Skip to content

Jokowi, Tri Rismaharini & Syahrul Yasin Limpo Masuk Nominasi 2012 World Mayor Prize

April 2, 2012

WM2012 di indonesiaproud wordpress comCity Mayors Foundation menerbitkan sebuah daftar panjang kandidat kepala daerah peraih 2012 World Mayor Prize  dalam situs web-nya worldmayor.com pada 1 April 2012.

Dari 77 kandidat dalam daftar itu, 3 di antaranya berasal dari Indonesia, yaitu Joko Widodo (Wali Kota Solo), Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), dan  Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).

Daftar itu merinci bahwa ada 15 wali kota dari Amerika Utara, 12 dari Amerika Latin, 24 dari Eropa, 17 dari Asia, 3 dari Australia dan Selandia Baru, dan 6 dari Afrika.

Menganggapi pencalonan tersebut, Joko Widodo mengaku tak ada yang istimewa dengan nominasi tersebut.

“Saya biasa-biasa saja. Saya juga tidak tahu siapa mereka. Mau dinilai baik, sedang, atau tidak, juga tidak masalah,” kata pria yang biasa dipanggil Jokowi ini di kediamannya, Solo (2/4).

Menurut Jokowi, soal kinerja, penilaian yang paling bagus hanya datang dari rakyat. Sebab, dirinya dipilih oleh rakyat, sehingga rakyat yang menilai. “Sekian ratus penghargaan, tetapi kalau pilkada di daerahnya cuma dapat suara 30 persen kan sama saja,” ujar dia.

“Penghargaan yang riil adalah dari masyarakat. Ibaratnya rakyat itu komisaris yang menugaskan dan menilai saya.”

Adapun Gubernur Syahrul Yasin Limpo menanggapi santai namanya dimasukkan dalam nominasi kepala daerah terbaik dalam 2012 World Mayor Prize oleh City Mayor Foundation.

Syahrul Yasin Limpo menyerahkan penilaiannya pada masyarakat. “Tokoh dunia… Anda jajakilah,” ujar Syahrul saat dimintai tanggapan di Kantor Gubernur Sulsel (2/4).

Menurut Syahrul, dia tidak dalam kapasitas untuk mengomentari nominasi itu. Baginya, yang penting adalah bekerja keras untuk rakyat. “Saya kerja. Saya jamin 100 persen, kerja keras saya untuk rakyat,” tegasnya.

Berbeda dengan Jokowi & Syahrul, masuk nominasi wali kota terbaik dunia justru membuat  Tri Rismaharani merasa khawatir. Wali kota perempuan pertama Surabaya itu khawatir berubah menjadi lemah dan sombong.

“Yang penting dan prioritas bagi saya adalah melayani masyarakat Surabaya. Penghargaan itu bukan utama,” katanya di Balai Kota Surabaya, (2/4).

Karenanya, Risma sama sekali tidak mempermasalahkan dia kalah atau menang. Yang penting baginya, ujar Risma, adalah tetap menjalankan tanggung jawab moral dan amanah sebagai pemimpin yang dipilih rakyat.

“Justru saya takut kalau tingkat kepuasan masyarakat rendah saat saya memimpin,” tambahnya.

Nominasi & Pengumuman Pemenang

Panitia masih menerima nama nominasi hingga pertengahan Mei 2012. Nanti daftar nama akan diperbarui secara berkala melalui situs http://www.worldmayor.com dan Twitter.

Jajaran nama ini akan diseleksi hingga menjadi hanya 25 kandidat pada awal Juni 2012. Pemenang penghargaan bakal diumumkan pada awal Desember 2012.

Pemenang World Mayor Prize sebelumnya adalah Edi Rama (Tirana, 2004), Dora Bakoyannis (Athena, 2005), John So (Melbourne, 2006), Helen Zille (Cape Town, 2008), dan Marcelo Ebrard (Mexico City, 2010).

Sumber: kompas.com, vivanews.com

One Comment leave one →
  1. andys doank permalink
    April 3, 2012 11:35 am

    Tidak salah kalau rakyat memilih mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: