Lanjut ke konten

Stephanie, Fitriani & Tim Bocce Indonesia Raih Emas di Special Olympics World Summer Games 2011, Athena

Juni 30, 2011

Atlet Stephanie Handojo dan Fitriani mengharumkan nama Indonesia dengan menyabet dua emas dari cabang akuatik (renang) pada hari pertama Olimpiade Dunia Tunagrahita 2011 atau Special Olympics World Summer Games 2011 di Athena, Yunani yang dibuka 25 Juni dan akan berakhir 4 Juli 2011.

Bertarung di nomor Gaya Dada 50 Meter Divisi F6, Stephanie Handojo, pelajar SMIP Kasih Ananda Jakarta, menyabet medali emas dengan catatan waktu 01:02.73. Medali perak diraih atlet Prancis Sophie Gonard (01:05.49) dan perunggu jatuh ke tangan atlet Belgia Tinne van Beylen (01:05.98).

Sedangkan Fitriani, dari Panti Sosial Bina Grahita Nipotowe Palu, Sulawesi Tengah, menggapai emas di nomor Gaya Dada 50 Divisi F8 dengan catatan waktu 00:49.99. Medali perak disabet atlet Charmaine Mifsud dari Malta (00:50.57), dan perunggu diraih Rachel Abigail Veldkamp dari Suriname (00:51.94).

“Prestasi ini menunjukan bukti nyata bahwa atlet tunagrahita Indonesia tidak kalah dengan atlet dari 184 negara di dunia sesuai dengan kelasnya,” ujar Menteri Sosial RI Dr. Salim Segaf Al Jufri seusai mendapat kehormatan mengalungkan medali kepada para juara diiringi kibaran merah putih dari supporter Indonesia.

Menteri mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh bangsa Indonesia agar para atlet tunagrahita Indonesia yang bertarung di 6 cabang lainnya seperti bulutangkis, tenismeja, bolabasket, sepakbola, atletik dan bocce, juga dapat meraih medali emas seperti Stephanie dan Fitriani.

Sementara itu Dubes RI Ahmad Rusdi menyambut gembira dan sangat terharu atas capaian emas oleh Stepahnie dan Fitriani, yang membawa nama harum bangsa dan negara Indonesia di kancah internasional.

“Bagaimanapun persaingan yang sangat berat bagi atlet tunagrahita dalam olimpiade ini menjadi catatan sejarah bagi dunia olahraga Indonesia,” cetus Dubes, yang selalu mendampingi para atlet tunagrahita Indonesia sejak tiba di Athena.

Dubes juga menilai bahwa kehadiran Menteri Sosial RI menunjukkan perhatian pemerintah dalam mendukung dan memberikan semangat kepada para atlet tunagrahita Indonesia dalam olimpiade ini.

Tambahan Medali

Memasuki hari ketiga (28/6) Olimpiade Dunia Tunagrahita 2011 di Athena , para atlet merah putih kembali berjaya dengan menambah perolehan 1 emas dari cabang Bocce dan 1 perak dari renang .

Bocce adalah olahraga bola terbuat dari baja yang berakar pada permainan kuno di zaman Kekaisaran Romawi, mirip olahraga tradisional Prancis, jeu de boules. Orang Prancis menyebut bocce sebagai la variante italienne du jeu de boules (jeu de boules varian Italia).

Di bawah asuhan pelatih Triningsih, tim bocce Indonesia kategori campuran, yakni Ika Solehati (DKI), Vivi Indriani (Riau), Riko (Kalimantan Tengah) dan Fadilla Sobri (Bangka Belitung) menambah emas untuk republik setelah menundukkan Polandia di final.

Adapun tambahan 1 perak dipersembahkan oleh Daniel Wijayanto melalui perjuangan di cabang akuatik (renang) gaya bebas putera 100 meter Divisi M15. Daniel (26), atlet tunagrahita asal Surabaya yang kini tinggal di Semarang ini mencatatkan waktu 1:03.02 dalam pertarungan final melawan perenang dari Ekuador, Inggris, Israel, Jepang, Jerman, Jepang, Afrika Selatan dan Swedia.

Daniel hanya kalah tipis dari Valentino Henry Vergotine (Afrika Selatan) yang meraih emas dengan catatan waktu 01:01.77. Sementara perunggu diraih atlet Ekuador Jorge Jaime dengan catatan waktu 01:05.80.

Festival

Olimpiade Dunia Tunagrahita 2011 di Athena dibuka oleh Presiden Yunani di stadion bersejarah Kalimarmaro Athena pada 25 Juni 2011 yang dihadiri oleh 7.500 atlit dari 184 negara.

Acara pembukaan dihadiri dan dimeriahkan oleh para diva dunia, yang peduli pada tunagrahita, antara lain Celine Dion dan Stevie Wonder, juga para legenda olahraga seperti Johan Cruijff dari Belanda.

Olimpiade Dunia Tunagrahita 2001 di Athena juga menggelar side event (kegiatan sampingan, red) berupa Special Olympic Festival di Athens Olympic Sport Complex (OAKA) pada 26 Juni – 3 Juli 2011. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kebudayaan untuk memperkenalkan seni dari negara peserta kepada para pengunjung.

KBRI Athena memanfaatkan kesempatan ini untuk menampilkan berbagai kerajinan dan kebudayaan Indonesia seperti angklung, gamelan, wayang golek, topeng Bali dan Jawa, serta warisan budaya tradisional lainnya.

Para pengunjung terutama anak-anak terlihat senang dan betah di anjungan Indonesia, karena mereka dapat mencoba memainkan gamelan dan angklung yang dipamerkan.

Sumber: DetikNews, Kompas

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: