Skip to content

Dhany Irfansyah: Pembuat 16 Aplikasi Alat Musik Tradisional Sunda di Sistem Operasi Apple

September 16, 2012

dhany irfansyah di indonesiaproud wordpress comDhany Irfansyah, guru Sekolah Indonesia di Tokyo Jepang, pencipta 16 aplikasi alat musik tradisional Sunda di sistem operasi Apple menjadi salah satu pemenang Anugrah Inovasi Jawa Barat yang diumumkan bersamaan dengan perayaan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-67.

“Pada prinsipnya, yang saya buat itu mendekati aslinya,” katanya di Bandung, 27 Agustus 2012.

Aplikasi ciptaan Dhany tersebut bisa diunduh di Apple Store untuk dimainkan lewat Iphone, Ipad, dan pod Touch.

Aplikasi itu di antaranya alat musik kendang, kecapi, karinding, angklung, tarawangsa, karinding, calung, seperangkat gamelan degung, hingga kolintang. Cita-citanya membuat aplikasi untuk memainkan 200 alat musik tradisional sunda.

Angklung misalnya, satu-satunya aplikasi berbayar yang dibuatnya itu, mensimulasikan angklung. Dia memperagakan pada piranti Ipad yang dibawanya. Lewat aplikasi kalkulator angklung di program itu untuk memainkan nada tertentu.

Di layar Ipad itu muncul gambar angklung berlatar hitam. Ipad itu lalu dipegang bak angklung sebelum digoyangkan. Makin lama digoyang suara angklung terus terdengar, bak memainkan angklung asli Dengan aplikasi itu, dia mengajarkan memainkan angklung berbarengan mirip permainan angklung yang dipopulerkan Mang Udjo.

Memainkan karinding juga tak kalah unik. Hanya, kata Dhany, lebih enak memainkannya memakai Iphone atau Ipod Touch. Caranya, Iphone yang sudah dipasang aplikasi itu, pada bagian pengeras suaranya ditaruh di depan mulut yang membuka rongganya. Layar sentuh Iphone lalu diketuk-ketuk pelan untuk menghasilkan bunyi mirip karinding dengan memanfaatkan rongga mulut pemainnya.

Aplikasi karinding juga menyematkan kontrol nada tinggi dan rendah. Kendati asyik dimainkan di Iphone, aplikasi ini juga bisa dimainkan memakai Ipad. ”Tapi aklau di Ipad (yang ukurannya besar) kebayang mas (kalau menaruhnya di mulut),” katanya.

Perangkat degung bonang juga tak kalah kreatif. Lewat aplikasi itu, pemainnya bisa menyetel deretan gong kecil untuk menghasilkan deretan nada yang diinginkan. Istilahnya, perpindahan surupan degung dari tanga nada Madenda ke Pelog misalnya, tinggal menyusun bonang yang akan diapakai sebelum diketuk lewat layar sentuh.

Dia mulai membuat aplikasi itu sejak 2004 lalu. Butuh lebih dari 3 bulan untuk merampungkan tiap aplikasi itu. Total baru 16 aplikasi alat musik yang rampung.

Guru jebolan Universitas Pendidikan Indonesia asli Cikalongwetang, Bandung Barat itu, menciptakan aplikasi itu ditengah aktivitasnya mengajar biologi di Sekolah Indonesia di Tokyo, Jepang. Dia khusus datang di Bandung untuk menerima penghargaan Anugrah Inovasi Jawa Barat yang diserahkan di sela perayaan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-67.

Dia mulai membuat aplikasi itu sejak tahun 2009, gara-garanya, saat siswanya bertanya bagaimana bunyi alat musik tifa, saat mengajar kesenian. Dari pertanyaan siswa di sekolahnya di Jepang itu, dia mulai mengoprek cara membuat aplikasi via piranti lunak besutan Apple itu lewat belajar otodidak di mesin perambah Google. Aplikasi perdananya kendang sunda.

Dhanny meraih Anugran Inovasi Jawa Barat bersama 12 peserta lainnya, dari total 201 perserta yang mengikuti ajang itu untuk kategori perorangan dan kelompok. Dhannya meraih Anugrah Inovasi Jawa Barat untuk kategori perorangan Bidang Seni dan Budaya dan berhak mendapat uang tunai Rp 50 juta.

Sumber: tempo.co

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: