Skip to content

Soprano Deta Sutamat Raih Penghargaan Penyanyi Muda Berbakat di IVC s’Hertogenbosch, Belanda

Oktober 8, 2012

deta sutamat di indonesiaproud wordpress comSoprano Indonesia Bernadeta Astari Sutamat alias Deta (24) meraih hadiah sebagai Penyanyi Muda Berbakat dalam International Vocal Competition (IVC) ke-49 di s’Hertogenbosch, Belanda, pada 30 September lalu.

Ia berbagi hadiah 3.500 euro dengan Maria Fiselier (24), mezzo sopran dari Belanda, karena dewan juri menilai keduanya mempunyai potensi yang sama. Hadiah dari provinsi Brahant Utara ini diberikan kepada peserta usia 25 tahun ke bawah yang mencapai semifinal atau final.

Juara utama berhadiah 10.000 euro diraih Nadine Koutcher (29), soprano asal Belarus. Ia sekaligus meraih penghargaan Jeroen Bosch Prize (untuk penghayat lagu wajib terbaik) dan Rabobank Audience Prize yang ditentukan para penonton.

Sebagaimana kasus Deta, untuk Jeroen Bosch Prize, Nadine harus berbagai hadiah dengan Peter Gijsbertsen (29), tenor asal Belanda.

Hadiah untuk finalis “all-round” (Arleen Auger Prize) diraih penyanyi bariton asal Amerika, John Chest (27). Juara kategori opera dimenangi soprano Gulnara Shafigullina (27– Rusia), kategori tembang puitik dimenangi Peter Gijsbertsen. Adapun juara kategori oratorio adalah Dashon Burton (30), penyanyi bariton asal Amerika. Satu hadiah lagi, The Staetshuys Fonds Prize, diberikan kepada Peter Gijsbertsen.

Malam final International Vocal Competition ke-49 diikuti 10 penyanyi, diiringi Brabant Philharmonic Orchestra di bawah pimpinan David Parry, berlangsung di Theater aan de Parade, ‘s-Hertogenbosch. Kompetisi dua tahunan ini diikuti 242 peserta dari 40 negara. Pada babak penyisihan tinggal 58 peserta, babak semifinal 19, dan final 10 orang. Final dilakukan dalam dua tahap, diiringi piano saja dan diiringi orchestra.

Bernadeta Astari penyanyi Indonesia pertama yang berhasil mengikuti kompetisi internasional ini. Dan, IVC ini baginya merupakan pengalaman pertama mengikuti kompetisi internasioanl antar-penyanyi. Pada tahun 2007 ia memenangi hadiah Prinses Christina Concours untuk mahasiswa tingkat sarjana dan tahun 2012 memenangi Dutch Classical Talent 2012 (Het Debuut) untuk tingkat master. Keduanya bukan kompetisi yang diikuti penyanyi saja, tetapi bercampur dengan para pemusik.

Deta, kelahiran Jakarta 1988 ini, pernah bergabung dengan Paduan Suara Anak Indonesia (PSAI) pimpinan Aida Swenson dan Batavia Madrigal Singers (BMS) pimpinan Avip Priatna.

Pada masa kecilnya ia belajar menyanyi di Sanggar Sangrila pimpinan Maria Tanzil, kemudian di Yayasan Musik Jakarta dibimbing Michele dan di Yayasan Pendidikan Musik dibimbing Aning Katamsi. Selepas SMU Gonzaga tahun 2006 ia mengambil gelar sarjana dan master bidang musik di HS voor de Kunsten, Utrecht, Belanda. Kini Deta belajar sambil bekerja di Opera Studio Nederland, Amsterdam.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: