Skip to content

Tab-Trik: Alat Tambal Ban Elektrik Portabel Buatan Mahasiswa ITS

Juni 10, 2011

Tidak ada yang menyangka bila perjalanan kita tiba-tiba terganggu karena ban kendaraan yang kita kendarai pecah atau bocor. Apalagi bila lokasinya jarang populasi manusia, tentu menambah kecemasan saat berkendara.

Kini, untuk mengatasi masalah tersebut, ada alat canggih tambal ban yang ringan sehingga mudah dibawa kemana-mana, yang disebut Tab-Trik Portable. Alat ini diproduksi oleh mahasiswa semester akhir di ITS, dengan konsep alat pemanas yang portable.

Pada Awalnya

Arifuddin menunggangi sepeda motornya membelah aspal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Surabaya, tujuannya ke Yogyakarta, sejauh 267 kilometer, mengunjungi teman.

Tiba-tiba ban belakangnya ogel-ogelan karena kehabisan udara. “Kena paku,” ujarnya. Celingak-celinguk mencari bantuan, hanya gelap yang ia dapati. Sendirian di tengah malam, dia menuntun Honda Mega-pro, yang berbobot lebih dari 100 kilogram, melewati hamparan sawah serta kebun sampai keringat mengucur deras dan napasnya “Senin-Kamis”. Lajang 23 tahun ini memutuskan bermalam di sebuah pompa bensin, baru meneruskan misi mencari tukang tambal ban keesokan harinya.

Dia ingin melupakan pengalaman pahit tahun lalu itu. Bersama dua rekannya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, dia menciptakan mesin tambal ban elektrik, yang dinamai Tab-Trik Portabel. “Konsepnya sangat sederhana,” ujar Arifuddin.

Komponen & Rancangan

Komponen utamanya adalah pemanas dari baja tahan karat atau stainless steel bergaris tengah lima sentimeter. Seperti di tukang tambal ban, pemanas berguna merekatkan tambalan pada karet ban. Daya panas datang dari listrik. Mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah, ini memasang dua kabel, lengkap dengan pentolannya, sehingga pengguna bisa memilih sumber setrum dari colokan rumah atau aki sepeda motor.

Dari aki berdaya 5 ampere dan 12 volt, inverter mengubah setrum DC jadi AC. Panas berasal dari lilitan kawat pemanas solder, yang menghasilkan suhu 150 derajat Celsius pada lempengan baja. Arus listrik yang masuk juga melewati unit pengatur waktu, yang mati dalam 13 menit. “Kurang dari itu tambalan tidak merekat maksimal. Tapi, kalau lebih, ban bisa meleleh,” kata mahasiswa jurusan teknik elektro tingkat akhir itu.

Arifuddin, Rizal Daus, dan Sugianor merancang alat ini tahun lalu. Rekan satu rumah kos di Jalan Arif Rahman Hakim, Keputih, Surabaya, ini mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa yang diadakan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional pada Oktober 2010.

Arifuddin cs termasuk di antara 5.000 kelompok yang terpilih mendapat dana penelitian. Pada April 2011 lalu, mereka kebagian Rp 6 juta untuk mewujudkan rancangannya. Karena konsepnya sudah matang, tiga sekawan itu tak menemui banyak kesulitan. Bongkar-pasang dilakukan di laboratorium. Kadang dilanjutkan di tempat kos, yang hanya berjarak sepelemparan batu dari kampus.

Mereka mengaku kesulitan membentuk casing dari aklirik. Desain beberapa kali berubah untuk menyesuaikan pembungkus dengan jeroannya. Hampir sebulan, mesin tercipta. Berbentuk kotak berukuran sepuluh sentimeter persegi, dilengkapi laci imut untuk menyimpan lem, karet penambal, pembuka pentil ban, dan aluminum foil. Belum sempurna memang.

Dosen pembimbing mereka, Joko Susila, mengatakan tampilan perangkat itu masih acakadut. “Desainnya masih perlu diperhalus,” kata pengajar teknik pengaturan ini. Tab-Trik Portabel ibarat kios tambal ban yang bisa dibawa ke mana-mana. Tapi ini tak akan berguna tanpa mekaniknya. Karena tidak bisa diwakili mesin, penambalan mesti dipelajari dan dikerjakan sendiri. Ibaratnya belajar jadi abang tambal ban.

Produksi & Paten

Menurut Arifuddin, menambal ban bukan perkara sulit. “Lihat saja, banyak anak kecil yang jadi tukang tambal ban,” katanya. Arifuddin cs telah menyiapkan cara ganti ban dalam manual book alatnya. Ban kempis karena ban dalam sobek biasanya terkena benda tajam. Setelah menghentikan sepeda motor di tempat terang dan aman, hal yang harus dilakukan adalah membuka sekrup pentil dan melepaskan ban luar dari pelek.

Permukaan ban dalam yang sobek dibersihkan, lalu bubuhi lem, klep penambal, dan aluminum foil. Nah, mulailah Tab-Trik bekerja. Setelah alat tersebut dicolokkan ke listrik atau aki, bagian yang akan ditambal ditempelkan pada lempeng baja pemanas, lalu ditutup. Tiga belas menit kemudian, tambalan akan melekat sempurna, dan ban siap digunakan kembali, setelah dipompa tentunya.

Menurut Arifuddin, orang awam butuh 30 menit untuk mengerjakan itu. Hampir sama dengan waktu menambal ban di kios pinggir jalan, dengan catatan tidak ada antrean. Mesin itu menelan modal sekitar Rp 250 ribu. Bagian terbesar adalah membeli inverter, yakni Rp 100 ribu. Arifuddin memperkirakan biayanya bisa ditekan jika alat itu diproduksi massal, menjadi sekitar Rp 150 ribu.

Dia berencana mematenkan karyanya tersebut ke Kantor Hak Kekayaan Intelektual di Tangerang, Banten. “Tapi urung karena belum ada duit,” katanya sembari nyengir. Menurut dia, untuk pendaftaran saja butuh Rp 1 juta.

Dengan ukuran mungil, alat seberat 0,5 kg dan berdimensi 11 x 10 x8,5 cm ini bisa masuk di hampir semua bagasi sepeda motor, juga ransel. Ditambah pompa dan besi pencungkil ban berukuran 15 sentimeter, mesin ini bisa jadi perangkat wajib untuk sepeda motor, layaknya ban cadangan dan dongkrak untuk mobil, terutama untuk perjalanan jauh. Dengan mesin ini, Arifuddin cs sudah mengucapkan selamat tinggal kepada tukang tambal ban.

Sumber: TEMPOinteraktif.com, detik.com

11 Komentar leave one →
  1. Juni 10, 2011 11:35 pm

    Ide sungguh kreatif semoga bisa di terima oleh pasar..

  2. jim permalink
    Agustus 4, 2011 11:35 pm

    Udaah ada tambal tip-top. Praktis, murah, dan gak ribet.

  3. Tukang tambal ban permalink
    Agustus 5, 2011 11:35 pm

    Betul! Gitu aja ko repot. Klo sekedar buat nambal ban mah, bawa aja tip top, praktis pas dlm saku ga pake lama mas…

  4. anang ma'ruf permalink
    November 19, 2011 11:35 am

    Aku ingin tahu gimana caranya merakit dan membuat tambal ban listrik

  5. Februari 20, 2012 11:35 pm

    Jos juga ya…

  6. andy permalink
    Maret 18, 2012 11:35 pm

    Untuk tambah anginnya gimana gan?

  7. beni permalink
    April 17, 2012 11:35 am

    Berapa tu harga jualnya?

  8. budi permalink
    Juli 2, 2012 11:35 am

    Apakah sudah dijual masal, di mana mendapatkannya?

  9. Najamuddin permalink
    September 15, 2012 11:35 am

    Saya pingin pesan alat tambal ban elekrik, di mana kita harus pesan?

  10. anang permalink
    September 20, 2012 11:35 am

    keren dr sengsara membawa nikmat. kl mau pesan alatx kemana. t.q

  11. tambal ban permalink
    Januari 14, 2013 11:35 am

    wah sayang kalo heater nya bisa yg pake dc 12 volt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: