Skip to content

Agasha Kareef Ratam: Jawara Matematika yang Cinta Novel, Komik & PS

Juli 15, 2010

Sosoknya kecil untuk anak seusianya. Namun, pemuda ini telah mengharumkan nama bangsa berkali-kali dalam kompetisi tingkat dunia. Dia adalah Agasha Kareef Ratam, alumnus SD Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Agasha bersama tiga orang temannya, yaitu Nicholas Steven Husada (siswa SD Universal Jakarta Utara), Rezky Arizaputra (siswa SD Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta), dan Stanley Orlando (siswa SD Santa Ursula Jakarta) baru saja pulang dari Hong Kong setelah mengikuti Po Leung Kuk 13Th Primary Mathematics World Contest (PMWC) di Hong Kong. Dalam kompetisi ini Agasha dan rekan setimnya berhasil meraih medali emas untuk kategori tim dan perak pada kategori individu.

“Kami bangga jadi pemenang dan mewakili Indonesia,” papar cucu mantan Presiden BJ Habibie ini, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 14 Juli 2010.

Agasha yang lahir di Boston, 21 November 1997,  memang menyenangi matematika sejak kecil. Meski demikian, dia tidak mengikuti satu les tambahan pun hingga berhasil menjadi juara pada kompetisi matematika tingkat provinsi DKI Jakarta beberapa tahun silam.

“Sejak itu, kami sebagai orang tuanya merasa perlu memberikan pembinaan khusus pada Agasaha agar kemampuan matematikanya lebih berkembang,” papar Ashoya Ratam, ibunda Agasha.

Pada PWMC 2010, Agasha dan teman-temannya harus menyelesaikan 15 soal matematika untuk kategori tim, dan sepuluh soal untuk individu. Semua soal berbentuk uraian dan mereka akui sangat sulit karena bersifat menjebak.

“Paling sulit soal tentang bilangan,” imbuh Agasha dan diamini teman-temannya. Mewakili rekan satu timnya, siswa berkaca mata ini menyatakan kontingen dari Taiwan, China, dan Hong Kong merupakan lawan paling tangguh. “Yang penting mah teliti aja,” ujarnya polos.

Tim Indonesia ini selama satu minggu menjelang perlombaan dikarantina dan dilatih dengan menggunakan soal-soal lomba tahun lalu. Meski persiapannya singkat, dalam keseharian Agasha selalu menekuni soal-soal matematika. Pesan dari sang eyang memotivasinya. “Saya disuruh Pak Habibie banyak membaca buku dan belajar dari buku,” jelas anak tunggal tersebut.

Agasha menyukai buku novel dan komik. Dia juga gemar bermain playstation. Di sekolah, prestasi Agasha pun sangat baik. Dia merupakan lulusan terbaik SD Al Izhar Pondok Labu Jakarta Selatan. Agasha berencana melanjutkan sekolahnya ke SMP yang sama.

Ashoya mengaku, akan menyerahkan keputusan kepada anaknya untuk menekuni bidang apapun. “Lagi pula, perjalanan hidupnya masih jauh. Saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung,” jelas Ashoya.

Ditambahkan Ashoya, keikutsertaan Agasha pada lomba-lomba matematika internasional membuat Agasha lebih mandiri. “Kami juga jadi tidak sulit melepasnya. Sebab, sebelum ke Hongkong Agasha sudah ikut lomba serupa di India, dan Filipina,” tuturnya.

Dia juga memberi apresiasi kepada pemerintah atas dukungan terhadap pembinaan wakil-wakil Indonesia dalam lomba ilmu pengetahuan di luar negeri.

Sumber: OkeZone

One Comment leave one →
  1. Juli 22, 2010 11:35 am

    IP, blog yang mendidik bangsa untuk menjadi lebih maju dan berpikir besar.
    thanks.. cool!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: