Skip to content

Siswa Muhammadiyah 2 Surabaya Raih International Award for Young People dari Pangeran Philips

Mei 11, 2012

IAA di indonesiaproud wordpress comSebanyak 29 siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya menerima penghargaan International Award for Young People (IAYP) dari Pangeran Philips Inggris pada 10 Mei 2012.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi anak muda pada program internasional untuk pengembangan karakter.

Selama ini SMA Muhammadiyah 2 dikenal sangat serius menanamkan pendidikan karakter kepada anak didiknya.

Karakter itu ditanamkan melalui aturan-aturan ketat seperti bagi siswi hamil.“Kalau hamil ya kita kembalikan ke orang tuanya,” kata Mas’ad Fachir, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.

Proses pendidikan karakter yang coba dibangun inilah membuat Direktur Program IAYP untuk Indonesia Dorothy Ferary meliriknya.

Menurut Dorothy, penghargaan ini sengaja diberikan pada anak muda di Indonesia. Penerima penghargaan harus mengikuti program yang ditentukan IAYP. Program ini telah berjalan lama dan disesuaikan penghargaan yang akan diterima anak muda.

Program itu antara lain kegiatan sosial, olah raga, pelatihan soft skill, dan adventure. Dalam program ini siswa dituntut bertahan menyelesaikan program selama paling cepat 6 bulan.

Tiap hari siswa akan menerima penilaian dari guru pendamping untuk melihat perkembangan siswa terhadap program.

Program ini, kata Dorothy, merupakan bentuk pendidikan karakter anak muda.”Tujuannya membangun karakter anak muda agar tidak hanya pintar, tapi juga berkarakter dan mandiri,” katanya.

Andri Susanto, Humas SMA Muhamadiyah 2, menuturkan bahwa siswanya mendapat penghargaan perunggu karena telah menyelesaikan program selama 6 bulan.

Selain 29 siswa yang telah menerima penghargaan itu masih ada 30 siswa lagi yang menjalankan program untuk mendapatkan penghargaan yang sama.

Menurut Andri program ini memiliki keuntungan bagi siswa sendiri karena program yang harus diselesaikan siswa sejalan dengan kegiatan ekstra kurikuler. Selain melatih siswa lebih percaya diri dan mandiri penghargaan ini juga memiliki nilai lebih bagi dunia akademis untuk siswa.

Dengan penghargaan yang diakui internasional ini dapat digunakan sebagai sertifikat mendapatkan beasiswa di Perguruan Tinggi (PT).

Pendidikan kejujuran menjadi kunci dalam program ini. Karena siswa harus menjalankan program kegiatan sosial seperti menjaga warung sukarela, membersihkan musala, mengajar TPA di masjid, menjaga UKS, dan lain-lain.

Untuk kegiatan fisik siswa dituntut untuk menjalankan program bela diri, basket dan futsal.

Kegiatan keterampilan yang harus dilakukan misalnya broadcasting, tata boga, dan pelatihan bahasa asing.

Adapun kegiatan keempat adalah kegiatan berkemah di luar selama 2 hari. “Bagi yang mampu berbahasa Inggris, dapat juga dikirim sebagai jurnalis muda di KTT IPEC,” katanya.

Salah satu alumni SMA Muhammadiyah 2 Surabaya yang pertama kali memperoleh medali emas Muhammad Ferdian Rahma Supriyanto mengatakan untuk mendapatkan emas siswa dituntut dapat menyelesaikan sebuah masalah di suatu daerah.

Ia menceritakan saat mendapatkan penghargaan emas, ia berusaha menyediakan lapangan kerja di suatu daerah. “Tidak ada bantuan pembiayaan,semua dikerjakan sendiri,”beber dia.

Program IAYP pertama kali dicetuskan oleh suami Ratu Elizabeth Inggris, Pangeran Philips untuk memberikan kegiatan positif bagi anak muda yang tidak kuliah.

Karena dirasa berhasil memberi karakter positif, program ini diteruskan dan diadopsi oleh 150 negara di dunia. Di Indonesia sendiri sudah 2.000 peserta yang mengikuti program ini.

Sumber: seputar-indonesia.com, republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: