Lanjut ke konten

Emir Mahira Raih Pemeran Terbaik di The Isfahan International Film Festival of Children and Young Adults, Iran

Desember 7, 2011

Emir Mahira di indonesiaproud wordpress com
Kabar gembira datang dari dunia film. Aktor muda Emir Mahira mendapatkan penghargaan Best Performance pada ajang festival film The Isfahan International Film Festival of Children and Young Adults yang berlangsung pada 14-18 November lalu di Teheran, Iran.

Emir meraih penghargaan  berkat penampilannya sebagai tokoh Bayu Purnomo Jati dalam film Garuda Di Dadaku, film perdana garapan Ifa Isfansyah. Bagi Emir, film tersebut juga merupakan debutnya sebagai aktor. Ia mengaku kaget mendapat penghargaan itu.

Mendapat penghargaan tersebut, tentu saja membuat Emir bahagia. Pasalnya, penghargaan tersebut diraihnya lewat film pertamanya. “Enggak nyangka lagi, waktu makan di rumah tiba-tiba dapat kabar. Seneng banget, apalagi Garuda Di Dadaku juga film sudah lama. Jadi, ya, enggak nyangka aja,” ujarnya, saat ditemui di FX Plaza, Jakarta, Selasa (6/12).

Prestasi yang membanggakan itu tak membuat Emir terbeban. Sebaliknya, hal itu juga tak lantas membuatnya berpuas diri. Sebab, menurutnya, seni akting yang bagus itu tak dibatasi oleh perolehan penghargaan.

Dengan penghargaan yang disabetnya itu, pria kelahiran Jakarta, 19 September 1997 merasa terpacu ingin lebih mendalami akting di bangku sekolah. Ia berharap bisa memberi manfaat bagi kariernya ke depan di dunia film nasional.

“Akting, ya pengalaman baru aja buat aku. Yang jelas penghargaan ini bisa bantu aku melanjutkan ke sekolah seni dan membantu masa depan juga, ” harap Emir.

Siswa kelas 9 di Singapura School Internasional (SSI), Jakarta itu kembali memerankan tokoh Bayu yang kini mulai beranjak remaja dalam sekuel film Garuda Di Dadaku 2 yang digarap oleh sutradara Rudi Soedjarwo. Bayu adalah anak seorang single mother yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola nasional.

Emir memainkan peran tersebut dengan cukup apik. Kali ini, ia beradu akting dengan Maudy Koesnaedi, Ramzi, Rendi Khrisna, Monica Syangbati, Muhammad Ali, Rio Dewanto, dan Aldo Tansani.

Sebelumnya, peran tersebut telah mengantarkan Emir masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2010. Ia bersaing dengan aktor-aktor senior. “Nggak nyangka film pertama, yang jelas speechless-lah,” kenangnya.

Selama terjun ke dunia peran, Emir mengaku paling susah memerankan karakter Rumah Tanpa Jendela“Sejauh akting yang paling susah, jadi peran autis di film Rumah Tanpa Jendela. Kalau akting nangis sih gampang, soalnya nenek saya baru meninggal jadi kalau akting nangis tinggal ngingetin nenek saja,” tutupnya.

Sumber: kompas.com, hot.detik.com, celebrity.okezone.com

2 Komentar leave one →
  1. RATNA DWI NOVITASARI permalink
    Desember 27, 2011 11:35 am

    Siiip, aku suka.

  2. faustine illona selly permalink
    Januari 6, 2012 11:35 am

    me gusta
    suka

Tinggalkan Balasan ke RATNA DWI NOVITASARI Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: