Skip to content

Klepon Stack: Game Terbaik Nokia Asha Apps Challenge & Bakal Jadi “The Next Angry Birds” dari Indonesia

Mei 2, 2012

affath fauzi di  indonesiaproud wordpress comBagi anda, mungkin klepon adalah sekadar jajanan tradisional berwarna hijau yang dilumuri parutan kelapa yang enak dimakan sambil minum teh hangat.

Namun, berbeda dengan Affath Firdausi, saking gemarnya makan penganan berisi gula merah cair ini, pria kelahiran 3 Februari 1990 ini, terinspirasi membuat game bertema klepon.

Sembari menggarap skripsi, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia angkatan 2008 ini kemudian membangun permainan Klepon Stack. “Game-nya rampung dalam satu bulan,” kata Affath.

Seorang diri ia mengerjakan game yang menantang setiap pemain untuk menumpuk tiga jajanan tradisional dalam sebuah nampan. Di situ ada klepon yang berbentuk bulat, wajik kotak merah, dan sukun dalam bentuk segitiga kuning.

Tantangannya, Affath menuturkan, pemain harus menjaga tumpukan tetap seimbang dan tidak jatuh. “Yang paling sulit adalah menjaga keseimbangan klepon karena bentuknya bulat,” tuturnya.

klepon stack di indonesiaproud wordpress comPermainan Klepon Stack terdiri atas 9 level. Seperti biasa, semakin tinggi tingkatannya, semakin besar tantangannya.

Affath membocorkan trik supaya bisa memainkan game ini dengan mulus. Caranya, jangan selalu menumpuk klepon, wajik, dan sukun ke atas, melainkan menyusunnya ke samping kiri dan kanan agar selalu seimbang. “Pemain juga harus pintar berstrategi,” ujar Affath.

Developer Manager Nokia untuk wilayah Asia Tenggara, Narenda Wicaksono, mengatakan bahwa tim juri dari Nokia dan Rovio, perusahaan pembuat Angry Birds, memilih Klepon Stack sebagai game terbaik Nokia Asha Apps Challenge.

Dari 10 finalis, Klepon Stack dinilai memiliki kompleksitas serupa Angry Birds. “Ini terlihat dari penggunaan physic engine, yang juga dipakai di Angry Birds,” Narenda menuturkan.

Physic Engine berfungsi sebagai gravitasi saat benda jatuh. Contohnya, ketika klepon, wajik, atau sukun perlahan-lahan menggelending jatuh karena pemain tidak seimbang dalam menyusunnya.

Sayangnya, menurut Narenda, tampilan antar-muka game Klepon Stack masih perlu diperbaiki. “Tidak perlu rumit, yang penting beauty,” katanya.

Selain itu, ada beberapa aspek penilaian lain yang turut diperhitungkan tim juri. Antara lain, game play, user experience, coding, kompleksitas, dan performa. “Menurut Rovio, semua finalis bagus-bagus,” kata Narenda.

Menurut Narenda, aplikasi Klepon Stack berpotensi menjadi game “The Next Angry Birds” asal Indonesia. “Game ini menggunakan engine fisika, di mana ada prinsip ilmu fisika di sana, seperti gravitasi,” ujar Narenda di sela-sela acara Nokia Developer Program Jakarta, pada 26 April lalu.

Naren sendiri akan menemani Affath ke Rovio. Menurut perjanjian kerja sama antara Nokia Indonesia dengan Rovio, Affath akan diajarkan membuat game yang baik sekelas Angry Birds dan cara bagaimana menjual dan mempromosikan sebuah aplikasi.

klepon stack di ovi store nokia @indonesiaproud wordpress comAffath tak menyangka game pertamanya yang diikutkan dalam kompetisi ini berhasil menjadi juara. Selama ini, dia mengaku lebih sering membuat aplikasi untuk tugas kuliah.

Sejak nangkring selama 30 hari di Nokia Store, Klepon Stack telah diunduh sebanyak 33 ribu kali dan “dianugerahi” lima bintang. Sebagai pemenang, Affath mendapat hadiah berupa magang selama satu minggu di kantor pusat Rovio di Finlandia.

Narenda menambahkan, tak sembarang aplikasi bisa masuk ke Nokia Store. “Kami melakukan seleksi terhadap semua aplikasi sebelum masuk ke toko aplikasi Nokia,” kata dia.

Perusahan ponsel yang juga bermarkas di Finlandia itu tidak ingin aplikasi yang masuk malah membawa virus dan membuat telepon seluler rusak.

Tim Nokia juga akan menguji aplikasi di semua perangkat dan disesuaikan dengan negara yang menjadi target pemasarannya, mengingat setiap negara memiliki software yang berbeda-beda.

Sumber: koran.tempo.co, tekno.kompas.com, vivanews.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: