Skip to content

Tri Mumpuni Raih Ashden Award di London, Inggris

Juni 4, 2012

tri mumpuni di indonesiaproud wordpress com

Tri Mumpuni “Si Penerang Desa” kembali menerima penghargaan internasional. Setelah mendapat pujian dari Presiden Obama di “Presidential Summit on Entrepreneurship” di Washington, DC dan menerima Ramon Magsaysay Awards 2011, Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) ini menerima penghargaan Ashden Award 2012 di London, Inggris.

Para pemenang The world’s leading green energy prize diumumkan pada 30 Mei 2012 malam di acara London-based Royal Geographical Society, dengan kata sambutan Dr. Kandeh Yumkella, Director General of UNIDO dan Chair of UN-Energy,  untuk urusan peningkatan akses energi bagi kaum miskin di dunia.

Penghargaan Ashden Award diberikan oleh Ashden, lembaga swadaya masyarakat Inggris yang terlibat dalam energi ramah lingkungan. Pangeran Charles ikut menaungi lembaga ini. Selain Tri Mumpuni, ada dua finalis lainnya dari Asia Timur, yaitu dari Kamboja dan Filipina.

Menurut Tri Mumpuni, ada hal yang lebih penting dibanding hadiah sebesar £20.000 atau sekitar Rp300 juta yang diterimanya. “Saya itu bersyukur karena ini merupakan sebuah pengakuan secara internasional, jadi semakin meneguhkan hati kita dan juga teman-teman di lapangan bahwa yang mereka kerjakan itu benar,” ujarnya meneteskan air mata.

Ia mengaku semakin terpacu dalam menyediakan akses listrik tenaga air mikrohidro.

Sejauh ini, pemangkit listrik tenaga air ramah lingkungan ciptaan Tri Mumpuni telah menerangi 61 desa di berbagai pelosok Indonesia. Untuk ke depannya, ia berencana mengembangkan program tersebut di daerah terpencil di Maluku dan Papua.

“Kalau kita melihat ada sungai dengan cukup air yang mengalir di sungai tersebut, kita kemudian mengajak rakyat untuk melihat dan merencanakan secara bersama-sama. Nanti setelah bisa dibuat bangunan sipil yang sederhana, dipasang turbin,” jelasnya.

Kunci utama keberhasilan program listrik ini, lanjutnya, adalah masyarakat. “Jadi kita baru mau membangun kalau rakyatnya sudah disiapkan, disiapkan secara sosial maupun secara teknik. Artinya apa? Ada pelatihan, sehingga rakyat harus mampu mengoperasikan, mampu mengelola dan juga mampu merawat,” paparnya.

Program mikrohidro yang dikembangkan Tri Mumpuni telah menarik minat pemerintah Jepang. Tri Mumpuni telah diminta mengembangkannya di sejumlah pulau terpencil di Filipina. Dia juga baru kembali dari Rwanda, yang berminat mengaplikasikan teknologi mikrohidro.

Sumber: metrotvnews.com, ashden.org

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: