Lanjut ke konten

Bimastove: Kompor Ramah Lingkungan Karya ITS

April 28, 2011

Bahan bakar minyak semakin berkurang dan langka serta semakin terus naik harganya karena krisis energi. Oleh karena itu, masyarakat kini berusaha mencari bahan bakar atau energi alternatif serta cara lain untuk solusinya. Berbagai cara dicari untuk mengatasi problem tersebut. Tak terkecuali mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Lewat PKM bidang Penelitian (PKMP), mereka siap mengatasi problem tersebut lewat Bimastove.

“Keberadaan BBM bukan urusan mudah. Ditambah lagi, kebutuhan energi juga semakin meningkat,” tutur Ade Sonya Suryandari, salah satu anggota PKMP tersebut. Alasan itulah yang melatarbelakangi perlunya keberadaan energi alternatif. Ia mengakui berbagai energi alternatif yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Menurut mahasiswi yang kerap disapa Sonya, perlu alternatif lain yang lebih unggul untuk mengatasi krisis energi. ”Teknologi gasifikasi bisa menjadi jawaban pemenuhan energi yang berkelanjutan,” terangnya. Tim Sonya secara khusus memanfaatkan teknologi ini dalam sebuah kompor.

Kompor ini memaksimalkan energi biomassa sebagai bahan bakar. Untuk itulah, kompor ini diberi nama Bimastove. ”Desainnya dirancang khusus untuk memaksimalkan pembakaran,” tutur mahasiswi angkatan 2009 ini. Apalagi bila disertai dengan bahan bakar yang fleksibel.

Mengenai keunggulan, Bimastove dinilai lebih efektif digunakan bila dibanding kompor minyak dan elpiji. Sebab, kompor ini lebih aman dari ledakan yang mudah terjadi di kompor lain. ”Harganya jelas lebih murah,” tambahnya.

Hal lain yang turut menunjang kelebihan Bimastove adalah efisiensinya tinggi.  Berdasarkan tes performa yang telah dilakukan tim Sonya, lima liter air bisa mendidih dalam 25 menit bila menggunakan Bimastove. ”Ini lebih efisien dibandingkan tungku konvensional,’‘ ujarnya lagi.

Bahan bakar yang digunakan Bimastove pun benar-benar fleksibel. Berbagai macam bahan organik yang kering bisa dimanfaatkan. Diantaranya, kayu, sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa, tangkai, daun, dan bahan organik lainnya. Hal tersebut tentunya memberikan sedikit polusi lingkungan. Dengan kata lain, Bimastove merupakan kompor yang ramah lingkungan.

Beberapa ciri fisik kompor ini adalah berdiameter silinder luar sebesar 20 cm, diameter bagian dalam sebesar 14 cm, dan tingginya sekitar 30 cm. Sedangkan, bahan pembuatan kompor ini adalah galvanis. ”Kapasitasnya sekitar satu kilogram dengan power sembilan volt,” lanjut Sonya lagi.

Dengan keunggulan yang dimiliki, kompor ini memang ingin dijadikan sebagai bentuk kontribusi bagi daerah asal semua anggota, yakni Tulungagung. Diakui Sonya, banyak limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut bisa menjadi salah satu bahan bakar bagi kompor Bimastove. ”Kami juga berharap, ini bisa menjadi solusi masyarakat Tulungagung yang kerap menggunakan kayu bakar,” pungkasnya.

Sumber: its.ac.id

One Comment leave one →
  1. wira permalink
    Agustus 8, 2011 11:35 am

    Harga berapa per unit dan di mana saya dapat membeli?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: