Lanjut ke konten

Oki Gunawan: Peneliti Teknologi Semikonduktor di IBM, New York

Maret 14, 2010

Jika Anda pernah membaca sejarah awal kehadiran Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) pada 1993, pastilah Anda menemukan nama Oki Gunawan. Maklum, dia salah satu dari lima siswa kita yang ikut Olimpiade Fisika Internasional ke-24. Dalam kompetisi tersebut, lulusan SMAN 78 Jakarta (1990-1993) ini meraih medali perunggu. Sejak itu, prestasi dan pencapaian terbaik di kancah internasional tampaknya selalu menjadi bagian hidup Oki.

Sejak 2007, peraih AT&T Leadership Award, Amerika Serikat (2000) dan IBM Patent Challenge Award dengan predikat Honorable Mention (2010) ini tercatat sebagai anggota staf IBM T. J. Watson Research Center yang berkantor di New York. “Tanggung jawab saya adalah meneliti dan menciptakan inovasi baru di bidang teknologi semikonduktor, salah satunya mengenai photovoltaic,” ungkap Oki. “Di sini, saya bekerja sama dengan sekelompok peneliti dengan latar belakang beragam,” lanjut peraih gelar Ph.D dari Princeton University ini.

Diungkapkan Oki, selain meneliti teknologi baru, ia harus banyak menghasilkan paten dan publikasi ilmiah. Saat ini ia sedang mengembangkan berbagai perangkat teknologi di bidang photovoltaic (sel tenaga surya). Menurutnya, setelah revolusi TI, bidang penting untuk kelangsungan dunia modern adalah energi terbarukan (renewable and sustainable energy) yang dalam hal ini bisa dijawab dengan teknologi sel surya yang baru.

Ia mengaku tidak mudah bisa bergabung dengan IBM Research. Ia menjelaskan, di AS hanya ada dua pusat sains dan teknologi terkemuka, yaitu: Bell Laboratory di New Jersey dan IBM Research di New York. “Saya masuk ke sini mulai dari posisi post doctoral staff,” ungkap penyandang gelar M.Eng. dari Nanyang Technological University, Singapura ini. Post doctoral staff adalah posisi staf junior yang baru lulus S-3 (syarat minimum) yang menjalani masa penjajakan, dan setelah lulus kualifikasinya dilanjutkan untuk menjadi staf peneliti permanen alias research staff member.

Bagi Oki, berkarier di kancah internasional memiliki banyak nilai plus. Pertama, perusahaan semacam ini memiliki staf internasional yang terseleksi dan terbaik di bidangnya. Interaksi dalam komunitas ini membawa ide-ide baru di bidang sains dan teknologi, yang secara otomatis membuka wawasan lebih luas. Kedua, dengan menimba pengalaman di sini membuka pilihan ke depan. Contohnya, jika yang bersangkutan ingin pindah atau ganti karier.

Menurut Oki, puncak karier bukan tujuan akhir, melainkan lebih sebagai by-product jika seseorang berkomitmen terhadap sesuatu. Yang pasti, dalam hal persaingan di bidang sains dan teknologi hanya ada dua hal yang harus diperhatikan, yakni harus bisa menjadi the first and the best. “Mantra ini memang kelihatannya sangat tinggi tuntutannya, tapi memang kenyataannya begitu,” kata Oki.

Sumber: SWAsembada, Princeton University

8 Komentar leave one →
  1. ega alfreda permalink
    September 24, 2010 11:35 pm

    Waaah keren pisan euy!! saya bangga banget menjadi salah satu alumni 78 yang baru lulus hehehe MAJU 78!!

    • September 26, 2010 11:35 am

      Ayo Elga…Jangan mo kalah sm seniornya. Buat jg prestasi yg membanggakan biar sy muat di iProd! Okay!

  2. Jonh pry permalink
    Oktober 4, 2012 11:35 am

    Ya memang sdh cukup byk ahli org2 Indonesia.. Tetapi yg membuat aku ga hbs pikir adlh.. Mana sich pabrik semiconductor Indonesia.. Minimal pabrik Microcontroler.. khan byk tuch siswa or mahasiswa Indonesia yg menang dlm kontes robotika.. ttpi saya main ICnya atau component yg lainnya msh import.. artix bisa ga kita bikin IC micro controler senDIRI.. Dan satu lagi.. emang sampai dimana sich teknologi semikonduktor kita..??? kaga pernah tuch gua dengarin GAUNGNYA.. hmmm…

    • dfgdfgdfg permalink
      Juli 2, 2014 11:35 am

      Betul Jonh pry, aku jg ga hbs pikir,..

  3. topcoder permalink
    Juni 1, 2013 11:35 am

    Boleh sih di IBM Research untuk pengalaman tapi nggak usah lama-lama, karena paling cuman jadi staf riset doang disana. Sehebat-hebatnya bang Oki.

    Dengan kualifikasi seperti bang Oki, kalau balik ke Indonesia bisa dapat posisi tinggi di pemerintahan, Dirjen, Staf Ahli Menteri atau bahkan Menristek. Kalau masuk private; bisa jadi CTO, atau CEO di Indonesia di perusahaan multinational seperti Microsoft, IBM, JP Morgan, McKinsey, Boston Consulting Group, Intel atau lokal seperti Telkomsel, Bakrie, Astra International. Atau kalau mau berkarir di akademia di Indonesia bisa jadi rektor atau paling tidak guru besar.

    Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya; Di Amrik orang-orang hebat seperti bang Oki paling cuman jadi staf riset doang, paling banter team leader. Gak akan lewat posisi manager.

  4. fadil permalink
    Juni 8, 2013 11:35 am

    mantabs Oki….saya turut bangga pernah 1 tim dgn oki di beberapa kompetisi mewakili 78……go for nobel prize ki!

  5. ADI permalink
    Agustus 29, 2013 11:35 am

    Saya Bangga dg Mas Oki, bisa jadi inspirasi buat generasi muda sekarang… memang koment teman2 diatas agak keras…harapannya satu.. Oki bisa jadi berkat di negara sendiri.. walaupun di Amerika pastinya sudah lebih dari cukup penghasilan serta penghargaan terhadap prestasi…maju terus…GBU

Trackbacks

  1. Yohanes Surya: Cita-citanya Menghasilkan Peraih Nobel dari Indonesia « Indonesia Proud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: