atau olah raga. mungkin gairah akademik/peneliti yang ada sekarang bisa lebih sungguh-sungguh menghasilkan karya terbaik untuk negeri ini.

    trimakasih

  12. Maret 14, 2013 11:35 am

    mantabs…
    semoga bakal banyak muncul penemu2 lain dari Indonesia..

  13. yunita permalink
    Maret 24, 2016 11:35 am

    ada yang punya no contact beliau tdk ya?

Trackbacks

  1. Khoirul Anwar Raih Best Paper Young Scientist IEEE VCT 2010, Taiwan « Indonesia Proud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: