Skip to content

Wedha Abdul Rasyid: Pembuat Aliran WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait)

Juli 27, 2010

Buat kamu yang pernah muda di era tahun 1980 dan 1990-an pasti kenal dengan yang namanya Lupus, tokoh fiksi karangan Hilman Hariwijaya, salah seorang penulis ternama pada masa itu. Pada awal kemunculannya, lupus adalah sebuah cerpen yang ditulis Hilman untuk majalah Hai di tahun 1986.

Cerpen Lupus ternyata mendapat respons yang sangat bagus di kalangan remaja karena ceritanya yang lucu dengan karakter-karakter yang unik. Lupus kemudian dijadikan novel yang membuatnya terkenal hingga ke seantero Indonesia bahkan sampai dengan saat ini.

Membahas tentang Lupus, rasanya tidak afdhol kalau tidak memperkenalkan sang illustrator yang telah menghadirkan Lupus secara visual ke pembaca. Beliau adalah Wedha Abdul Rasyid, seorang illustrator di majalah remaja  Hai yang juga sering disebut-sebut sebagai Bapak Illustrator Indonesia karena kontribusi dan karya-karyanya di bidang illustrasi dan seni rupa.

Profesi sebagai illustrator sudah dikerjakan Wedha yang malang melintang di media cetak sejak tahun 1970-an. Mulai 1977, ketika bergabung dengan majalah Hai, ia banyak membuat ilustrasi terutama karya-karya fiksi Arswendo Atmowiloto dan Hilman dengan Lupus-nya yang fenomenal. Di majalah itulah Wedha mengerjakan potret para tokoh dunia dari segala latar belakang: tokoh politik, musisi, seniman, sampai tokoh-tokoh fiktif.

Pada tahun 1990, Wedha kemudian memulai style baru untuk illustrasi gambar wajah. Hal ini menurutnya dikarenakan penurunan daya penglihatan karena usia yang telah mencapai 40 tahun sehingga ia sulit menggambar wajah dalam bentuk yang realistis dan detail. Wedha kemudian mencoba illustrasi bergaya kubisme untuk gambarnya. Gaya ini kemudian tumbuh dan semakin populer sebagai bagian dari gaya popart bahkan hingga dengan saat ini. Gaya illustrasi ini disebut Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP), bahkan ada yang menyebutnya sebagai aliran Wedhaism.

Lihat karya-karya Wedha. Bentuk dan tekniknya khas, ia gambarkan wajah para tokoh itu disusun dalam mosaik warna yang dipecah menurut faset-fasetnya. Bukan dalam pengertian kubisme, tapi lebih menggabungkan ragam warna yang harmonis sehingga membentuk tokoh yang digambarkan. Meski karyanya tidak detail, namun mampu mewakili karakter wajah dengan sangat baik.

Anda akan dapat mengenali wajah-wajah mendunia, seperti Mick Jagger, Jimmy Hendrix, Jim Morrison, The Beatles, Elvis Presley, Sting, Bono, Queen, sampai tokoh politikus sebut saja JFK, Bung Karno, Indira Gandhi, Benazir Buttho, Fidel Castro, Ahmadinejad. Juga potret Rendra, Slank, Jakob Oetama, John Lennon sampai Andy Warhol. Setelah 30 tahun berkiprah dalam dunia ilustrasi Wedha mengakhiri masa kerjanya di Kompas Gramedia.

Sumber: dgi Indonesia, DesainStudio

30 Komentar leave one →
  1. welover permalink
    November 27, 2010 11:35 pm

    Indonesia bukan hanya Jawa kan? melainkan ada kalimantan, sumatera, sulawesi, papua, kepulauan nusa tenggara, dll. Jadi please introduce that and knowed as…

    • November 29, 2010 11:35 am

      Yang bilang Indonesia itu hanya Jawa siapa? Lalu apa hubungannya dengan WPAP? Tolong diperjelas komentarnya.

      • tonny permalink
        Agustus 25, 2016 11:35 am

        Bang indonesia proud, mhn info kalo mau beli buku wedha & WPAP dmn ya,tq

      • Agustus 29, 2016 11:35 am

        Ada yang bisa bantu?

  2. rahmi maidila fitri permalink
    Februari 2, 2011 11:35 am

    keren .. pengen bisa bikin karya wpap jg ..
    hmm .. apa dalam bwt wpap warna yg di pakai itu terserah aja , atw harus ada p’timbangan2 jg ga ..

  3. david hizky permalink
    Juli 10, 2011 11:35 pm

    Asli Indonesia nih. Lestarikan!

  4. toph magentagrafis permalink
    September 23, 2011 11:35 pm

    Saya seorang desainer grafis yg lebih condong ke aliran photo manipulation dan vector art.Sebenarnya sy kurang begitu suka dengan pop art, karena sy anggap terlalu sederhana dan kurang menantang. Tp setelah ada order yg mengharuskan belajar WPAP, sy jadi tergila-gila pd pop art terutama WPAP. Ini adalah minggu ke-2 sy mempelajari gaya WPAP. Dan sampai saat ini sy masih belum dan tak pernah bosan dengan WPAP. Ada tingkat kesulitan tersendiri yg mengasyikkan dari WPAP. Bagaimana menerjemahkan karakter wajah yang rumit kedalam bentuk kubisme warna warni agar bisa menjadi mahakarya yg indah dan istimewa.. Thanks Pak Wedha!! You’re awesomeee!!!

  5. November 24, 2011 11:35 am

    WPAP keren! sangat simpel namun ada ketegasan di dalamnya, sangat ekspresif!
    thx Pak Wedha

  6. Desember 12, 2011 11:35 pm

    Trims infonya. Jadi lebih tahu, awalnya saya hanya tertarik dengan keunikan gaya seninya, tetapi tidak tahu siapa yang menjadi pelopornya. Wpap memang menantang, unik, kreatif. Sekali mencoba membuatnya, terus ingin mencoba lagi.

    Salam persahabatan…

  7. Desember 22, 2011 11:35 pm

    krennzzz..

  8. Yusril Muhtadi permalink
    Juli 29, 2012 11:35 am

    saya bangga jadi seorang WPAPer
    terima kasih pak de Wedha 🙂

  9. Husnizar Hood permalink
    Juli 12, 2013 11:35 am

    Saya mau buat foto wajah saya dan keluarga gimana caranya bisa berkomunikasi dgn mas wedha?

  10. Wedha Abdul Rasid permalink
    Juli 14, 2013 11:35 pm

    Husnizar Hood. silakan kirim message di inbo aja ke FaceBook ; Wedha Abdul Rasyid.

  11. April 17, 2014 11:35 pm

    perjalanan HEBAT dari orang HEBAT…menghasilkan karya yg HEBAT

  12. Mei 5, 2014 11:35 pm

    uapik tenannnns…………..

Trackbacks

  1. WPAP DESIGN « Makbul halik's Blog
  2. WPAP(Wedha’s Pop Art Potrait) « MAG11C
  3. yoga's blog - Wedha’s Pop Art Potrait
  4. Main ke Popcon Asia | NienJu
  5. Wedha Abdul Rasyid: Pembuat Aliran WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait) | rizalwasart
  6. Asal Usul Wedha’s Pop Arts ( Kamis 04 April 2013 ) | Jurnal Magang Abdi
  7. WPAP | Diari Imaging
  8. Wedha Abdul Rasyid: Pembuat Aliran WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait) | giansart
  9. Gaya Ilustrasi Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP) Sebagai Pengaharum Negara Indonesia | AnggaOboto
  10. Wedha Abdul Rasyid: Pembuat Aliran WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait) | rohimart
  11. WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait) | dzakiirfandani
  12. belajar wpap | DANGERBRAIN!!
  13. Meski Sering Dimarahi, Anak ini Tetap Tekun Menggambar dan Akhirnya Berbuah Manis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: