Skip to content

Hutan Mangrove Segara Anakan Raih International Coastal Award

September 27, 2010

Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mendapat penghargaan Internasional Coastal Award karena dinilai sukses menjaga hutan mangrove yang masih tersisa di sekitar Segara Anakan.

“Saya akan ke Jenewa Swiss untuk mengambil penghargaan tersebut,” kata Wakil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamudji, 26 September 2010.

Tatto mengatakan, saat ini Cilacap masih memiliki hutan mangrove yang cukup luas. Meskipun, ia mengakui dari tahun ke tahun luas hutan mangrove Cilacap terus berkurang.

Ia menambahkan, hutan mangrove yang ada di Segara Anakan terus berkurang luasnya karena adanya sedimentasi yang tak bisa dikendalikan. Menurut Tatto, penyelamatan mangrove dan Segara Anakan sedikitnya membutuhkan dana Rp 3 triliun. “Penyelamatan harus segera dilakukan, karena kondisinya sudah parah,” ujarnya.

Selain sedimentasi yang menyebabkan kerusakan mangrove, banjir di Cilacap juga merupakan dampak pendangkalan Segara Anakan. Banjir akan semakin parah dalam beberapa tahun ke depan jika masalah sedimentasi tersebut tidak segera ditangani.

Hutan mangrove Cilacap selama ini menjadi habitat primer berbagai jenis satwa lokal dan burung migrasi. Salah satu yang terancam punah yakni Bangau Coklat Jawa (leptoptilus javanicus).

Kepala Kantor Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan Kabupaten Cilcap Supriyanto mengatakan, luas hutan mangrove saat ini tinggal 700 hektare. “Jauh berkurang dibandingkan tahun 1930 dengan luas 6.450 hektare,” katanya.

Ia mengatakan, rencana pengerukan Segara Anakan sebagai habitat mangrove pada tahun depan belum ada kejelasan. Menurutnya, pemerintah pusat sudah tidak peduli dengan kondisi Segara Anakan.

Segara Anakan, kata dia, saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Cilacap, namun lintas provinsi dan pusat. “Bisa jadi Nusakambangan dan Segara Anakan akan segera bersatu,” imbuhnya.

Menurut dia, sedimentasi laguna Segara Anakan dari sejumlah sungai yang bermuara di tempat ini mencapai satu juta meter kubik per tahun. Ia mengatakan, pendangkalan laguna Segara Anakan akan berlangsung cepat jika terjadi banjir secara terus-menerus dan penataan lahan di bagian atas (hulu) tidak berjalan dengan baik.

“Secara alamiah hal itu akan merusak tatanan hidrologi daerah-daerah di sekitarnya. Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Cilacap awal pekan ini sebenarnya merupakan peringatan,” katanya.

Sumber: TEMPOinteraktif

2 Komentar leave one →
  1. Dwijo permalink
    Juni 22, 2011 11:35 am

    Photonya itu lokasinya kalau tidak salah di Pulau Sempu, Malang, Jawa Timur.

    • Rosana permalink
      Februari 3, 2017 11:35 am

      Itu memang di cilacap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: