Lanjut ke konten

Tolhas Damanik: Konsultan Tuna Netra Lulusan S2 Ohio University, AS

Maret 4, 2011

Tolhas Damanik adalah penyandang tuna netra sejak lahir. Penyakit glaukoma sejak lahir telah membuat Tolhas tak bisa melihat dunia ini dengan kedua bola matanya. Keterbatasan penglihatan tidak membuat Tolhas Damanik pupus semangat. Keinginannya mencapai pendidikan tinggi membuat semangatnya terus berkobar.

Semuanya dibuktikan dengan diperolehnya beasiswa dari Ford Foundation untuk jenjang pendidikan pascasarjana. “Beasiswa ini juga merupakan hadiah untuk penyandang tuna netra lainnya,” kata Tolhas.

Dorongan dan keinginan orangtua agar Tolhas mendapatkan pendidikan layak yang membuatnya memperoleh beasiswa. Di samping pada saat itu belum ada sekolah luar biasa di Bangka Belitung.

Sejak kecil Tolhas belajar di sekolah umum. Jadi ia harus beradaptasi dengan sistem pendidikan yang memang diperuntukan bagi siswa-siswa yang tidak buta, tapi hal ini tidak memupus semangatnya untuk terus maju.

Di luar keterbatasannya, ternyata Tolhas memiliki prestasi yang baik sehingga ia dapat lulus SMP. Setelah selesai sekolah menengah pertama, ia terpaksa harus mencari SMA, karena pihak sekolah hanya mempunyai fasilitas untuk TK, Sd, dan SMP. Ia kemudian melanjutkan ke sekolah menengah atas umum. Namun disadarinya kemudian, Tolhas mengalami diskriminasi di sekolah umum.

Beberapa siswa memandangnya sebelah mata dan merasa iri karena prestasinya. “Saya terdiskriminasi sehingga saya di drop out dari sekolah itu,” katanya. Dengan alasan memeriksakan mata, Tolhas dan keluarga memutuskan untuk ke Jakarta. Namun pihak dokter yang menanganinya tidak dapat menjamin matanya bisa disembuhkan.

Vonis dokter tersebut tidak membuat Tolhas patah semangat. Ketika ada yang menyarankan untuk mengikuti ujian persamaan, Tolhas pun melakukannya dan berikutnya adalah mengikuti UMPTN, seleksi untuk masuk perguruan tinggi.

“Itu suatu hal yang tidak pernah terpikir bagi saya, dan mana mungkin sampai bisa ke arah sana, tapi saya dapat melanjutkan sekolah di Universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP Jakarta), jurusan bimbingan konseling,” katanya.

Setelah itu, Tolhas pun bergabung dengan Yayasan Mitra Netra yang merupakan awal bergabungnya dengan komunitas tuna netra lainnya. “Di situ saya sebagai konsultan, yang pada awalnya misi dari yayasan itu sendiri dan pribadi, yaitu menciptakan pendidikan inklusif, yang ingin mewujudkan agar tuna netra juga bisa mendapat pendidikan yang sama dengan yang lain,” ungkapnya.

”Lulus dari sarjana, saya coba-coba untuk mencari beasiswa. Karena saya tidak punya biaya untuk kuliah”, tutur anak dari Usman Damanik dan Sintaria Simatupang ini.

Ia mencoba-coba untuk mencari beasiswa ke luar negeri dengan pertimbangan beasiswa dari negara asing akan memberikan banyak porsi dan aksesibilitas, semisal buku dan alat-alat pembelajaran, hingga iklim yang lebih menerima orang dengan keterbatasan.

“Negara asing memang memberikan peluang lebih besar dan juga memberikan tempat bagi orang seperti saya”, katanya.

Tolhas pun bercerita, dari dulu yang dicita-citakannya adalah bagaimana bisa belajar. “Walaupun jalannya tidak mulus, selama masih ada kesempatan kenapa tidak,” katanya. Semuanya ia buktikan ketika memperoleh beasiswa Ford Foundation.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini sukses menembus ketatnya persaingan meraih beasiswa pascasarjana dari Ford Foundation. Tolhas berhasil menyisihkan 6.000 pelamar lainnya. Satu-satunya penerima beasiswa penyandang cacat ini memulai studinya di AS.

Tolhas mampu melewati banyak hal sulit dan berhasil menyelesaikan gelar masternya bidang Konseling di Ohio University, Amerika Serikat. “Semakin sadar saya punya hambatan, semakin besar keinginan saya untuk sekolah,” katanya.

Kini Tolhas sudah kembali ke tanah air dan bekerja di lembaga non profit sebagai konsultan pendidikan. Ia juga sering diundang sebagai pembicara dalam seminar pendidikan inklusif dan konseling, di dalam maupun luar negeri.

Sumber: KickAndy.com, kabarinews.com, indopos

lebih lanjut lihat video 2, video 3, video 4

atau kunjungi http://www.youtube.com/user/indonesiaproud

3 Komentar leave one →
  1. Maret 5, 2011 11:35 am

    Luar biasa pak… Semangat bapak pantas menjadi contoh bagi yang lain.

  2. Anissa Darwis permalink
    Februari 6, 2012 11:35 am

    Bagaimana caranya untuk menghubungi Pak Tolhas secara pribadi? Bisa saya minta email atau no HP-nya?

    • tolhas damanik permalink
      November 28, 2013 11:35 am

      02177207554 ini nomer telponnya kantor pak tolhas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: