Lanjut ke konten

Rahmansyah: Tas Kamera Buatannya Diminati Fotografer Ternama Dunia

Maret 7, 2011

Siapa yang akan menyangka bahwa sebuah toko tas kamera yang dikelola tradisional, sekelas produksi rumah tangga, disinggahi fotografer ternama dunia, seperti John Stanmeyer (salah satu pendiri VII Photo Agency) dan James Nachtwey (fotografer perang ternama). Stanmeyer dan Nachtwey pernah membeli produk di sana.

”Saya tak tahu bagaimana mereka sampai mendengar kalau ada pembuatan tas di Manggarai ini,” kata Manca, pria kelahiran Jakarta, 8 Juli 1973, yang punya nama lengkap Rahmansyah ini, sambil menyodorkan foto yang memperlihatkan Manca bersama Stanmeyer.

Foto itu sudah luntur karena lokasi itu pernah kebanjiran. Manca tetap menyimpan foto dalam bingkai yang mulai kusam itu. ”Buat bukti dan kenang-kenangan,” kata Manca.

Komunitas fotografer di Indonesia juga sudah akrab dengan tas-tas buatan Manca. Kios kecilnya di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan, menjadi tujuan menarik para pencinta fotografi karena harganya lebih murah dibandingkan dengan produk-produk bermerek yang masih diimpor.

Artrek adalah merek yang dibuat Manca saat ini. Selain mengerjakan pembuatan tas atas dasar pesanan (desain dari pengguna), Manca juga membuat tas dengan desain sendiri. Artrek juga mendistribusikan produknya ke beberapa kota di Indonesia.

Bisnis tas kamera ini merupakan potret jeli merebut peluang yang sedang berkembang saat ini. Era digital menjadi berkah tersendiri, ditandai banyaknya anak yang masih remaja yang sudah punya kamera digital berkualitas.

Di balik kejelian mengintai peluang itu, ternyata Manca hanyalah lulusan SMA. ”Semua saya lakukan awalnya karena hobi. Kemudian belajar dari berbagai kegagalan dan pengalaman, akhirnya bisa seperti ini,” katanya.

Awal bisnis

Manca lulus SMA tahun 1990. Ia merasa sendirian melakoni hidupnya karena harus berpisah dengan orangtua. Ia memutuskan menekuni dunia outdoor dengan menyediakan peralatan olahraga alam terbuka. Awalnya bisnis perlengkapan outdoor milik Manca hanya bermodalkan dana Rp 500.000. Uang itu merupakan sisa penjualan sepeda motornya yang terpaksa ia jual Rp 3 juta untuk kelangsungan hidupnya.

Kisah perjuangan dimulai ketika Manca memulai dengan membeli tas ”sisa ekspor” keluaran pabrik yang waktu itu harganya Rp 10.000-Rp 15.000.

”Saya jual secara door to door. Teman-teman yang suka naik gunung saya tawari. Ternyata tertarik dan banyak yang pesan. Sistem door to door ini saya jalani hingga dua tahun,” katanya.

Ia akhirnya bisa membuka toko untuk barang-barang kebutuhan olahraga alam terbuka. Namun, makin lama makin bosan. Akhirnya ia mencoba berkreasi dengan membuat tas kamera yang didasarkan pada pesanan teman-teman dekat.

”Usaha seperti itu saya lakoni hingga tahun 2000. Saya sendiri hobi motret, iseng motret saja. Dari situ saya banyak kenalan teman-teman fotografer dan sering mendengar keluhan mahalnya harga tas kamera,” kenang Manca.

Manca sendiri merasakan susahnya membawa kamera jika tak ditunjang dengan tas yang memadai. ”Saya membuat sendiri tas kamera, hanya buat satu sampai dua tas. Kata teman, buatannya bagus,” katanya.

Ada juga yang membawa contoh tas jadi untuk dibuatkan yang baru. ”Awalnya, saya buat 10-20 tas saja. Waktu itu memang masih transisi antara jualan tas outdoor dan tas kamera. Jadi, belum yakin betul pangsa pasar tas kamera,” papar suami Dyah Sevie Risprandini (31) ini.

Jatuh bangun

Saat krisis moneter tahun 1998, bisnis Manca bukannya meredup, tetapi justru menjadi titik tolak kebangkitan.

”Waktu krismon (krisis moneter), harga bahan baku impor jatuh. Saya putuskan memasok bahan baku impor. Dampaknya, pada saat orang- orang menaikkan harga, saya justru menurunkannya,” katanya.

Namun, seperti kisah sukses lainnya, bisnis ini juga tak selalu mulus. Manca sempat terpuruk tahun 2003 saat harga bahan baku tinggi. ”Saya berusaha bertahan terus. Misalnya, dengan mencari pekerjaan selain membuat tas kamera,” katanya.

Ia juga pernah merasakan sakitnya dikhianati teman yang menjadi karyawannya. Kepercayaan yang ia berikan disalahgunakan. Uang hasil order pembuatan tas ditilap oleh teman yang pernah ia tolong itu. Padahal, teman tersebut tadinya pengangguran yang kemudian diangkat Manca sebagai orang kepercayaan. Tentu saja pihak perusahaan yang telah order barang tak mau tahu soal kisruh di tingkat karyawan Manca itu.

”Saya tetap bertanggung jawab menyelesaikan order klien. Saya tidak memperkarakan teman saya tadi, yang penting fokus saja ke depan. Rezeki sudah ada yang mengatur,” kata lulusan SMA Wahid Hasyim Jombang, Jawa Timur, ini.

Manca dengan brand Artrek-nya mulai meyakini potensi pasar tas kamera dan bekerja secara penuh memproduksi itu tahun 2002. Selain tas kamera, dia juga mengerjakan order tas-tas lain sebagai sampingan.

”Saya tidak pernah memasang iklan. Ini hanya bisnis dari mulut ke mulut. Terus terang, booming era digital membuat bisnis tas kamera ini bergairah,” ujar Manca.

Mulai dari anak-anak SMP sudah banyak yang punya kamera digital, dari kelas poket hingga DSLR. ”Biasanya mereka rela beli kamera mahal, tetapi tak rela jika membeli tas kamera yang mahal,” kata Manca.

Toko di pinggir Jalan Manggarai Utara, Jakarta Selatan, selain untuk memajang produk tas, juga dijadikan tempat pembuatan tas yang dikerjakan oleh belasan tenaga kerja.

”Mereka sebagian sudah ikut saya sejak Artrek berdiri. Saya menganggap mereka sebagai keluarga. Mulai masih bujangan, menikah, punya anak, punya rumah, dan punya kendaraan, saya ikut menyaksikan dan mendukungnya,” katanya.

Tas kamera buatan Manca menjadi laku karena kompetitif dari segi harga jika dibandingkan dengan tas kamera impor. Selain itu, pengguna profesional juga merasa puas karena bisa mendapatkan kamera sesuai dengan desain yang diinginkan.

”Saya beriklan maksimal lewat Facebook. Ini bisnis saling percaya saja, selain memang sebuah bisnis itu harus fokus dan perlu ditekuni,” kata Manca berulang kali.

Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian besar pelanggan Manca adalah mereka yang terlebih dulu mencari informasi soal tas kamera di internet. Pemasaran dari mulut ke mulut menjalar juga di internet, membentuk viral marketing yang dampaknya tak disadari banyak orang, termasuk oleh Manca sendiri.

Info lebih lanjut hubungi: Manca Artrek [Pemasaran] di Jl. Manggarai Utara 2 No. 3 A. Jakarta Selatan 12850, Jakarta. Indonesia. Tlp/Fax. +62-021-83790310

Sumber: Kompas.com

23 Komentar leave one →
  1. April 2, 2011 11:35 am

    Jadi terinspirasi neh. Salut bt mz y..

  2. Juni 7, 2011 11:35 am

    Alamatnya tepatnya dimana ya bro? thanks infonya :D

    • April 24, 2012 11:35 pm

      Di Jl. Manggarai Utara 2 No. 3 A. Jakarta Selatan 12850, Jakarta. Indonesia. Tlp/Fax. +62-021-83790310

  3. Oktober 3, 2011 11:35 am

    Boleh tau alamatnya? Saya lagi nyari tas kamera.

    • April 24, 2012 11:35 pm

      Silakan kunjungi Artrek di Jl. Manggarai Utara 2 No. 3 A. Jakarta Selatan 12850, Jakarta. Indonesia. Tlp/Fax. +62-021-83790310

  4. noorgan Panggul permalink
    November 13, 2011 11:35 am

    email atau facebooknya apa yah, saya juga lagi cari tas camera karena rata-rata saya beli kegedean…..

  5. Moehamad Kapa permalink
    Januari 16, 2012 11:35 am

    Alamatnya dimana ya….dan kalo ada nomor teleponnya boleh minta dong.

    • April 24, 2012 11:35 pm

      Alamat Artrek di Jl. Manggarai Utara 2 No. 3 A. Jakarta Selatan 12850, Jakarta. Indonesia. Sedangkan no. Tlp/Fax. +62-021-83790310

  6. Januari 16, 2012 11:35 am

    Terinspirasi mas Rahmansyah, saya juga bikin tas kamera
    buat yang mau tas kamera murmer, kualitas eksport bisa lihat di sini
    http://maulananopan.blogspot.com/
    Terima Kasih..

  7. Wimpy Iskandar permalink
    Januari 27, 2012 11:35 am

    sdr Rachman,dimana saya bisa beli tas kamera anda,untuk bisa muat lensa 70-200
    dan body + minimum 1 lensa tambahan,Trima kasih

    • April 24, 2012 11:35 pm

      Coba Wimpy kunjungi Artrek di Jl. Manggarai Utara 2 No. 3 A. Jakarta Selatan 12850, Jakarta. Indonesia. Tlp/Fax. +62-021-83790310

  8. dwi nuraini permalink
    Februari 22, 2012 11:35 pm

    boleh minta alamat email atau alamat lengkap tas artrek dimana???

    • April 24, 2012 11:35 pm

      Artrek di Jl. Manggarai Utara 2 No. 3 A. Jakarta Selatan 12850, Jakarta. Indonesia. Tlp/Fax. +62-021-83790310

  9. April 22, 2012 11:35 pm

    alamat lengkapnya di mana?

    • April 24, 2012 11:35 pm

      Jl. Manggarai Utara 2 No. 3 A. Jakarta Selatan 12850, Jakarta. Indonesia. Tlp/Fax. +62-021-83790310

  10. yudhi permalink
    April 27, 2012 11:35 pm

    ada katalognya gak?

  11. rhay permalink
    Juli 6, 2012 11:35 am

    ada gak contoh gambar-gambar tasnya mas.
    terima kasih

  12. lidya permalink
    Juli 13, 2012 11:35 am

    bisa dikirimkan foto tas2 kamera dslr ? saya tertarik mau beli . terima kasih.

  13. Noldy permalink
    Juli 13, 2012 11:35 pm

    bisa liat katalok’a ga mas?

  14. November 3, 2012 11:35 am

    Mas Manca….. coba deh ada beberapa produk yang sudah dipatenkan atau dipasarkan. Sehingga ada beberapa macam contoh atau katalog. Saya sebagai peminat sekaligus fotographer juga pengin ikut memasarkan ke temen-temen.

  15. Mei 17, 2013 11:35 am

    om posisi skrng msh d manggarai..? Mau bikin tas ni.. Thx ya di tunggu balasan.a

  16. Agustus 26, 2013 11:35 am

    Mas bisa minta email mas Manca atau hp/bbm nya dong?

  17. Januari 20, 2014 11:35 am

    maaf ini bisa membuat desain tas dengan desain sendiri atau tidak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.227 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: