Skip to content

Yohanes Surya: Cita-citanya Menghasilkan Peraih Nobel dari Indonesia

Juli 26, 2010

Jika bicara tentang prestasi siswa Indonesia di ajang kompetisi sains internasional, seperti Olimpiade Fisika Internasional (IPhO), namanya sudah tentu tak asing lagi. Karena atas upaya dan perannyalah mereka mampu mengharumkan nama Indonesia di forum internasional.

Fisikawan pendidik dan peneliti ini telah berjasa membuka jalan bagi bangsa Indonesia untuk memasuki fase pembaruan. Dia telah merintis jejak bagi murid-murid cemerlang sekolah menengah Indonesia masuk pada komunitas fisika pemula antarbangsa melalui Olimpiade Fisika Internasional dan kompetisi riset fisikawan muda beraras dunia: The First Step to Nobel Prize in Physics. Ia pun bercita-cita mempersiapkan peneliti Indonesia meraih Nobel tahun 2020.

Dia adalah Yohanes Surya yang lahir di Jakarta pada 6 November 1963. Ia mulai memperdalam fisika pada jurusan Fisika MIPA Universitas Indonesia hingga 1986, mengajar di SMAK I Penabur Jakarta hingga 1988, dan selanjutnya menempuh program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat.

Program masternya diselesaikan pada 1990 dan program doktornya di tahun 1994 dengan predikat cum laude. Setelah mendapatkan gelar Ph.D., Yohanes menjadi Consultant of Theoretical Physics di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam Accelerator Facility) Virginia, Amerika Serikat (1994).

Walaupun sudah punya greencard (izin tinggal dan bekerja di Amerika Serikat), Yohanes pulang ke Indonesia dengan tujuan ingin mengharumkan nama Indonesia melalui olimpiade fisika dengan semboyannya waktu itu “Go Get Gold”, serta mengembangkan fisika di Indonesia.

Pulang dari Amerika, disamping melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Yohanes menjadi pengajar dan peneliti pada program pasca sarjana UI di bidang fisika nuklir (1995 –1998).

Dari 1993 hingga 2007, para siswa binaannya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet 54 medali emas, 33 medali perak dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi sains/fisika internasional. Pada tahun 2006, seorang siswa binaannya meraih predikat Absolute Winner (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IphO) XXXVII di Singapura.

Sejak 2000, Yohanes Surya banyak mengadakan pelatihan untuk guru-guru fisika dan matematika di hampir semua kota besar di Indonesia, ibukota kabupaten/kotamadya, sampai ke desa-desa di seluruh pelosok Nusantara dari Sabang hingga Merauke, termasuk pesantren.

Untuk mewadahi pelatihan-pelatihan ini, Yohanes mendirikan Surya Institute. Surya Institute membangun gedung TOFI center yang akan menjadi pusat pelatihan guru maupun siswa yang akan bertanding di berbagai kejuaraan sains/fisika.

Yohanes Surya merupakan penulis produktif untuk bidang fisika dan matematika. Sudah ada 68 buku yang ditulis untuk siswa SD sampai SMA. Selain menulis buku, ia juga menulis ratusan artikel fisika di jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional, harian KOMPAS, TEMPO, Media Indonesia dan lain-lain.

Selain sebagai penulis, Yohanes juga sebagai narasumber berbagai program pengajaran fisika melalui CD ROM untuk SD, SMP, dan SMA. Ia juga ikut memproduksi berbagai program TV pendidikan, diantaranya “Petualangan di Dunia Fantasi” dan “Tralala-trilili” di RCTI.

Di luar aktivitasnya di atas, Yohanes Surya berkiprah dalam berbagai organisasi internasional sebagai Board member of the International Physics Olympiad, Vice President of The First step to Nobel Prize (1997-sekarang); Penggagas dan President Asian Physics Olympiad (2000-sekarang); Chairman of The first Asian Physics Olympiad, di Karawaci, Tangerang (2000); Executive member of the World Physics Federation Competition; Chairman of The International Econophysics Conference 2002; Chairman the World Conggress Physics Federation 2002; Board of Experts di majalah National Geographic Indonesia serta menjadi Chairman of Asian Science Camp 2008 di Denpasar, Bali.

Selama berkarier di bidang pengembangan fisika, Yohanes pernah mendapatkan berbagai award/fellowship, antara lain “CEBAF/SURA award” AS ’92-93 (salah satu mahasiswa terbaik dalam bidang fisika nuklir pada wilayah tenggara Amerika), penghargaan kreativitas 2005 dari Yayasan Pengembangan Kreativitas, anugerah Lencana Satya Wira Karya (2006) dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun yang sama, ia terpilih sebagai wakil Indonesia dalam bidang pendidikan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush.

Pada tahun 2007, beliau menulis buku “Mestakung: Rahasia Sukses Juara Dunia” yang mendapatkan penghargaan sebagai penulis Best Seller tercepat di Indonesia. Tahun 2008 mendapat award sebagai Pahlawan Masa Kini pilihan Modernisator dan majalah TEMPO. Yohanes juga mendapatkan penghargaan dari Menpora, Radio Elshinta, Harian Merdeka, Metro TV Award, Penghargaan “Icon anak Muda” dari Radio Trax FM, Koran Jakarta Award dan Penghargaan Harian Republika sebagai “Tokoh perubahan 2009”.

Yohanes Surya adalah guru besar fisika dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Ia pernah menjadi Dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Pelita Harapan; Kepala Promosi dan Kerja sama Himpunan Fisika Indonesia (2001-2004), juri berbagai lomba sains/matematika (XL-com, L’oreal, UKI dsb), anggota Dewan Kurator Museum Iptek Taman Mini Indonesia Indah, salah satu founder The Mochtar Riady Institute, anggota Dewan Wali Amanah Sekolah Tinggi Islam Assalamiyah Banten dan kini Prof. Yohanes Surya menjabat sebagai Rektor Universitas Multimedia Nusantara (Kompas Gramedia Group) serta aktif mengkampanyekan Cinta Fisika di seluruh Indonesia.

Sejak 2009, Prof. Yohanes Surya bekerjasama dengan pemda daerah-daerah tertinggal mengembangkan matematika GASING (Gampang Asyik dan menyenangkan), dimana anak-anak daerah tertinggal itu dapat belajar matematika dengan mudah. Siswa yang dianggap “bodoh” ternyata mampu menguasai matematika kelas 1-6 SD dalam waktu hanya 6 bulan. Program ini sekarang sedang diimplementasikan di berbagai daerah tertinggal terutama di Papua.

Perjalanannya ke daerah membuka jaringan yang memungkinkannya mengindrai murid pandai untuk ia rekrut buat TOFI atau buat lomba lain. Tahun 2004, Septinus George Saa dari SMU Negeri 3 Waena, Jayapura, Papua, berhasil menjuarai The First Step to Nobel Prize.

Menyuntik optimisme adalah bagian dari retorikanya saban mengajar di pusat pelatihan TOFI. Sejak ikut Olimpiade Fisika Internasional (1993), Yohanes berhasil menyemai pelajar SMU berbagai kota Indonesia bertanding fisika yang diadakan di Amerika, Asia, Australia, dan Eropa dengan hasil mengagumkan.

Sejak pertama ikut dan langsung mendapat perunggu, Indonesia tak pernah berhenti membawa pulang penghargaan dari sana. Yohanes baru lega ketika tahun 1999 di Padova, Italia, peserta Indonesia mulai mendulang medali emas dari kompetisi yang menyertakan hampir 100 negara itu.

Sukses itu tak berhenti di sini. Pengalaman mengikuti olimpiade dengan prestasi membanggakan itu memudahkan Yohanes menghubungi perguruan tinggi papan atas AS melamar tempat belajar sekaligus beasiswa bagi alumni TOFI. Tak kurang Universitas Princeton memilih satu orang, Institut Teknologi Massachusetts (MIT) menerima tiga orang, Universitas Stanford mengundang satu orang, dan Institut Teknologi California (Caltech) memanggil satu orang. Belum lagi universitas bagus Amerika lainnya.

Dua di antaranya sedang dibimbing fisikawan penerima Nobel. Oki Gunawan, anggota TOFI 1993, kini dibimbing Daniel Chee Tsui di Princeton. “Kalau sudah dibimbing pemenang Nobel, riset mereka nanti tak mungkin kelas kacangan,” kata Yohanes. “Itu yang membuat saya makin optimistis, Indonesia tak lama lagi meraih Nobel.”

Sumber: Yohanes Surya, TokohIndonesia

7 Komentar leave one →
  1. Lina permalink
    Januari 30, 2011 11:35 am

    Salut buat pak Yohanes Surya! Terima kasih pak atas jerih payahnya untuk Indonesia.

    Saya nyasar ke blog ini setelah denger “hinaan” dari e-pal saya, org timur tengah yg bilang bahwa di sana org2 berpikir negara kita sebagai “a poor country of housemaid“!

    Saya baca blog ini dan copy paste semua link prestasi2 bangsa kita di olimpiade ilmiah internasional. Walo saya masih marah besar atas hinaan itu, tapi melihat prestasi2 yg ada di sini, saya bangga dan bahagia.

    Maju terus INDONESIA!!

    • Januari 31, 2011 11:35 am

      Terima kasih Lina krn sudah ‘nyasar’ ke blog ini. Semoga dg membaca berbagai tulisan di blog ini semakin membuat Lina percaya diri dan bangga akan negeri ini. Salam bangga!

  2. Rahma permalink
    April 5, 2013 11:35 am

    Wahh…hebatt. Indonesia sangat bangga terhadap Bapak Yohanes Surya.. 🙂 Karena bisa membuat anak Indonesia bisa lebih mencintai fisika (sains).

    Saya baru saja tadi malam menonton tv bahwa pak Yohanes Surya bertujuan ingin mengharumkan nama Indonesia melalui olimpiade fisika dengan semboyannya waktu itu “Go Get Gold”, serta mengembangkan fisika di Indonesia. Dan juga bercita-cita Menghasilkan Peraih Nobel dari Indonesia tahun 2020.

    Bangga sekali, semoga cita-citanya dapat terwujud, aamiinn..agar Indonesia bukan menjadi orang yang terbelakang lagi.
    hmm… Apa anak yang telah memilih jurusan ips tak dapat merasakan indahnya Fisika. SEMANGAT buat INDONESIA!..:)

    • April 7, 2013 11:35 am

      Setiap jurusan memiliki keindahan masing-masing. Apakah anak-anak yg memilih jurusan Fisika tak dapat merasakan indahnya ilmu-ilmu sosial (IPS)? Cintai bidang ilmu yg dipilih maka anda akan merasakan keindahannya, lalu cetaklah prestasi yg membanggakan bagi negeri ini. Prestasi apa yg telah Rahma cetak dlm bidang Fisika? Ditunggu kontribusinya, Okay!

  3. Rikza Nur Faqih An Nahar permalink
    April 3, 2014 11:35 pm

    sebuah pencapaian yang luar biasa oleh generasi Indonesia, di tengah sistem pemerintahan Indonesia yg terbilang jauh dari kondusif, salut untuk pak Yohanes Surya.. 🙂

  4. Alfariq Muhammad Dwinanda permalink
    Januari 7, 2018 11:35 pm

    Kalau mau nanya kapan ya penulis ( Yohanes Surya )
    bermimpi untuk meraih hasil tertinggi dalam ilmu pengetahuan (nobel)

Trackbacks

  1. Tweets that mention Yohanes Surya: Cita-citanya Menghasilkan Peraih Nobel dari Indonesia « Indonesia Proud -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: