Skip to content

Malaysia Pelajari Proses Pendidikan SMK Indonesia

Mei 15, 2012

SMKN1 Cibinong di indonesiaproud wordpress comSejak mencuatnya mobil esemka oleh walikota Jokowi di Solo, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jadi perhatian media dan masyarakat Indonesia.

Beberapa aktivitas SMK mulai ramai dipublikasikan, mulai dari rakitan pesawat Jabiru hingga lulusannya yang mulai banyak dicari.

Bukan hanya di dalam negeri, pemerintah, lembaga pendidikan, dan perusahaan Malaysia juga meminati perkembangan SMK di Indonesia.

Selain mempelajari proses pendidikan SMK yang menghasilkan tenaga terdidik dan terampil, tawaran kerja sama pendidikan dan tenaga kerja pun berdatangan.

Tingginya minat Malaysia itu diungkapkan sejumlah pemimpin SMK di Bandung, Jawa Barat, pada 12 Mei lalu. Perhatian Malaysia mulai dari bidang teknik, teknologi komunikasi dan informasi, pariwisata, hingga seni budaya.

Ontohari, Kepala SMKN 10 Bandung, mengatakan bahwa kunjungan ke sekolah berbasis program keahlian seni dan budaya ini dilakukan Kementerian Pendidikan Malaysia hingga perusahaan pariwisata.

Ada keinginan Pemerintah Malaysia mempelajari kemampuan SMK di Indonesia yang bisa berkembang meskipun fasilitas pendidikan terbatas.

”Fasilitas pendidikan di Malaysia lebih baik. Namun, kreativitas di Indonesia jauh lebih berkembang. Daya juang sekolah, guru, dan siswa di SMK kami serta kreativitas berkesenian yang tinggi ternyata dipelajari agar bisa diterapkan di lembaga pendidikan di Malaysia,” ujar Ontohari.

Sekolah dengan program keahlian seni kerawitan, tari tradisional, teater, dan musik akan digandeng perusahaan pariwisata di Malaysia. Tujuannya, bisa mempertunjukkan seni budaya tradisional Indonesia.

Perusahaan yang berkunjung ke SMKN 10 Bandung sudah menawarkan kerja sama agar menunjukkan seni tradisional Jawa Barat di panggung budaya di Pulau Genting.

”Kami sebagai lembaga pendidikan menyambut baik ajakan ini. Dengan cara ini, barangkali kesalahpahaman Indonesia-Malaysia, terutama dalam kasus caplok-mencaplok budaya tak terjadi lagi,” ujar Ontohari.

Sementara itu, SMKN 12 Bandung yang mempunyai program keahlian dalam industri manufaktur pesawat terbang mendapat tawaran kerja sama dari perusahaan pendidikan dan penerbangan di Malaysia.

Hal ini untuk membantu siswa mendapat lisensi mekanik yang dapat mengangkat nilai tawar lulusan SMK saat bekerja di industri penerbangan, baik dalam industri manufaktur maupun pemeliharaan pesawat terbang.

Selama ini, siswa kesulitan mengantongi lisensi, di antaranya wajib bekerja enam bulan di perusahaan penerbangan.

Magang di Malaysia

Edy Purwanto, Kepala SMKN 12 Bandung, mengatakan, tawaran kerja sama dijajaki dengan salah satu lembaga aviasi di Malaysia.

Alumni SMKN 12 Bandung yang baru lulus akan magang kerja selama 6 bulan di Malaysia, lalu dilanjutkan kerja di perusahaan penerbangan di sana hingga mendapat lisensi.

”Bulan Juni atau Juli ada 25 siswa ke Malaysia. Kerja samanya relatif mudah untuk kepentingan siswa kami. Kami sedang bahas lagi dalam nota kesepahaman supaya siswa bisa dikontrak kerja di sana,” kata Edy.

Selama ini, lulusan SMK penerbangan umumnya masih jarang yang punya lisensi. Lulusan SMK di bidang manufaktur ataupun pemeliharaan pesawat terbang masih berbekal sertifikat saja saat melamar pekerjaan.

Magang kerja juga dilakukan siswa jurusan perhotelan. Wiwi Siti Zawiyah, Kepala SMKN 9 Bandung, mengatakan bahwa magang ke beberapa hotel di Malaysia dilakukan sejak tahun 2004.

Sumber: kompas.com

2 Komentar leave one →
  1. rizkihollapo123.com permalink
    Mei 19, 2012 11:35 pm

    Menurut saya kalau budaya dari indonesia itu akan jauh lebih baik jika dipromosikan di indonesia sendiri, karna itu adalah tempat asalnya dan wisatawan asing akan sangat menghargai itu. Tapi jika budaya indonesia dipromosikan di malaysia, di genting atau di apa, wisatawan asing akan menghargai dan menganggap itu adalah budaya malaysia sekalipun masih ada nama indonesia di dalamnya karan hal itu ditemui di malaysia, juga nanti itu akan menambah devisa malaysia. secara tidak langsung itu menurut saya juga perlahan mengkalim budaya indonesia. ayo, pemimpin SMK dan pemerintah, pikirkan hal itu sebaik mungkin sebelum mengambil keputusan. sekian opini saya. terima kasih.

  2. Wenny Haq permalink
    Mei 19, 2012 11:35 pm

    menurut saya akan lebih baik jika budaya seni tradisional itu di negara sendiri, di indonesia. karna wisatawan asing akan lebih menghargai budaya itu di negara asalnya, dan jika dipromosikan di panggung genting atau apa itu nanti wisatawan asing akan lebih menghargai itu sebagai budaya malaysia karna dipertunjukkan dimalaysia walaupun masih ada nama indonesia disitu tapi secara tidak langsung perlahan itu mengklaim budaya kita sehingga nanti wisatawan asing akan menganggap itu milik malaysia, selain itu devisa juga akan masuk ke kantong malaysia jauh lebih besar daripada gaji untuk alumni SMK. masukan saya jika lebih baik itu dipromosika di indonesia sendiri, seperti di bali, atau tempat wisata yang ramai wisatawan, jika itu dipromosikan di indonesia sendiri pasti wisatawan asing akan lebih menghargai budaya kita dan banyak wisatawan yang suka terhadap budaya indonesia karna hanya di indonesialah hal itu bisa ditemukan. mohon untok pemimpin SMK daerah Bandung dan pemerintah pikirkan hal ini baik-baik sebelum mengambil keputusan, kara mereka juga berpolitik. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: