Skip to content

Aditya Aditama Herlambang: Pengembang Pinstagram Kelahiran Tangerang

Juni 26, 2012

Aditya Aditama di indonesiaproud wordpress com

Kalau anda pengguna jejaring sosial, tentunya tidak asing dengan Pinterest dan Instagram.

Bagaimana kalau kedua jejaring sosial tersebut digabung dalam satu layanan?

Hal inilah yang ditawarkan Pinstagram, sebuah situs, sekaligus aplikasi untuk melihat gambar-gambar yang dipublikasi di Pinterest dan Instagram.

Usaha rintisan berbasis digital (startup) ini mulanya didirikan oleh Brandon Leonardo dan Pek Pongpaet. Pinstagram dirilis dalam versi situs web pada Mei 2012.

Tak lama setelah itu, tepatnya pada pertengahan Mei 2012, seorang pemuda Indonesia yang kuliah dan bekerja di AS ikut bergabung untuk mengembangkan Pinstagram. Dia adalah Aditya Aditama Herlambang.

Sebelumnya, Aditya tidak mengenal Leonardo dan Pongpaet. Kisah Aditya ikut bergabung di Pinstagram cukup unik karena ketiganya punya ide yang sama untuk menggabungkan Pinterest dan Instagram dalam satu layanan.

“Suatu hari saya sedang browsing di App Store (toko aplikasi perangkat mobile Apple) untuk mencari Instagram viewer. Namun, tidak ada aplikasi yang benar-benar bagus UI/UX-nya,” kata Aditya.

Aditya terinspirasi dengan tata letak waterfall milik Pinterest. Ia pun bersiap untuk menggabungkan konsep Pinterest dan Instagram dalam satu aplikasi untuk tablet iPad. Aplikasi tersebut hendak diberi nama Pinstagram.

Ketika prototipe aplikasi yang dibuat Aditya sudah setengah jadi, tiba-tiba ada sebuah situs baru bernama Pinstagram, yang idenya sama persis seperti yang dipikirkan Aditya. “Jujur pada saat itu saya sempat kaget karena kita memiliki ide yang sama persis, namanya juga sama,” tuturnya.

Ia kemudian menghubungi Leonardo dan Pongpaet. Ketiganya bertemu di sebuah kedai kopi di Palo Alto, California, lalu berbincang mengenai kehidupan startup.

“Setelah itu kami merasa cocok, lalu memutuskan untuk join-forces dan mengerjakan Pinstagram bersama-sama. I guess this is how hackers/enterpreneurs meet in the Valley, there’s just tons of opportunity,” jelas Aditya.

Pria kelahiran Tangerang, 14 Juni 1988 ini, akhirnya resmi bergabung untuk mengembangkan aplikasi Pinstagram di iPad, yang telah dirilis di App Store pada 12 Juni 2012. Pinstagram untuk iPad merupakan strategi mengisi kekosongan layanan aplikasi untuk melihat foto-foto Instagram di iPad.

Kehadiran Pinstagram disambut baik para pencinta Pinterest dan Instagram karena Pinstagram mampu menghadirkan tampilan yang menarik. Pinstagram untuk iPad sendiri mendapat rating 4,5 bintang, dan diberi komentar positif para penggunanya.

pinstagram di indonesiaproud wordpress com

Setelah dua pekan dirilis, Aditya menambahkan, aplikasi Pinstagram diunduh lebih dari 20.000 pengguna. Hingga berita ini diterbitkan, Pinstagram masuk daftar What’s New and Hot dalam kategori Social Networking dan Photo’s & Video di App Store kawasan Amerika Serikat.

Pinstagram bukanlah satu-satunya produk yang memanfaatkan Pinterest dan Instagram. Ada beberapa produk serupa yang hadir lebih dulu. Meski demikian, Aditya mengklaim produk lain tidak memiliki tampilan antarmuka sebaik Pinstagram.

“Yang kami tawarkan bagi para pengguna adalah kemudahan untuk melihat foto Instagram dengan tampilan yang sangat visual. Melalui Pinstagram, pengguna juga bisa nge-pin foto mereka ke Pinterest. Salah satu kelebihan yang dimiliki Pinstagram,” urai Aditya, seraya mengatakan bahwa Indonesia masuk urutan ketiga pengguna aktif Pinstagram.

Para pendiri Pinstagram saat ini sedang sibuk menambah jumlah pengguna dan melayani tanya-jawab untuk menangkap feedback pengguna tentang fitur macam apa yang mereka butuhkan. Hal ini menjadi bekal tim Pinstagram untuk mengembangkan fitur di masa mendatang.

Selain fokus di aplikasi untuk iPad, Aditya sendiri kebagian tugas membantu memasarkan aplikasi Pinstagram kepada orang-orang yang belum tahu.

Ketiga pendiri tak selamanya ingin startup ini hanya mengembangkan Pinstagram sebagai aplikasi image viewer.

“Image viewer hanyalah satu langkah awal yang kita tempuh untuk mendapatkan pengguna. Masih banyak rencana dan fitur di masa yang akan datang, salah satunya adalah untuk melakukan penetrasi ke industri social commerce,” ungkap Aditya.

Aditya sudah tinggal di AS sejak 2006 untuk kuliah di University of Arizona, mengambil pendidikan Sarjana Ilmu Komputer (2006-2010) dan Master Manajemen Sistem Informasi (2010-2012).

Ia sekarang bekerja penuh waktu sebagai software engineer di startup Pulse News, sebuah aplikasi untuk membaca berita yang diperuntukkan bagi pengguna iPhone dan iPad.

Untuk Aditya, Leonardo, dan Pongpaet; Pinstagram merupakan proyek paruh waktu yang dikerjakan di waktu senggang. Mereka biasanya bertemu seminggu sekali, pada malam hari atau di hari libur, untuk membicarakan perkembangan.

“Berkat Pinstagram, kami sekarang berteman baik. Kami masih sering bingung bagaimana kami bisa memiliki ide yang sama dan nama aplikasi yang sama.”

Sumber: kompas.com

2 Komentar leave one →
  1. mariodevan permalink
    Juni 26, 2012 11:35 am

    Waw saya lebih kenal pulse nie… ternyata orang Indonesia yang membuat salut dah!

  2. Tomy Meilando permalink
    Juni 26, 2012 11:35 am

    mantap banget, bisa jadi inspirasi nih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: