Skip to content

Miftah Yama Fauzan: Rebut Emas ICYS Lewat Senjata Tanpa Mesiu

Juni 14, 2010

Berawal dari keprihatinannya atas keterbatasan persenjataan TNI, Miftah Yama Fauzan, siswa SMAN 1 Sidoarjo, mencoba untuk menciptakan senjata dengan operasional murah, tapi efektif.

Lewat proyeknya yang berjudul Development of Smart Electric Gun With Adaptive Bullet Speed, ia berhasil menggondol medali emas dalam International Conference of Young Scientist (ICYS) 2010 di Bali beberapa waktu lalu.

Bagaimana bisa murah dan efektif? Caranya, dengan meniadakan serbuk mesiu dalam pelontaran proyektil peluru. Sebagai penggantinya, Miftah menggunakan sistem elektromagnetik. Sistem ini dipadukan dengan mekanisme sensor jarak untuk menentukan kekuatan lontaran peluru.

Masalah yang sering dihadapi dalam melakukan penembakan seringkali adalah peluru yang tidak mencapai sasaran karena targetnya terlalu jauh saat menggunakan peluru kaliber kecil dan, sebaliknya, target hancur berantakan saat digunakan peluru kaliber besar dengan sasaran yang dekat.

Untuk itu, diperlukan mekanisme khusus untuk mengukur jarak sasaran. Miftah menggunakan sensor untuk electric gun. Sensor ini bekerja dengan menangkap pantulan sinar laser yang ditembakkan dari bawah laras senjata, informasi tentang jarak sasaran yang diterima sensor ini kemudian diterjemahkan untuk setting kumparan peluncur,. Di sini, peluncur peluru akan menyesuaikan daya dorongnya dengan jarak senjata ke target.

“Kekuatan lontaran peluru bisa kita sesuaikan, apakah untuk melumpuhkan saja atau mematikan. Semuanya tergantung pada kekuatan batere dan kapasitor. Untuk prototype ini saya gunakan batere 12 volt yang dikonversikan menjadi 300 volt dengan 6 kapasitor. Kalau mau lebih dahsyat lagi lontarannya, tinggal ditingkatkan spesifikasi batere dan kapasitor,” kata dia.

Dikatakan low cost gun karena memang biaya produksinya sangat murah. Untuk pengembangan senjata ini saja, Miftah hanya mengeluarkan kocek tak lebih dari 1 juta rupiah.

Berhasil mendapatkan emas di ICYS 2010, Miftah justru semakin bersemangat untuk menciptakan berbagai inovasi baru di bidang persenjataan. Obsesi yang ingin diraihnya ke depan adalah menciptakan elegtromagnetic jamming gun yang bisa mengacaukan sistem telekomunikasi dan deteksi radar.

“Kalau militer Amerika Serikat membuatnya dalam bentuk bom electromagnetic, saya tertarik untuk membuat prototype gun karena lebih mudah dibawa,” paparnya.

Sumber: SuaraSurabaya.net

7 Komentar leave one →
  1. Juni 14, 2010 11:35 am

    Alhamdulilah, semoga pemerintah dan segenap bangsa INDONESIA memberi dukungan penuh, khususnya pemerintah bisa melek. jangan di sia2kan, jangan takut dengan keahlian anak bangsa ini, tinggal diarahkan, kasih sokongan termasuk dana untuk pendidikannya, jangan sampai otak yang brilian hanya sekedar piagam yang ia dapatkan. dan terlebih parah bisa2 malah dimanfaatkan oleh negara lain.

  2. puspafadhilah permalink
    Juni 18, 2010 11:35 am

    Kereennn!!!

  3. Juli 4, 2010 11:35 pm

    Mantab…Lanjutkan…

  4. zildjian permalink
    Januari 6, 2011 11:35 am

    Keren sekali pembuatannya. Selain itu, apa ada lagi yang diciptakan Miftah?

  5. tika permalink
    Januari 7, 2011 11:35 pm

    gggAUL n sMartz AAAbi3zt

  6. Maret 5, 2012 11:35 am

    OMG unbelievable, bravo…bravo….
    tetap semangat

  7. Subakti permalink
    April 17, 2014 11:35 am

    Wah, ini harus diperhatiin sama pemerintah, kalo nggak nanti sama asing di diambil trus disuruh sama mereka bikin senjata buat mereka. Kan sayang banget, senjata yang dibuat si Miftah ini termasuk jenis Gauss gun, yaitu tipe senjata experimental yang memiliki potensi yang sangat besar dimasa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: