Lanjut ke konten

Fahma & Hania: Pembuat Software Mobile Termuda di Dunia

November 10, 2010

Siapa bilang anak Indonesia cuma bisa main game saja. Anak Indonesia juga bisa buat game. Fahma Waluya Rosmansyah (12) adalah anak Indonesia yang masuk jajaran pembuat game dan ”software mobile” termuda di dunia!

Setidaknya saat ia dan adiknya, Hania Pracika Rosmansyah (6), memenangi lomba pembuatan ”software” Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, Oktober lalu yang diikuti 16 negara.

“Buktikan kalau kamu bisa bikin aplikasi ponsel dalam lima menit?” Tanpa banyak gerak, Fahma dan Hania berembuk, menyambut tantangan Kompas. Fahma memberikan pilihan binatang apa yang akan dibuatkan grafisnya. Seorang relawan, anak kelas I SD, meminta Fahma membuat kupu-kupu.

”Tapi kupu-kupu kan enggak ada suaranya!” kata Hania, siswa kelas I SD di Bandung.

Fahma langsung bekerja di laptopnya. Dengan software Adobe Flash, ia menggambar sebelah sayap kupu-kupu menggunakan tetikus, sayap satunya lagi tinggal menduplikasi sehingga tak lebih dari satu menit rancangan grafis kupu-kupu selesai. Fahma mewarnai kupu-kupu yang kelak bisa bergerak. Kurang dari empat menit, animasi sudah tercipta, tinggal memasukkan suara.

Hania benar, kupu-kupu tak bersuara. Namun, Fahma tak kehabisan akal, dari mulutnya keluar suara ”keplek-keplek….” Suaranya lalu ia dekatkan pada laptop agar bisa terekam. ”Ini bukan suara kupu-kupu, tetapi bunyi kepak sayapnya,” kilah Fahma.

Ketika aplikasi itu diputar kembali, animasi berdurasi 10 detik itu muncul: seekor kupu-kupu warna-warni yang terbang mengepak-ngepakkan sayap bersuara ”keplek-keplek….” Animasi yang dibuat anak Indonesia dalam waktu lima menit. Fahma, siswa kelas I SMP di Bandung ini, memenuhi janjinya.

”Biasanya Hania yang menjadi dubber, pengisi suara berbagai aplikasi untuk ponsel yang diciptakan kakaknya,” kata Yusep Rosmansyah, ayah kedua kakak-adik itu, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Aplikasi lain yang dibuat Fahma tidaklah sesederhana kupu-kupu bersuara keplek-keplek. Jauh lebih rumit karena dia harus menyesuaikannya untuk aplikasi mobile yang bisa dinikmati pada ponsel.

Beberapa software yang diciptakan Fahma untuk ponsel, antara lain, Bahana (Belajar Huruf Warna Angka), DUIT (Doa Usaha Ikhlas Tawakal), Enrich (English for Children), Mantap (Matematika untuk Anak Pintar), dan Doa Anak Muslim (Prayers for Children).

”Pada saat adik saya berumur tiga tahun, ia sulit mengenali huruf. Lalu saya buatkan aplikasi sederhana di ponsel yang memungkinkan dia mengenali huruf, warna, dan angka. Soalnya, adik saya suka main-main dengan ponsel ibu,” kata Fahma.

Tak aneh kalau Fahma lalu membuat aplikasi di salah satu jenis ponsel Nokia berjudul ”My Mom’s Mobile Phone As My Sister’s Tutor” (Ponsel Ibuku untuk Belajar Adikku). Aplikasi itu ia buat dengan menggunakan Adobe Flash Lite.

Aplikasi lainnya, Enrich (English for Children), memungkinkan seorang anak lewat ponsel mempelajari bahasa Inggris dengan mudah. Fahma mengambil tokoh ”kodok” berkulit hijau untuk aplikasi ini.

Ada pilihan nama binatang dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, seperti sapi untuk cow dan singa untuk lion. Ketika kata cow dimunculkan, ia akan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan terdengar suaranya.

Pada Enrich, selain binatang (animals), Fahma juga melengkapinya dengan buah-buahan (fruits), sayuran (vegetables), furnitur (furniture), dan tubuh manusia  (our body). Semuanya bisa diterjemahkan secara ulang alik dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan sebaliknya, lengkap dengan gerak, tulisan, suara, dan iringan musik.

Untuk kreativitas, Fahma tidak harus diajari oleh ayah atau ibunya, Yusi Elsiano. Contohnya saat Fahma membuat games mobile DUIT, ia memasukkan musik hasil permainan gitarnya.

Demikian juga pada Enrich dan Bahana, terdapat permainan gitar dia sendiri. Selain gitar, Fahma juga les komputer kepada seorang mahasiswa ITB, salah seorang murid ayahnya yang menjadi dosen ITB.

Yusep dan Yosi memberi peluang kepada kedua anaknya untuk berkembang. Semua karya Fahma tak ada yang dikomersialkan. Bahana dan Enrich bisa diunduh gratis di Ovi Store Nokia, sedangkan aplikasi lain bisa diunduh langsung dari blog milik ibunya, Perkembangananak.com.

Fahma mulai belajar aplikasi di Power Point saat duduk di kelas IV SD. ”Saya senang ngoprek dan nge-hack. Saya belajar Power Point sampai mentok sebelum belajar Adobe Flash untuk animasi,” kata Fahma yang memperdalam software untuk membuat aplikasi tiga dimensi dan belajar bahasa pemrograman C++.

Di APICTA, Fahma harus bertarung dengan siswa setingkat SMA. Ia mempresentasikan konsep di hadapan juri dengan aplikasi gerak buatannya yang memungkinkan presentasinya lebih menarik dan dinamis.

”Anak-anak Indonesia tak hanya bisa bermain PS (PlayStation), tetapi juga bisa membuat games sendiri yang keren,” kata Fahma tentang perlombaan yang diikutinya.

Software buatan Fahma dan Hania mengalahkan karya peserta dari negara lain dengan nilai ketat, yakni dengan karya peraih merit (runner up) SpringGrass karya Chung Hwa Middle School BSB (Brunei), Auto Temperature Descension Device by Solar Power karya Foon Yew High School (Malaysia), SimuLab karya Pamodh Chanuka Yasawardene (Sri Lanka), dan Destine Strategy karya Rayongwittayakom School (Thailand).

Pada akhir lomba, Fahma dan Hania menantang juri, sebagaimana ia menantang Kompas, mau dibuatkan animasi apa.

”Kok, anak ini berani menantang kami,” kata seorang juri, sebagaimana ditirukan Yusep.

Juri meminta Fahma dan Hania membuat gajah yang bisa bergerak lengkap dengan suaranya. Permintaan ini bisa diluluskan Fahma dalam waktu lima menit. Prestasi yang mendapat sambutan hangat juri dan peserta Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) saat itu.

”Saya bilang sama juri internasional, ’I have proven!’ Saya bisa buktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak hanya bisa main games, tapi juga bisa bikin games sendiri,” kata Fahma.

Atas prestasi yang ”spektakuler” untuk anak-anak seusianya, Fahma dan Hania mencetak rekor baru sebagai peserta termuda yang berhasil meraih juara APICTA. Kedua kakak-adik ini juga tercatat sebagai pembuat aplikasi Nokia termuda di dunia!

Sumber: Kompas

20 Komentar leave one →
  1. November 12, 2010 11:35 am

    Thank you, for your suggestions and feedback. I will try to attempt.

  2. alam permalink
    November 21, 2010 11:35 am

    Siip…lanjutkan terus!

  3. komang permalink
    Januari 8, 2011 11:35 am

    Kereeeen banget…

  4. Alv Ibn Manda permalink
    Februari 12, 2011 11:35 am

    Good…I like it. Tingkat terus ya de…

  5. ayu permalink
    Februari 12, 2011 11:35 am

    Wew hebat banget … Gw aza sampai kalah

  6. yuni permalink
    Februari 13, 2011 11:35 am

    I like it…
    motivation to indonesian children

  7. erna permalink
    Februari 14, 2011 11:35 am

    Kalo mau download salah satu software yg dibuat di mana?

  8. adi permalink
    Februari 17, 2011 11:35 am

    Hebat….I’m so proud with Indonesian teenager..
    keep do the best and take Indonesia to be number 1

    – Indonesia Segalanya –

  9. Martining Shoffa Puspitaningrum permalink
    Februari 25, 2011 11:35 am

    K’, aqe pngen knal kk’ lebih dekat.
    boleh khan
    aqe jggha pngen mnciptkan ssuatu dengan komputer.
    K’, kloe kk’ gha sibuk atw smpet,
    bisa yah smzZ di numb. 083837764000. . .
    pliezZ

  10. eco permalink
    Februari 27, 2011 11:35 pm

    Jayalah INDONESIAku dukung dengan sepenuh hati…

  11. Maret 14, 2011 11:35 pm

    Subhanallah, luar biasa, hidup anak bangsaku… Terus berjaya dan jangan pantang menyerah…..

  12. salma permalink
    Mei 3, 2011 11:35 am

    Gua suka bangetz ama Fahma. ahahha

  13. iwhie permalink
    Mei 13, 2011 11:35 am

    Mmmmph…Hebaat..hebAt,,,Moga q biSa kayaq kamu iia…Membanggakan skali,,,,keCil2 CABE RAWIT.

  14. eva fatmawaty permalink
    Mei 17, 2011 11:35 pm

    Aku berdoa, ya Allah… mudah2n generasi selanjutnya anakku Rayhan Byantara Antoneva yg mengikuti jejak seperti Fahma, amieeennnnn…

  15. muhammad nidak permalink
    September 27, 2011 11:35 am

    Teruzkan bakatmu de…Maju teruz…Saya bangga kepadamu!!!

  16. Shafa permalink
    November 20, 2011 11:35 am

    Allahu akbar…
    Ku bangga sekali dengan Fahma yang baru SMP apalagi Hania.
    You are the best.

Trackbacks

  1. Tweets that mention Fahma & Hania: Pembuat Software Mobile Termuda di Dunia « Indonesia Proud -- Topsy.com
  2. 5 Bocah Berbakat TI Unjuk Kebolehan di ITB « Indonesia Proud
  3. Fahma & Hania: Pembuat Software Mobile Termuda di Dunia | miracelzold

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: