Lanjut ke konten

Indonesia Raih 1 Emas & 3 Perak di International 4th International Earth Science Olympiad (IESO), Yogyakarta

September 28, 2010

Kontingen Indonesia menduduki tempat ketiga peraih medali emas terbanyak dalam  4th International Earth Science Olympiad (IESO) atau Olimpiade Internasional Kebumian ke-4 di Yogyakarta yang diselenggarakan pada 19-28 September 2010.

IESO adalah kompetisi untuk sekolah menengah (SMA) dalam bidang ilmu-ilmu kebumian, seperti geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi, dan astronomi. Kegiatan ini dinaungi International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan organisasi internasional dengan anggota para pendidik, organisasi, atau institusi pendidikan ilmu kebumian dari seluruh dunia, baik dari level pra-perguruan tinggi dan universitas.

Pada even ini, 19 negara berpartisipasi: Amerika Serikat, Filipina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kamboja, Korea, Kuwait, Maldives, Nepal, Nigeria, Rumania, Russia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Ukraina, dan satu negara observer, Prancis.

Indonesia meraih 1 emas dan 3 perak. Peringkat pertama diraih kontingen Taiwan dengan 3 emas dan 1 perak, diikuti kontingen Korea dengan 2 emas.

Medali emas dari tim A Indonesia itu diraih oleh Rio Priandri Nugroho (SMAN 3 Yogyakarta), sedangkan tiga medali perak diraih oleh Kamil Ismail (MAN Insan Cendikia Serpong Banten), Mikey (SMAN 1 Pekanbaru), dan Asri Oktavioni (SMAN 8 Jakarta).

Sementara itu, perolehan emas di tim B disumbangkan oleh Ega Gita Prasastia (SMAN 2 Purwokerto) dan tiga medali perak diraih Ardy Ramadhan (SMAN 48 Jakarta), Fajar Febiani Amanda (SMAN 1 Banjarnegara), dan I Wayan Punia Raharja (SMAN 1 Amlapura).

Dua permasalahan yang diujikan dalam olimpiade adalah kekeringan di Kabupaten Gunung Kidul sebagai isu lokal dan perubahan lingkungan sebagai isu internasional. Para peserta juga berpraktik di sejumlah bentang alam unik di Yogyakarta, di antaranya goa dan sungai bawah tanah di Bribin, Gunung Kidul.

Di luar kategori yang dilombakan, peserta Indonesia berhasil meraih penghargaan setara 1 emas dan 3 perak. Dengan demikian, total penghargaan yang diperoleh kontingen Indonesia di ajang tahunan ini adalah 2 emas dan 6 perak.

Ketua delegasi Indonesia, Saptono Budi Samudra, mengatakan, meski belum bisa menduduki peringkat pertama, prestasi Indonesia di IESO tahun ini telah meningkat. Pada 2009, kontingen Indonesia meraih 2 perak dan 1 perunggu.

”Tahun ini bisa menyamai Jepang. Ini cukup menggembirakan,” katanya.

Meski unggul di praktik lapangan, peserta Indonesia lemah di bidang teori. Hal ini diduga karena lemahnya ilmu kebumian dalam pendidikan Indonesia. Untuk bersaing dengan negara-negara pemenang, pendidikan ilmu kebumian di tingkat SMA perlu ditingkatkan.

Sumber: Kompas, IndonesiaFirst, IndonesiaToday

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: