Skip to content

Thomson Reuters: Riset Indonesia Sedikit, Tetapi Berkualitas Tinggi & Dikutip Ilmuwan Dunia

April 30, 2012

thompson reuters logo di indonesiaproud wordpress com

Tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah publikasi penelitian Indonesia memang rendah. Namun, ternyata kualitas riset Indonesia tergolong unggul.

Hal itu terlihat dari hasil analisis Thomson Reuters, sumber informasi intelijen terkemuka di dunia untuk perusahaan dan para profesional, yang disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, pada 26 April 2012.

Diketahui, secara ranking, jumlah publikasi riset Indonesia tergolong kedua terendah se-Asia Tenggara. Berdasarkan jumlah publikasi, negara yang paling produktif dalam riset berturut-turut adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Namun, berdasarkan jumlah riset yang disitasi, Indonesia nomor tiga se-Asia Tenggara. Artinya, risetnya sedikit, tetapi kualitas dunia,” kata Wong Woei Fuh, Managing Director Rest of Asia Pacific Intellectual Property and Science di Thomson Reuters.

Berdasarkan jumlah citation (kutipan), negara yang dengan riset berkualitas di Asia Tenggara adalah Singapura, Filipina, dan Indonesia. Malaysia tergolong terendah di Asia Tenggara.

Demikian pula dalam dampak hasil penelitian di dunia. “Jadi, hasil penelitian Indonesia itu banyak dikutip oleh ilmuwan di dunia,” kata Wong.

Berdasarkan analisis Thomson Reuters, riset Indonesia didominasi oleh bidang ilmu hewan dan tanaman (botani dan zoologi), medis atau kedokteran, lingkungan, geologi, dan pertanian.

Sementara itu, hasil riset yang paling banyak dikutip adalah bidang ilmu sosial dan humaniora, medis, pertanian, lingkungan, ekologi, dan imunologi (kekebalan tubuh).

“Penelitian ilmu sosial Indonesia punya dampak yang besar,” ungkap Wong.

Ia mengungkapkan, hasil analisis Thomson Reuters bisa menjadi salah satu pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang riset manakah yang paling perlu mendapatkan perhatian dan pendanaan.

“Indonesia perlu fokus. Pendanaan bisa cepat terbuang percuma kalau tidak fokus,” ungkap Wong.

Melihat hasil analisis, Indonesia terbukti unggul pada ilmu-ilmu dasar. Dengan demikian, perlu dipertimbangkan agar penelitian dasar dan eksploratif, yang hasilnya sering dianggap tidak segera berguna, mendapat perhatian dan pendanaan.

Sumber: kompas.com

3 Komentar leave one →
  1. Jikuns permalink
    Februari 28, 2013 11:35 am

    bisa jadi patokan juga ya dari hasil analisis thomson reuters. good article.

    • okkie permalink
      Juni 26, 2013 11:35 am

      bisa dilihat di web of science

Trackbacks

  1. Thomson Reuters:Riset Indonesia sedikit, tetapi berkualitas tinggi dan dikutip Ilmuwan dunia. « My Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: