Lanjut ke konten

Benda Seni Tradisional Indonesia Masuk Museum Terbesar di Baltik

Agustus 24, 2011


Hasil seni budaya tradisional Indonesia akan terus dikenal di dunia internasional. Sebuah museum terbesar di kawasan Baltik, The Art Museum Riga Bourse, kini mengoleksi benda-benda seni Indonesia dari Sumatera sampai Kepulauan Sunda Kecil.

Museum ini menempati bekas gedung bursa saham Riga, ibukota Latvia, yang telah direnovasi sesuai kebutuhan sehingga menjadi megah dan mengagumkan dengan fasilitas modern. Museum ini sebelumnya berlokasi satu gedung dengan Istana Presiden Latvia.

“Selamat atas pembukaan The Art Museum Riga Bourse, tempat baru untuk presentasi seni yang sangat mengesankan. Sungguh suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari museum ini,” ujar Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Stockholm, yang juga memegang akreditasi Republik Latvia, Endang Wirawan dalam pidato sambutan pada seremoni pembukaan museum, pada 21 Agustus 2011.

Seremoni pembukaan dimeriahkan dengan Tari Bambangan Cakil, menggambarkan duel Janoko versus Cakil, diiringi gamelan live oleh Sekar Irama binaan KBRI Stockholm, yang sebagian pemainnya adalah warga Swedia.

Hadir antara lain Menteri Kebudayaan Republik Latvia Sarmite Elerte, Direktur Museum Seni Nasional Latvia Mara Lace, Kepala Departemen Museum Asing Daiga Upeniece, Konsul Kehormatan Indonesia untuk Latvia Ayub D.P. Junus, Direktur Museum Kembudpar Intan Mardiana Napitulu, pejabat Kemlu Latvia, kalangan pemerintahan, peminat seni, tokoh agama setempat dan media.

Menurut Endang Wirawan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras Indonesia dan Latvia, untuk menempatkan kedua negara lebih dekat dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral.

“Latvia telah sangat dekat di hati banyak orang Indonesia. Bagi kami, Latvia dianggap sebagai salah satu negara yang paling signifikan di kawasan Baltik di mana Indonesia perlu lebih menaruh perhatian,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa koleksi benda seni tradisional Indonesia yang disumbangkan kepada The Art Museum Riga Bourse hanyalah sebagian kecil dari kekayaan seni tradisional Indonesia yang multietnik dan multikultural.

“Namun demikian, ini merupakan representasi Indonesia, terutama seni tradisionalnya, yang merupakan warisan dunia. Di masa depan koleksi tersebut dapat ditambahkan untuk meningkatkan presentasi Indonesia, yang akan makin memperkuat hubungan kita,” tandas Endang.

Beliau menekankan bahwa kontribusi Indonesia ini tidak boleh dilihat hanya melalui perspektif ekonomi, tetapi melalui hubungan budaya juga, khususnya antar-museum. Melalui contoh kerja sama ini, kolaborasi lebih luas antara para ahli dan sarjana terkait bisa dipromosikan lebih lanjut.

“Saya berharap hal itu akan semakin meningkatkan hubungan baik yang telah ada antara Indonesia-Latvia. Dengan pameran permanen benda seni Indonesia di museum ini, kami juga percaya bahwa hal itu dapat meningkatkan pariwisata kedua negara di masa depan,”  ujar Endang W.

Fungsi Pensosbud Erlinda Sutendri menjelaskan bahwa benda-benda seni tradisional Indonesia yang disumbangkan bukan benda-benda seni yang dilindungi oleh undang-undang dan peraturan pemerintah.

Sumber: detikNews.com

2 Komentar leave one →
  1. Desember 3, 2011 11:35 pm

    Selamat untuk mereka yang telah bekerja keras dalam usaha memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Lacak Balik

  1. Benda Seni Tradisional Indonesia Masuk Museum Terbesar di Baltik « Reminiscent

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.224 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: