Lanjut ke konten

Muhammad Rachman Raih Juara Dunia Kelas Terbang Mini WBA

April 21, 2011

Muhammad Rachman, petinju kelahiran Merauke, 23 Desember 1971 ini, mengaku masih tidak percaya bahwa dirinya telah menjadi juara dunia tinju kelas terbang mini (47,6 kg) versi World Boxing Association (WBA) setelah mengalahkan juara bertahan asal Thailand, Kwanthai Sithmorseng di Bangkok pada 19 April 2011.

“Kami berangkat tanpa target. Tapi hasilnya luar biasa. Terus terang saya tidak percaya jika telah jadi juara dunia,” katanya setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten disambut Menpora.

”Saya sempat tidak percaya bahwa saya sudah menjadi juara dunia setelah memukul jatuh Kwanthai Sithmorseng untuk kedua kalinya pada ronde kesembilan. Itu sebabnya, setelah Sithmorseng dinyatakan kalah ’knock out’, baru saya sadar. Sayalah juara dunia baru. Makanya, saya langsung sujud saat itu juga,” ujar Rachman.

Juara dunia petinju yang saat ini menetap di Blitar Jawa Timur itu merupakan gelar yang kedua. Sebelumnya ia pernah menjadi juara dunia versi IBF di kelas yang sama, menundukkan petinju lincah dari Kolombia, Daniel Reyes  pada 14 September 2004.

Hal yang membuat gelar juara dunia ini istimewa adalah gelar ini direbut oleh petinju yang umurnya hampir mencapai 40 tahun. Apalagi gelar juara ini diraih setelah petinju ini tidak lagi terdengar kiprahnya di jagat tinju nasional dan internasional.

Ditanya kunci kemangan yang diraih, M. Rahman mengaku tidak mempunyai kunci khusus. Yang membuat dirinya mampu mengalahkan lawan adalah bermain dengan disiplin dan memanfaatkan kelemahan lawan.

“Saya sempat dipukul jatuh di ronde-ronde awal. Tapi saya bisa bertahan dan berhasil memukul KO pada ronde sembilan,” kata petinju bergaya orthodox ini. Rencananya, laga tersebut berlangsung 12 ronde.

Rachman jatuh dua kali. ”Pertama pada ronde kedua. Saya jatuh bukan karena terkena pukulan, melainkan terpeleset. Akan tetapi, wasit tetap memberi hitungan,” ujar Rachman.

Pada ronde keempat, kembali Rachman mendapat hitungan. ”Kali ini baru betul-betul karena kena pukulan hook kiri Sithmorseng yang cukup keras ke dagu saya. Sekalipun sudah dua kali mendapat hitungan, tekad saya tetap seperti sebelum meninggalkan Blitar. Saya harus juara dunia kali ini,” katanya.

”Itu sebabnya, setelah bangkit, saya dapat meneruskan pertarungan lebih baik. Apalagi, saya melihat stamina Sith- morseng semakin lama semakin melorot. Maka, pada ronde kesembilan, satu upper cut kiri saya masuk, membuat dia jatuh tersandar ke tambang. Tambahan lima pukulan beruntun ke wajahnya membuat dia terjatuh ke kanvas,” tutur Rachman.

Ternyata Kwanthai tidak mudah ditaklukkan sebab, belum genap hitungan delapan dari wasit, dia bangkit. Namun, setelah mendapat serangan berikutnya, Kwanthai tidak mampu bangkit hingga hitungan ke-10 pada ronde kesembilan.

Petinju yang saat ini memiliki usaha sebagai kontraktor itu berharap kemenangan yang diraih ini dijadikan motivasi bagi semua petinju jika umur tidak menghalangi untuk berprestasi.

Sementara itu Menpora Andi Mallarangeng mengaku bangga dengan raihan prestasi tersebut. “Ini adalah prestasi luar biasa. Dengan kemenangan ini Indonesia mempunyai dua juara dunia. Sebelumnya Chris Jhon mampu mempertahankan gelarnya,” katanya di sela penyambutan M. Rahman.

Menurut dia, prestasi yang diraih M. Rachman layak dimasukkan Museum Rekor Indonesia (MURI) karena mampu merebut juara dunia di usia hampir 40 tahun.

Pernyataan sama diucapkan promotor tinju Raja Sapta Oktohari. Menurut dia, yang harus dipikirkan selain memberikan penghargaan adalah bagaiman untuk mempertahankan gelar yang saat ini disandang oleh M. Rachman. “Kami akan membantu dalam membicarakan langkah berikutnya salah sataunya dengan menghubungi promotor Thailand yang saat ini menangani M. Rachman,” katanya.

Selama kurang lebih 10 tahun berkecimpung dalam dunia tinju profesional petinju dengan nama lahir lengkap Mohammad Rachman Sawaludin bin Suhaimat itu telah bertanding sebanyak 64 kali yang terdiri 33 kali menang KO/TKO, 10 kali kalah, 5 kali kalah, dan 16 kali menang angka.

Sumber: Antara, id.wikipedia.org, MediaIndonesia, Kompas

3 Komentar leave one →
  1. erick permalink
    April 22, 2011 11:35 am

    Selamat Buat Muhammad Rachman dan seluruh masyarakat Indonesia. Kata yang pantas buat Muhammad Rachman adalah “LUAR BIASA”

  2. hardi suyitno permalink
    April 27, 2011 11:35 pm

    Alhamdulillah, selamat mas Rahman, semoga sukses dunia akhirat. Amien.

  3. Asob permalink
    Maret 4, 2014 11:35 pm

    Mantab Pace M.Rahman……Angkat nama baik Papua sebagai tanah kelahiranmu juga…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: