Skip to content

Patricia Lukas Goentoro Juara European Students’ Conference (ESC) di Jerman

Oktober 30, 2012

patricia l goentoro di indonesiaproud wordpress comBanyak upaya yang dilakukan untuk mendorong generasi muda agar terpacu mencetak prestasi dan membuahkan karya yang bermanfaat.

Berbagai kompetisi maupun konferensi di tingkat nasional atau internasional kerap digelar untuk memacu jiwa bersaing secara sehat di bidang yang positif.

Patricia Lukas Goentoro, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berhasil memenangkan ajang konferensi internasional 23rd European Students’ Conference (ESC) yang diselenggarakan pada 17-20 September 2012 di Jerman.

Patricia menang melalui presentasi risetnya di bidang mikrobiologi yang berjudul “Evaluation of BioRad NS1 Ag Strip as Diagnostic Kit for Acute DEN-2 and DEN-4 Dengue Infection in Jakarta”.

Konferensi terebut merupakan salah satu konferensi mahasiswa di bidang kedokteran dan biomedik terbesar di dunia. Patricia mendapat kesempatan untuk mempresentasikan posternya pada sesi Mikrobiologi/Genetik.

Bersama ratusan pesaing dari berbagai negara di seluruh dunia, Patricia masuk ke dalam 24 besar bidang mikrobiologi. Kemudian menjadi juara ke-4 dari semua kategori lomba, seperti Pediatrik, Neurologi, Nefrologi dan lain-lain.

Patricia merupakan satu-satunya pemenang dalam empat besar tersebut yang berasal dari Asia. Duduk di deretan peringkat pemenang lainnya Jerman, Inggris dan Norwegia.

Ketertarikannya terhadap penyakit demam berdarah dengue yang masih sering ada dimasyarakat dengan penanganan serta diagnosis yang kurang memadai menggugah Patricia mengerjakan riset yang dilakukannya selama 18 bulan.

Hasil penelitiannya kemudian dikirimkan dan setelah melalui proses seleksi lolos untuk diundang dipresentasikan di Jerman.

Diakui oleh Patricia ketika ia akan mengikuti konferensi tersebut kesulitan yang ditemuinya cukup banyak salah satunya adalah permasalahan dana dan kesulitan dalam mencari sponsor. Ia mengakui bahwa dukungan dan motivasi dari berbagai pihak sangat diperlukan.

“Kementerian Ristek sangat membantu dalam hal moril dan materil. Dari Ristek saya berterimakasih sekali dengan Pak Teguh Rahardjo, Deputi Relevansi dan Produktivitas Iptek yang telah mendorong saya, beliau berkata jangan menjadi orang yang mengikuti sejarah tetapi jadilah orang yang mencetak sejarah. Itu quotations yang muncul terus dalam pikiran saya. Jadilah pelaku sejarah,” katanya.

Patricia menilai bahwa melalui prestasi yang didapatnya tersebut, generasi muda Indonesia sebenarnya mempunyai sesuatu yang bisa bersaing dengan pemuda-pemudi dari negara lain. Jadi jangan takut untuk bersaing secara internasional.

Sumber: ristek.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: